Kampung Sosial Digencarkan, Pemkot Sukabumi Targetkan Kemiskinan Turun 1 Persen per Tahun – SUKABUMI KINI

Selasa, 6 Oktober 2026

Kampung Sosial Digencarkan, Pemkot Sukabumi Targetkan Kemiskinan Turun 1 Persen per Tahun

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi mulai mengakselerasi penanganan persoalan sosial melalui program Kampung Sosial Pelayanan Sosial Terpadu berbasis wilayah. Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi di Taman Cikondang, Kecamatan Citamiang, Selasa (7/4/2026).

Program tersebut merupakan hasil intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial yang menyasar langsung masyarakat pemerlu pelayanan sosial (PPS). Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.

“Alhamdulillah hari ini ada intervensi dari provinsi untuk Kota Sukabumi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Jawa Barat yang telah melaksanakan Kampung Sosial di wilayah Cikondang, Kecamatan Citamiang,” ujar Ayep. Ia menerangkan, program ini menjadi langkah awal menuju visi besar menjadikan Sukabumi sebagai “Kota Sosial” yang berorientasi pada keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

Menurut Ayep, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah menurunkan angka stunting, kemiskinan, dan pengangguran, sekaligus mendorong penguatan UMKM berbasis dukungan filantropi. “Kita ingin menciptakan keadilan sosial bagi seluruh warga. Ini dimulai dari Kampung Sosial, lalu kita tingkatkan menjadi Kota Sosial,” katanya.

Ayep menambahkan, upaya tersebut akan didukung melalui kolaborasi berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBD, bantuan sosial pemerintah pusat dan provinsi, hingga kontribusi lembaga filantropi seperti Yayasan Doa Bangsa yang aktif memberikan bantuan perumahan dan beasiswa.

Dalam kesempatan itu, Ayep juga mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kota Sukabumi mengalami penurunan dari 7,2 persen menjadi 6,9 persen atau turun 0,3 persen. Meski demikian, pemerintah menargetkan penurunan sebesar 1 persen setiap tahun.
” Kuncinya adalah intervensi bersama seluruh pemangku kepentingan, tidak bisa parsial. Semua harus bersatu,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, menjelaskan bahwa program Kampung Sosial merupakan inisiatif yang akan diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Di Kelurahan Ciknddang, tercatat sebanyak 143 warga masuk kategori pemerlu pelayanan sosial yang mendapatkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari kursi roda, sembako, rehabilitasi sosial, hingga pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha.

“Program ini tidak menggunakan anggaran APBD secara langsung, melainkan mengandalkan kolaborasi dengan berbagai pihak filantropi. Sementara pemerintah berperan dalam dukungan tenaga dan fasilitasi,” jelas Noneng.bIa menambahkan, secara umum angka kemiskinan di Jawa Barat juga mengalami penurunan dari 7,08 persen menjadi 6,78 persen pada September 2024, termasuk penurunan tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

Meski posisi Kota Sukabumi dalam peringkat kemiskinan se-Jawa Barat masih tergolong rendah, Noneng menilai tren penurunannya cukup signifikan dalam setahun terakhir. “Penurunannya cukup tinggi, ini menunjukkan intervensi yang dilakukan sudah berada di jalur yang tepat,” katanya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Kampung Sosial Digencarkan, Pemkot Sukabumi Targetkan Kemiskinan Turun 1 Persen per Tahun

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi mulai mengakselerasi penanganan persoalan sosial melalui program Kampung Sosial Pelayanan Sosial Terpadu berbasis wilayah. Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi di Taman Cikondang, Kecamatan Citamiang, Selasa (7/4/2026).

Program tersebut merupakan hasil intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial yang menyasar langsung masyarakat pemerlu pelayanan sosial (PPS). Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.

“Alhamdulillah hari ini ada intervensi dari provinsi untuk Kota Sukabumi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Jawa Barat yang telah melaksanakan Kampung Sosial di wilayah Cikondang, Kecamatan Citamiang,” ujar Ayep. Ia menerangkan, program ini menjadi langkah awal menuju visi besar menjadikan Sukabumi sebagai “Kota Sosial” yang berorientasi pada keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

Menurut Ayep, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah menurunkan angka stunting, kemiskinan, dan pengangguran, sekaligus mendorong penguatan UMKM berbasis dukungan filantropi. “Kita ingin menciptakan keadilan sosial bagi seluruh warga. Ini dimulai dari Kampung Sosial, lalu kita tingkatkan menjadi Kota Sosial,” katanya.

Ayep menambahkan, upaya tersebut akan didukung melalui kolaborasi berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBD, bantuan sosial pemerintah pusat dan provinsi, hingga kontribusi lembaga filantropi seperti Yayasan Doa Bangsa yang aktif memberikan bantuan perumahan dan beasiswa.

Dalam kesempatan itu, Ayep juga mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kota Sukabumi mengalami penurunan dari 7,2 persen menjadi 6,9 persen atau turun 0,3 persen. Meski demikian, pemerintah menargetkan penurunan sebesar 1 persen setiap tahun.
” Kuncinya adalah intervensi bersama seluruh pemangku kepentingan, tidak bisa parsial. Semua harus bersatu,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, menjelaskan bahwa program Kampung Sosial merupakan inisiatif yang akan diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Di Kelurahan Ciknddang, tercatat sebanyak 143 warga masuk kategori pemerlu pelayanan sosial yang mendapatkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari kursi roda, sembako, rehabilitasi sosial, hingga pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha.

“Program ini tidak menggunakan anggaran APBD secara langsung, melainkan mengandalkan kolaborasi dengan berbagai pihak filantropi. Sementara pemerintah berperan dalam dukungan tenaga dan fasilitasi,” jelas Noneng.bIa menambahkan, secara umum angka kemiskinan di Jawa Barat juga mengalami penurunan dari 7,08 persen menjadi 6,78 persen pada September 2024, termasuk penurunan tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

Meski posisi Kota Sukabumi dalam peringkat kemiskinan se-Jawa Barat masih tergolong rendah, Noneng menilai tren penurunannya cukup signifikan dalam setahun terakhir. “Penurunannya cukup tinggi, ini menunjukkan intervensi yang dilakukan sudah berada di jalur yang tepat,” katanya.

Berita Lainnya

Screenshot 20261005 124600 Instagram
Upacara Peringatan HUT Ke-81 TNI Tingkat Kota Sukabumi Digelar di Lapang Merdeka
Screenshot 20261005 122248 Google
Pemkot Sukabumi Perpanjang Penghapusan Denda PBB-P2 hingga Desember 2026
IMG 20261004 WA0002
Dua Hari Pencarian, Remaja yang Terseret Arus di Pantai Istiqomah Sukabumi Belum Ditemukan
Screenshot 20261004 155959 Instagram
Operasi Penanganan Kebakaran TPA Cikundul Sukabumi Ditutup
Screenshot 20261004 155020 Instagram
Mahasiswa di Sukabumi Didorong Jadi Tenaga Kerja Siap Pakai dan Wirausaha

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top