Stadion Suryakencana Terdampak Usai Konser, Disporapar Sukabumi Janji Evaluasi: PAD Diklaim Naik, Venue Minim – SUKABUMI KINI

Selasa, 22 September 2026

Stadion Suryakencana Terdampak Usai Konser, Disporapar Sukabumi Janji Evaluasi: PAD Diklaim Naik, Venue Minim

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Kondisi Stadion Suryakencana (Surken) Kota Sukabumi menjadi sorotan setelah digunakan untuk kegiatan konser pada Ahad (19/4/2026). Tumpukan sampah hingga kondisi lapangan yang dinilai “ledok” mendorong Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, mengatakan pihaknya tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan. Evaluasi akan dilakukan melalui survei langsung di lapangan, sebelum kemudian dibahas bersama event organizer (EO) penyelenggara konser.

“Baik sampah yang menumpuk maupun kondisi lapangan yang ledok, kami akan survei dan evaluasi terlebih dahulu. Hasilnya nanti akan dibicarakan dengan pihak EO. Insya Allah ada solusi kalau dibicarakan dengan baik,” ujar Rahmat, Rabu (22/4/2026). Ia menegaskan, kegiatan hiburan seperti konser tetap menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Sukabumi.

Menurut Rahmat, sektor entertainment merupakan salah satu subsektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, ia mengakui keterbatasan fasilitas menjadi tantangan tersendiri.

Saat ini, Kota Sukabumi dinilai masih minim lokasi yang representatif untuk menggelar kegiatan berskala besar. “Kita memang masih terbatas venue. Saat ini hanya ada Lapang Merdeka, Gedung Aher, dan kemarin kita gunakan Surken. Ke depan mudah-mudahan kita punya lebih banyak pilihan,” katanya.

Di sisi lain, pemanfaatan Stadion Suryakencana untuk kegiatan non-olahraga justru memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Rahmat mengungkapkan adanya lonjakan pendapatan yang cukup tajam dalam waktu singkat.

“Dari sisi PAD, Alhamdulillah ada peningkatan besar. Tahun 2025 hanya sekitar Rp1,2 juta. Sekarang baru empat bulan berjalan sudah mencapai sekitar Rp51 juta. Ini peningkatan yang sangat signifikan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Rahmat juga menyoroti efek domino dari kegiatan konser yang dinilai melampaui hitungan finansial langsung. Mulai dari meningkatnya kunjungan ke Kota Sukabumi, okupansi hotel, hingga perputaran ekonomi pelaku UMKM.

“Kunjungan meningkat, Sukabumi makin dikenal, hotel terisi, UMKM bergerak. Banyak dampak yang tidak bisa dinilai dengan angka,” ucap Rahmat.

Sebagai langkah ke depan, Pemkot Sukabumi tengah menyiapkan rencana pengembangan infrastruktur untuk mendukung industri hiburan. Salah satunya melalui usulan renovasi Stadion Suryakencana ke pemerintah pusat.

“Kita akan usulkan renovasi ke Kemenpora, Kementerian PU, atau kementerian terkait lainnya. Ini sedang kita upayakan,” katanya. Selain itu, Pemkot juga berencana membangun kawasan baru sebagai pusat kegiatan hiburan, yakni Lapang Dekade (Lapdek) jilid dua di wilayah Cibeureum.

Tahap awal pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini. “Mudah-mudahan tahun ini kita bisa mulai dari pembangunan jembatannya dulu. Ke depan konser-konser akan kita pusatkan di sana,” ujar Rahmat.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Stadion Suryakencana Terdampak Usai Konser, Disporapar Sukabumi Janji Evaluasi: PAD Diklaim Naik, Venue Minim

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Kondisi Stadion Suryakencana (Surken) Kota Sukabumi menjadi sorotan setelah digunakan untuk kegiatan konser pada Ahad (19/4/2026). Tumpukan sampah hingga kondisi lapangan yang dinilai “ledok” mendorong Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, mengatakan pihaknya tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan. Evaluasi akan dilakukan melalui survei langsung di lapangan, sebelum kemudian dibahas bersama event organizer (EO) penyelenggara konser.

“Baik sampah yang menumpuk maupun kondisi lapangan yang ledok, kami akan survei dan evaluasi terlebih dahulu. Hasilnya nanti akan dibicarakan dengan pihak EO. Insya Allah ada solusi kalau dibicarakan dengan baik,” ujar Rahmat, Rabu (22/4/2026). Ia menegaskan, kegiatan hiburan seperti konser tetap menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Sukabumi.

Menurut Rahmat, sektor entertainment merupakan salah satu subsektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, ia mengakui keterbatasan fasilitas menjadi tantangan tersendiri.

Saat ini, Kota Sukabumi dinilai masih minim lokasi yang representatif untuk menggelar kegiatan berskala besar. “Kita memang masih terbatas venue. Saat ini hanya ada Lapang Merdeka, Gedung Aher, dan kemarin kita gunakan Surken. Ke depan mudah-mudahan kita punya lebih banyak pilihan,” katanya.

Di sisi lain, pemanfaatan Stadion Suryakencana untuk kegiatan non-olahraga justru memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Rahmat mengungkapkan adanya lonjakan pendapatan yang cukup tajam dalam waktu singkat.

“Dari sisi PAD, Alhamdulillah ada peningkatan besar. Tahun 2025 hanya sekitar Rp1,2 juta. Sekarang baru empat bulan berjalan sudah mencapai sekitar Rp51 juta. Ini peningkatan yang sangat signifikan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Rahmat juga menyoroti efek domino dari kegiatan konser yang dinilai melampaui hitungan finansial langsung. Mulai dari meningkatnya kunjungan ke Kota Sukabumi, okupansi hotel, hingga perputaran ekonomi pelaku UMKM.

“Kunjungan meningkat, Sukabumi makin dikenal, hotel terisi, UMKM bergerak. Banyak dampak yang tidak bisa dinilai dengan angka,” ucap Rahmat.

Sebagai langkah ke depan, Pemkot Sukabumi tengah menyiapkan rencana pengembangan infrastruktur untuk mendukung industri hiburan. Salah satunya melalui usulan renovasi Stadion Suryakencana ke pemerintah pusat.

“Kita akan usulkan renovasi ke Kemenpora, Kementerian PU, atau kementerian terkait lainnya. Ini sedang kita upayakan,” katanya. Selain itu, Pemkot juga berencana membangun kawasan baru sebagai pusat kegiatan hiburan, yakni Lapang Dekade (Lapdek) jilid dua di wilayah Cibeureum.

Tahap awal pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini. “Mudah-mudahan tahun ini kita bisa mulai dari pembangunan jembatannya dulu. Ke depan konser-konser akan kita pusatkan di sana,” ujar Rahmat.

Berita Lainnya

Screenshot 20260922 141808 Gallery
Warga Sukabumi Bisa Ajukan Perbaikan Rumah Tak Layak Huni Secara Mandiri
Screenshot 20260922 124558 Gallery
Kader PKK dan Posyandu Dayeuhluhur Sukabumi Didorong Jadi Garda Terdepan Pilah Sampah dari Rumah
Screenshot 20260922 114935 Instagram
Luncurkan Sukasai, Pemkot Sukabumi Resmi Masuk Era AI
IMG 20260921 WA0013
Perkuat Penanganan Penyakit TBC, Kota Sukabumi Peroleh 977 Paket OAT Anak
IMG 20260921 WA0001
Hari Ini, Harga Daging Ayam di Pasar Sukabumi Rp 40 Ribu Per Kg dan Telur Ayam Rp 27 Ribu Per Kg

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top