SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Reses masa persidangan III tahun sidang 2025–2026 yang digelar anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PKS, Ahmad Farid, di RW 09 Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Senin (25/5/2026), diwarnai berbagai aspirasi warga. Salah satunya terkait persoalan sampah.
Dalam kegiatan yang berlangsung di kampung halamannya itu, Ahmad Farid menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari. Mulai dari isu kebersihan, pendidikan, hingga ekonomi warga.
“ Saya melaksanakan amanat aturan untuk reses masa sidang ketiga tahun 2025–2026. Bertempat di tanah tumpah kelahiran saya di Kebonjati. Alhamdulillah antusias masyarakat tinggi, banyak harapan yang disampaikan dan kami dengar langsung,” ujar Ahmad Farid. Menurut dia, persoalan sampah menjadi isu yang paling dominan disampaikan warga.
Terlebih setelah sejumlah bak sampah atau tempat pembuangan sementara (TPS) di beberapa titik dihilangkan. “Sebetulnya tadi terungkap soal sampah, pendidikan, ekonomi, itu suara-suara grassroot yang muncul. Mudah-mudahan saya bisa menjembatani,” katanya.
Terkait penghilangan sejumlah TPS, Ahmad Farid menjelaskan, beberapa titik pembuangan sampah dipindahkan ke TPS 3R yang melayani beberapa wilayah. Namun, persoalan pengangkutan sampah masih menjadi kendala di lapangan.
“TPS-TPS yang muncul itu memang dihilangkan. Ada yang dipindahkan ke TPS 3R . Tapi tadi muncul lagi persoalan penarikannya,” ujar Farid. Ia menilai persoalan sampah tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah.
Menurut Farid, perlu keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan masing-masing. “Kalau soal sampah, saya berprinsip ini bukan hanya masalah pemerintah saja. Semua harus berkolaborasi dan bersinergi. Saya juga menyarankan agar dikelola mandiri bersama warga,” katanya.
Ahmad Farid mengakui, penutupan TPS di beberapa titik juga dilakukan atas permintaan warga karena menimbulkan bau dan mengganggu lingkungan sekitar. “Ini harus bijak juga. Ada warga yang terdampak bau, ada juga warga yang butuh solusi pembuangan sampah. Jadi memang harus dipikirkan bersama-sama,” jelasnya.
Dalam reses tersebut, warga juga menyampaikan usulan pengadaan roda sampah untuk membantu pengangkutan dari lingkungan permukiman. Ahmad Farid mengaku akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui slot program yang dimilikinya. “Mudah-mudahan ini bisa langsung saya follow up semua,” katanya.
