Kemarau Mulai Berdampak, BPBD Sukabumi Salurkan Air Bersih ke Dua Titik dan Petakan Wilayah Rawan Kekeringan – SUKABUMI KINI

Senin, 12 Oktober 2026

Kemarau Mulai Berdampak, BPBD Sukabumi Salurkan Air Bersih ke Dua Titik dan Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Selain menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, BPBD juga melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, terutama di kawasan pertanian.

Koordinator Lapangan BPBD Kota Sukabumi, Yudi Kristianto, mengatakan hingga saat ini bantuan air bersih baru disalurkan ke dua lokasi yang terdampak. Kedua titik tersebut berada di SLB Budi Nurani, Jalan Lio Balandongan Nomor 169, Komplek Propelat RT 03 RW 02, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, serta kawasan Jalan Proklamasi RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 04, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu.

Menurut Yudi, BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi apabila musim kemarau semakin panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana bergerak cepat melakukan peninjauan ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan terdampak kekeringan sebagai langkah antisipasi.

Pemantauan dilakukan dengan menyasar lahan pertanian warga di Jalan Selaater RW 01 dan Kampung Sudajaya RW 04, Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum. Tim mengecek kondisi sumber air sekaligus memetakan tingkat kerawanan agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih dini.

“Pengecekan ini bertujuan memetakan potensi risiko kekeringan pada lahan pertanian sekaligus berkoordinasi dengan masyarakat agar ketersediaan air tetap terjaga dan dampak kemarau dapat diminimalkan,” ujar Yoseph. BPBD memastikan pemantauan akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung.

Jika ditemukan wilayah lain yang mulai mengalami krisis air bersih maupun ancaman kekeringan pada lahan pertanian, bantuan dan langkah penanganan akan segera disiapkan agar dampaknya tidak semakin meluas.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Kemarau Mulai Berdampak, BPBD Sukabumi Salurkan Air Bersih ke Dua Titik dan Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Selain menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, BPBD juga melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, terutama di kawasan pertanian.

Koordinator Lapangan BPBD Kota Sukabumi, Yudi Kristianto, mengatakan hingga saat ini bantuan air bersih baru disalurkan ke dua lokasi yang terdampak. Kedua titik tersebut berada di SLB Budi Nurani, Jalan Lio Balandongan Nomor 169, Komplek Propelat RT 03 RW 02, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, serta kawasan Jalan Proklamasi RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 04, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu.

Menurut Yudi, BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi apabila musim kemarau semakin panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana bergerak cepat melakukan peninjauan ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan terdampak kekeringan sebagai langkah antisipasi.

Pemantauan dilakukan dengan menyasar lahan pertanian warga di Jalan Selaater RW 01 dan Kampung Sudajaya RW 04, Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum. Tim mengecek kondisi sumber air sekaligus memetakan tingkat kerawanan agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih dini.

“Pengecekan ini bertujuan memetakan potensi risiko kekeringan pada lahan pertanian sekaligus berkoordinasi dengan masyarakat agar ketersediaan air tetap terjaga dan dampak kemarau dapat diminimalkan,” ujar Yoseph. BPBD memastikan pemantauan akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung.

Jika ditemukan wilayah lain yang mulai mengalami krisis air bersih maupun ancaman kekeringan pada lahan pertanian, bantuan dan langkah penanganan akan segera disiapkan agar dampaknya tidak semakin meluas.

Berita Lainnya

Screenshot 20261011 185922 Instagram
Menaker Yassierli Buka Pelatihan Vokasi di Sukabumi, Penyandang Disabilitas Turut Dilibatkan
IMG 20261011 WA0010
Lima Pengunjung Terseret Ombak di Pantai Cibuaya Sukabumi, Dua Masih Dicari
Screenshot 20261011 104953 Instagram
Gempa M 5,7 Guncang Sukabumi, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Screenshot 20261010 142049 Google
PMI Kota Sukabumi Gelar Webinar Bulan PRB 2026, Kupas Peran AI untuk Kesiapsiagaan Bencana
IMG 20261009 WA0018
Harga Daging Ayam di Pasar Sukabumi Naik Jadi Rp 40.000 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top