Transformasi IMN ke UMN Jadi Tonggak Baru Pengembangan Pendidikan Tinggi di Sukabumi – SUKABUMI KINI

Senin, 6 April 2026

Transformasi IMN ke UMN Jadi Tonggak Baru Pengembangan Pendidikan Tinggi di Sukabumi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Institut Madani Nusantara (IMN) Sukabumi kini berubah nama menjadi Universitas Madani Nusantara (UMN). Hal tersebut ditandai dengan penyerahan surat keputusan (SK) yang dilakukan di Gedung IMN Jalan Lio Balandongan Sirnagalih No 74, Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Ahad (5/4/2026).

Informasi yang diperoleh, perubahan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2026. Dalam momen tersebut hadir sejumlah tokoh  diantaranya ⁠Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Rektor UMN Prof Endin Nasrudin Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Amin Suyitno,
Kemenag kota dan kabupaten Sukabumi, dan perwakilan kampus di Sukabumi.

” Transformasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika, sekaligus bentuk pengakuan atas kinerja yang telah dibangun,” ujar Rektor Universitas Madani Nusantara, Prof Endin Nasrudin. Namun, bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, riset, dan kontribusi kepada masyarakat.

Dengan status sebagai universitas terang Endin, UMN dihadapkan pada sejumlah agenda strategis. Di antaranya peningkatan mutu akademik dan akreditasi, penguatan riset dan publikasi ilmiah, percepatan transformasi digital, serta peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional, regional maupun global.

” Perubahan dari institut ke universitas ini sudah dinanti, karena UMN sudah memiliki 3 Fakultas yang sudah berjalan, yaitu Tarbiyah dan Keguruan, Dakwah dan Komunikasi, Syariah dan Hukum dengan formulasi ada tujuh Prodi untuk S1 dan Pasca Sarjana (S2),” ungkap Endin. Maka, setelah SK ini terbit UMKN akan menambah lagi tiga fakultas, yaitu  Saintek, Ilmu Kesehatan (S1) dan Program Doktoral untuk S3.

Selain itu kata Endin, pengembangan kemitraan dengan dunia industri, pemerintah, dan institusi internasional juga menjadi fokus untuk memperkuat posisi lembaga di tengah persaingan pendidikan tinggi. Perubahan ini juga membuka peluang lebih luas dalam pengembangan program studi lintas disiplin serta perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

” Transformasi ini merupakan langkah besar dalam perjalanan institusi. Kini, memasuki era baru sebagai sebuah universitas dengan komitmen untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, menyelenggarakan pendidikan berkualitas, dan layanan terbaik,” jelasnya.

UMN kata Endin bertekad untuk menjadi pusat keunggulan dengan terus mendorong inovasi yang berwawasan/ramah lingkungan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak positif bagi bangsa dan negara.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Amin Suyitno, mengungkapkan, dengan transformasi ini, UMN diharapkan dapat Menjadi Pusat Keunggulan Akademik, dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pengalaman belajar terbaik bagi para mahasiswa. ” Kita harus berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan berkarakter yang dibutuhkan dalam masyarakat khususnya untuk daerah Sukabumi umumnya di kancah nasional dan global yang terus berubah,” jelasnya.

Menurut Amin, tidak mudah mengelola perguruan tinggi, harus dengan penuh dedikasi serta tanggungjawab moral terhadap lulusan. ”Ketika terjadi perubahan, maka bidang keilmuannya harus lebih universal lagi, sesuai kebutuhan di masyarakat,” imbuhnya.

UMN ke depan terang Amin, harus memiliki dan membuka Prodi-prodi yang kompetitif. Dimana semua lulusan bisa berkiprah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Cobalah kedepan UMN membuka Prodi yang bisa meningkatkan daya saing khususnya di Sukabumi,” cetus Amin. Modal sejarah, sosial dan intelektual harus dijadikan pondasi untuk maju dan berkembang. Dengan demikian, kampus ini diyakini akan semakin maju dan besar.

” Momentum ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kota Sukabumi,” kata Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana. Sehingga ia menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

Pemkot sambung Bobby, berharap Universitas Madani Nusantara dapat terus berkembang menjadi pusat pendidikan yang unggul, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga
dalam pembentukan karakter. Selain itu, diharapkan UMN dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sukabumi.

Perubahan Institut Madani Nusantara menjadi Universitas Madani Nusantara ini juga lanjut Bobby, merupakan sebuah kado istimewa dalam momentum Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi. “Transformasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sukabumi. Di tengah peringatan Hari Jadi Kota Sukabumi ke-112 dengan tema Harmoni dalam Kolaborasi, Bersama Membangun Kota, kehadiran Universitas Madani Nusantara menjadi simbol nyata hasil kolaborasi berbagai pihak dalam memajukan pendidikan dan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Bobby juga menambahkan  peningkatan status ini diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia. “Semoga Universitas Madani Nusantara dapat menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman yang moderat, serta berkontribusi aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu membawa Kota Sukabumi semakin maju, harmonis, dan berdaya saing,” jelasnya.

 

Berita Lainnya

Kategori Berita

Transformasi IMN ke UMN Jadi Tonggak Baru Pengembangan Pendidikan Tinggi di Sukabumi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Institut Madani Nusantara (IMN) Sukabumi kini berubah nama menjadi Universitas Madani Nusantara (UMN). Hal tersebut ditandai dengan penyerahan surat keputusan (SK) yang dilakukan di Gedung IMN Jalan Lio Balandongan Sirnagalih No 74, Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Ahad (5/4/2026).

