Di Sukabumi, Pagelaran Teater Jadi Media Pelestarian Budaya – SUKABUMI KINI

Minggu, 23 Agustus 2026

Di Sukabumi, Pagelaran Teater Jadi Media Pelestarian Budaya

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi akan menggiatkan pertunjukan kesenian berbasis teater sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendorong sekolah-sekolah menghadirkan pagelaran seni dan budaya secara rutin.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana di sela kegiatan sosialisasi tampilan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat dan Indonesia di SMAN 1 Kota Sukabumi, Selasa (19/5/2026).

Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan surat edaran kepada sekolah-sekolah agar aktif menyelenggarakan pertunjukan seni teater sebagai sarana pendidikan budaya bagi generasi muda.
<span;>“Nanti gubernur juga akan membuat surat edaran kepada sekolah-sekolah di Jawa Barat untuk membuat pagelaran-pagelaran kesenian teater,” ujarnya.

Bobby mengatakan, Kota Sukabumi memiliki potensi besar dalam pengembangan seni pertunjukan. Salah satunya terlihat dari kiprah teater di SMAN 1 Kota Sukabumi yang telah dikenal hingga tingkat provinsi.

” SMAN 1 teaternya sudah punya nama di tingkat provinsi. Jadi ini satu bentuk pelestarian budaya yang baik melalui pertunjukan,” kata Bobby. Ia menilai, pertunjukan teater dapat menjadi medium pembelajaran sejarah dan budaya yang lebih dekat dengan generasi muda.

Melalui pementasan, masyarakat dapat memahami kembali berbagai peristiwa masa lalu tanpa kehilangan semangat untuk menjaga warisan budaya. “Yang penting esensinya dan sikap optimistis itu tidak berkurang sama sekali untuk melestarikan budaya,” ujarnya.

Di sisi lain Bobby menyebutkan, kegiatan sosialisasi WBTB tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Sukabumi melalui pendekatan pendidikan. Program itu merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesia, dan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath melalui program “Road to School” yang dimulai di SMAN 1 Kota Sukabumi.

Selain memperkenalkan Golok Kala Petok, kegiatan tersebut juga menampilkan berbagai warisan budaya lain khas Sukabumi, seperti Silat Maung Modas, Boles, Ngagotong Lisung, dan Lisung Ngamuk yang sarat nilai filosofi kehidupan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestarikan kebudayaannya dan belajar dari sejarah masa lalu,” kata Bobby.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Di Sukabumi, Pagelaran Teater Jadi Media Pelestarian Budaya

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi akan menggiatkan pertunjukan kesenian berbasis teater sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendorong sekolah-sekolah menghadirkan pagelaran seni dan budaya secara rutin.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana di sela kegiatan sosialisasi tampilan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat dan Indonesia di SMAN 1 Kota Sukabumi, Selasa (19/5/2026).

Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan surat edaran kepada sekolah-sekolah agar aktif menyelenggarakan pertunjukan seni teater sebagai sarana pendidikan budaya bagi generasi muda.
<span;>“Nanti gubernur juga akan membuat surat edaran kepada sekolah-sekolah di Jawa Barat untuk membuat pagelaran-pagelaran kesenian teater,” ujarnya.

Bobby mengatakan, Kota Sukabumi memiliki potensi besar dalam pengembangan seni pertunjukan. Salah satunya terlihat dari kiprah teater di SMAN 1 Kota Sukabumi yang telah dikenal hingga tingkat provinsi.

” SMAN 1 teaternya sudah punya nama di tingkat provinsi. Jadi ini satu bentuk pelestarian budaya yang baik melalui pertunjukan,” kata Bobby. Ia menilai, pertunjukan teater dapat menjadi medium pembelajaran sejarah dan budaya yang lebih dekat dengan generasi muda.

Melalui pementasan, masyarakat dapat memahami kembali berbagai peristiwa masa lalu tanpa kehilangan semangat untuk menjaga warisan budaya. “Yang penting esensinya dan sikap optimistis itu tidak berkurang sama sekali untuk melestarikan budaya,” ujarnya.

Di sisi lain Bobby menyebutkan, kegiatan sosialisasi WBTB tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Sukabumi melalui pendekatan pendidikan. Program itu merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesia, dan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath melalui program “Road to School” yang dimulai di SMAN 1 Kota Sukabumi.

Selain memperkenalkan Golok Kala Petok, kegiatan tersebut juga menampilkan berbagai warisan budaya lain khas Sukabumi, seperti Silat Maung Modas, Boles, Ngagotong Lisung, dan Lisung Ngamuk yang sarat nilai filosofi kehidupan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestarikan kebudayaannya dan belajar dari sejarah masa lalu,” kata Bobby.

Berita Lainnya

IMG 20260823 WA0007
Semarak HUT ke-81 RI di RW 01 Tipar, Anggota DPRD Kota Sukabumi Inggu Sudeni : Ajang Perkuat Kerukunan
IMG 20260823 WA0001
Rekonstruksi Jalan Prana Selesai, Wali Kota Sukabumi Tekankan Komitmen Infrastruktur Berkualitas
IMG 20260822 WA0020
Retakan Perbaikan Jalan Prana Disorot, Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi Inggu Sudeni Minta Bongkar dan Ditangani
IMG 20260822 WA0018
Komisi II DPRD Kota Sukabumi Temukan Retakan dan Drainase Belum Ada di Perbaikan Jalan Prana
IMG 20260822 WA0026
Tinjau Perbaikan Jalan Prana, Wali Kota Sukabumi : Pengecoran Beton Rampung dan Akses Kembali Dibuka

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top