PMI Kabupaten Sukabumi Bergerak Cepat, Relawan Layani Penyintas Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya – SUKABUMI KINI

Selasa, 27 Oktober 2026

PMI Kabupaten Sukabumi Bergerak Cepat, Relawan Layani Penyintas Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda kawasan permukiman adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/7/2026). Sejumlah relawan diterjunkan untuk membantu evakuasi, asesmen, serta memberikan layanan kemanusiaan kepada warga terdampak.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi Hondo Suwito mengatakan, PMI segera mengaktifkan respons darurat dengan mengoptimalkan peran Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Kecamatan Cisolok, yang berada di lokasi kejadian.“Begitu menerima laporan kejadian kebakaran, Posko PMI Kabupaten Sukabumi diaktivasi, langsung mengoptimalkan peran Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Kecamatan Cisolok yang bergerak cepat menuju lokasi dan melakukan respon awal,” ujarnya.

Menurut Hondo, Relawan SIBAT langsung melakukan asesmen awal, membantu evakuasi warga, serta berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur terkait lainnya. Selain itu, secara inisiasi Relawan SIBAT PMI juga telah mendistribusikan makanan siap saji kepada warga terdampak sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar para penyintas yang harus mengungsi akibat rumah mereka terbakar.

Keberadaan relawan SIBAT yang berasal dari masyarakat setempat lanjut Hondo, menjadi kekuatan utama dalam penanganan awal bencana karena memahami kondisi wilayah, akses menuju lokasi, serta kebutuhan masyarakat terdampak. ”Relawan SIBAT merupakan garda terdepan PMI di tingkat masyarakat. Mereka mampu memberikan respons awal dengan cepat sebelum bantuan lanjutan tiba. Kami mengapresiasi dedikasi seluruh relawan dan petugas gabungan yang bekerja tanpa henti dalam penanganan kebakaran ini,” tambahnya.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, kebutuhan mendesak masyarakat terdampak meliputi bantuan kebutuhan dasar, layanan kesehatan dan obat-obatan, dukungan air bersih dan sanitasi darurat (WASH), paket sembako, kitchen set, family kit, hygiene kit, baby kit, terpal, serta pakaian baru.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu menghanguskan puluhan rumah panggung tradisional yang sebagian besar berbahan kayu dengan atap ijuk. Material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dan menyelimuti kawasan perbukitan di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil asesmen sementara BPBD dan PMI Kabupaten Sukabumi hingga Sabtu (25/7/2026) pukul 22.40 WIB, sebanyak 51 unit rumah dinyatakan hangus terbakar. Data tersebut merupakan pembaruan dari laporan awal yang menyebutkan sekitar 70 rumah terdampak setelah dilakukan verifikasi dan pendataan lanjutan di lapangan.

Dari jumlah tersebut, 27 rumah berada di RT 07/RW 02 yang dihuni 27 kepala keluarga atau 82 jiwa, sedangkan 24 rumah lainnya berada di RT 05/RW 02 dengan jumlah jiwa yang masih dalam proses pendataan. Tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut dan seluruh warga berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar. Atep Maulana

Berita Lainnya

Kategori Berita

PMI Kabupaten Sukabumi Bergerak Cepat, Relawan Layani Penyintas Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda kawasan permukiman adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/7/2026). Sejumlah relawan diterjunkan untuk membantu evakuasi, asesmen, serta memberikan layanan kemanusiaan kepada warga terdampak.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi Hondo Suwito mengatakan, PMI segera mengaktifkan respons darurat dengan mengoptimalkan peran Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Kecamatan Cisolok, yang berada di lokasi kejadian.“Begitu menerima laporan kejadian kebakaran, Posko PMI Kabupaten Sukabumi diaktivasi, langsung mengoptimalkan peran Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Kecamatan Cisolok yang bergerak cepat menuju lokasi dan melakukan respon awal,” ujarnya.

Menurut Hondo, Relawan SIBAT langsung melakukan asesmen awal, membantu evakuasi warga, serta berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur terkait lainnya. Selain itu, secara inisiasi Relawan SIBAT PMI juga telah mendistribusikan makanan siap saji kepada warga terdampak sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar para penyintas yang harus mengungsi akibat rumah mereka terbakar.

Keberadaan relawan SIBAT yang berasal dari masyarakat setempat lanjut Hondo, menjadi kekuatan utama dalam penanganan awal bencana karena memahami kondisi wilayah, akses menuju lokasi, serta kebutuhan masyarakat terdampak. ”Relawan SIBAT merupakan garda terdepan PMI di tingkat masyarakat. Mereka mampu memberikan respons awal dengan cepat sebelum bantuan lanjutan tiba. Kami mengapresiasi dedikasi seluruh relawan dan petugas gabungan yang bekerja tanpa henti dalam penanganan kebakaran ini,” tambahnya.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, kebutuhan mendesak masyarakat terdampak meliputi bantuan kebutuhan dasar, layanan kesehatan dan obat-obatan, dukungan air bersih dan sanitasi darurat (WASH), paket sembako, kitchen set, family kit, hygiene kit, baby kit, terpal, serta pakaian baru.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu menghanguskan puluhan rumah panggung tradisional yang sebagian besar berbahan kayu dengan atap ijuk. Material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dan menyelimuti kawasan perbukitan di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil asesmen sementara BPBD dan PMI Kabupaten Sukabumi hingga Sabtu (25/7/2026) pukul 22.40 WIB, sebanyak 51 unit rumah dinyatakan hangus terbakar. Data tersebut merupakan pembaruan dari laporan awal yang menyebutkan sekitar 70 rumah terdampak setelah dilakukan verifikasi dan pendataan lanjutan di lapangan.

Dari jumlah tersebut, 27 rumah berada di RT 07/RW 02 yang dihuni 27 kepala keluarga atau 82 jiwa, sedangkan 24 rumah lainnya berada di RT 05/RW 02 dengan jumlah jiwa yang masih dalam proses pendataan. Tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut dan seluruh warga berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar. Atep Maulana

Berita Lainnya

Screenshot 20261027 161007 ChatGPT
Grebeg Desil di Tipar, Dinsos Sukabumi Ungkap Cara Perbaiki Data Bansos
IMG 20261027 WA0006
Jalan hingga Irigasi Jadi Sorotan, Sukabumi Jemput Dukungan Pemerintah Pusat
IMG 20261026 WA0022
Harga Daging Ayam dan Telur di Sukabumi Turun, Ini Rincian Terbarunya
Screenshot 20261026 155600 ChatGPT
BCA Syariah Gandeng Empat Bank, Perkuat Pengelolaan Likuiditas Syariah
Screenshot 20261026 105836 Gallery
Pasutri Three in One Diluncurkan di Sukabumi, Nikah Langsung Dapat Buku Nikah, KTP, dan KK

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top