Di Sukabumi, Pagelaran Teater Jadi Media Pelestarian Budaya – SUKABUMI KINI

Senin, 19 Oktober 2026

Di Sukabumi, Pagelaran Teater Jadi Media Pelestarian Budaya

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi akan menggiatkan pertunjukan kesenian berbasis teater sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendorong sekolah-sekolah menghadirkan pagelaran seni dan budaya secara rutin.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana di sela kegiatan sosialisasi tampilan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat dan Indonesia di SMAN 1 Kota Sukabumi, Selasa (19/5/2026).

Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan surat edaran kepada sekolah-sekolah agar aktif menyelenggarakan pertunjukan seni teater sebagai sarana pendidikan budaya bagi generasi muda.
<span;>“Nanti gubernur juga akan membuat surat edaran kepada sekolah-sekolah di Jawa Barat untuk membuat pagelaran-pagelaran kesenian teater,” ujarnya.

Bobby mengatakan, Kota Sukabumi memiliki potensi besar dalam pengembangan seni pertunjukan. Salah satunya terlihat dari kiprah teater di SMAN 1 Kota Sukabumi yang telah dikenal hingga tingkat provinsi.

” SMAN 1 teaternya sudah punya nama di tingkat provinsi. Jadi ini satu bentuk pelestarian budaya yang baik melalui pertunjukan,” kata Bobby. Ia menilai, pertunjukan teater dapat menjadi medium pembelajaran sejarah dan budaya yang lebih dekat dengan generasi muda.

Melalui pementasan, masyarakat dapat memahami kembali berbagai peristiwa masa lalu tanpa kehilangan semangat untuk menjaga warisan budaya. “Yang penting esensinya dan sikap optimistis itu tidak berkurang sama sekali untuk melestarikan budaya,” ujarnya.

Di sisi lain Bobby menyebutkan, kegiatan sosialisasi WBTB tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Sukabumi melalui pendekatan pendidikan. Program itu merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesia, dan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath melalui program “Road to School” yang dimulai di SMAN 1 Kota Sukabumi.

Selain memperkenalkan Golok Kala Petok, kegiatan tersebut juga menampilkan berbagai warisan budaya lain khas Sukabumi, seperti Silat Maung Modas, Boles, Ngagotong Lisung, dan Lisung Ngamuk yang sarat nilai filosofi kehidupan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestarikan kebudayaannya dan belajar dari sejarah masa lalu,” kata Bobby.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Di Sukabumi, Pagelaran Teater Jadi Media Pelestarian Budaya

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi akan menggiatkan pertunjukan kesenian berbasis teater sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendorong sekolah-sekolah menghadirkan pagelaran seni dan budaya secara rutin.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana di sela kegiatan sosialisasi tampilan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat dan Indonesia di SMAN 1 Kota Sukabumi, Selasa (19/5/2026).

Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan surat edaran kepada sekolah-sekolah agar aktif menyelenggarakan pertunjukan seni teater sebagai sarana pendidikan budaya bagi generasi muda.
<span;>“Nanti gubernur juga akan membuat surat edaran kepada sekolah-sekolah di Jawa Barat untuk membuat pagelaran-pagelaran kesenian teater,” ujarnya.

Bobby mengatakan, Kota Sukabumi memiliki potensi besar dalam pengembangan seni pertunjukan. Salah satunya terlihat dari kiprah teater di SMAN 1 Kota Sukabumi yang telah dikenal hingga tingkat provinsi.

” SMAN 1 teaternya sudah punya nama di tingkat provinsi. Jadi ini satu bentuk pelestarian budaya yang baik melalui pertunjukan,” kata Bobby. Ia menilai, pertunjukan teater dapat menjadi medium pembelajaran sejarah dan budaya yang lebih dekat dengan generasi muda.

Melalui pementasan, masyarakat dapat memahami kembali berbagai peristiwa masa lalu tanpa kehilangan semangat untuk menjaga warisan budaya. “Yang penting esensinya dan sikap optimistis itu tidak berkurang sama sekali untuk melestarikan budaya,” ujarnya.

Di sisi lain Bobby menyebutkan, kegiatan sosialisasi WBTB tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Sukabumi melalui pendekatan pendidikan. Program itu merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesia, dan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath melalui program “Road to School” yang dimulai di SMAN 1 Kota Sukabumi.

Selain memperkenalkan Golok Kala Petok, kegiatan tersebut juga menampilkan berbagai warisan budaya lain khas Sukabumi, seperti Silat Maung Modas, Boles, Ngagotong Lisung, dan Lisung Ngamuk yang sarat nilai filosofi kehidupan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestarikan kebudayaannya dan belajar dari sejarah masa lalu,” kata Bobby.

Berita Lainnya

Screenshot 20261018 142345 Gallery
Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo, Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat di Sukabumi
IMG 20261017 WA0004
PMI Kota Sukabumi Gelar Pelatihan Inklusi Digital, Tunanetra Belajar Akses Pertemuan Daring
IMG 20261017 WA0001
Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, PMI Kota Sukabumi Dorong Pembentukan Pokja Peringatan Dini Banjir
Screenshot 20261016 203933 Instagram
Kirab Pamit di Sukabumi, 1.161 Siswa SIP Angkatan ke-56 Akhiri Pendidikan dan Siap Jadi Perwira Polri
IMG 20261016 WA0028
Hari Ini, Harga Telur Ayam di Sukabumi Naik Jadi Rp 26.000 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top