Informasi yang diperoleh, perubahan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2026. Dalam momen tersebut hadir sejumlah tokoh  diantaranya ⁠Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Rektor UMN Prof Endin Nasrudin Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Amin Suyitno,
Kemenag kota dan kabupaten Sukabumi, dan perwakilan kampus di Sukabumi.

” Transformasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika, sekaligus bentuk pengakuan atas kinerja yang telah dibangun,” ujar Rektor Universitas Madani Nusantara, Prof Endin Nasrudin. Namun, bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, riset, dan kontribusi kepada masyarakat.

Dengan status sebagai universitas terang Endin, UMN dihadapkan pada sejumlah agenda strategis. Di antaranya peningkatan mutu akademik dan akreditasi, penguatan riset dan publikasi ilmiah, percepatan transformasi digital, serta peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional, regional maupun global.

” Perubahan dari institut ke universitas ini sudah dinanti, karena UMN sudah memiliki 3 Fakultas yang sudah berjalan, yaitu Tarbiyah dan Keguruan, Dakwah dan Komunikasi, Syariah dan Hukum dengan formulasi ada tujuh Prodi untuk S1 dan Pasca Sarjana (S2),” ungkap Endin. Maka, setelah SK ini terbit UMKN akan menambah lagi tiga fakultas, yaitu  Saintek, Ilmu Kesehatan (S1) dan Program Doktoral untuk S3.

Selain itu kata Endin, pengembangan kemitraan dengan dunia industri, pemerintah, dan institusi internasional juga menjadi fokus untuk memperkuat posisi lembaga di tengah persaingan pendidikan tinggi. Perubahan ini juga membuka peluang lebih luas dalam pengembangan program studi lintas disiplin serta perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

” Transformasi ini merupakan langkah besar dalam perjalanan institusi. Kini, memasuki era baru sebagai sebuah universitas dengan komitmen untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, menyelenggarakan pendidikan berkualitas, dan layanan terbaik,” jelasnya.

UMN kata Endin bertekad untuk menjadi pusat keunggulan dengan terus mendorong inovasi yang berwawasan/ramah lingkungan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak positif bagi bangsa dan negara.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Amin Suyitno, mengungkapkan, dengan transformasi ini, UMN diharapkan dapat Menjadi Pusat Keunggulan Akademik, dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pengalaman belajar terbaik bagi para mahasiswa. ” Kita harus berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan berkarakter yang dibutuhkan dalam masyarakat khususnya untuk daerah Sukabumi umumnya di kancah nasional dan global yang terus berubah,” jelasnya.

Menurut Amin, tidak mudah mengelola perguruan tinggi, harus dengan penuh dedikasi serta tanggungjawab moral terhadap lulusan. ”Ketika terjadi perubahan, maka bidang keilmuannya harus lebih universal lagi, sesuai kebutuhan di masyarakat,” imbuhnya.

UMN ke depan terang Amin, harus memiliki dan membuka Prodi-prodi yang kompetitif. Dimana semua lulusan bisa berkiprah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Cobalah kedepan UMN membuka Prodi yang bisa meningkatkan daya saing khususnya di Sukabumi,” cetus Amin. Modal sejarah, sosial dan intelektual harus dijadikan pondasi untuk maju dan berkembang. Dengan demikian, kampus ini diyakini akan semakin maju dan besar.

” Momentum ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kota Sukabumi,” kata Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana. Sehingga ia menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

Pemkot sambung Bobby, berharap Universitas Madani Nusantara dapat terus berkembang menjadi pusat pendidikan yang unggul, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga
dalam pembentukan karakter. Selain itu, diharapkan UMN dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sukabumi.

Perubahan Institut Madani Nusantara menjadi Universitas Madani Nusantara ini juga lanjut Bobby, merupakan sebuah kado istimewa dalam momentum Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi. “Transformasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sukabumi. Di tengah peringatan Hari Jadi Kota Sukabumi ke-112 dengan tema Harmoni dalam Kolaborasi, Bersama Membangun Kota, kehadiran Universitas Madani Nusantara menjadi simbol nyata hasil kolaborasi berbagai pihak dalam memajukan pendidikan dan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Bobby juga menambahkan  peningkatan status ini diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia. “Semoga Universitas Madani Nusantara dapat menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman yang moderat, serta berkontribusi aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu membawa Kota Sukabumi semakin maju, harmonis, dan berdaya saing,” jelasnya.

 

Berita Lainnya

IMG 20260405 WA0027
Potensi Batu Akik Sukabumi Dinilai Menjanjikan, Sukabumi Siap Genjot Promosi
IMG 20260405 WA0041
Transformasi IMN ke UMN Jadi Tonggak Baru Pengembangan Pendidikan Tinggi di Sukabumi
Screenshot 20260405 170942 Instagram
Momentum HUT Kota, Festival Olahraga Masyarakat Sukabumi Tumbuhkan Budaya Sehat
IMG 20260405 WA0031
Pameran Batu Akik Piala Wali Kota Sukabumi Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
IMG 20260405 WA0027
Dari Alam ke Cuan! Batu Akik Sukabumi Siap Angkat Ekonomi Daerah

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top