BMKG: Sukabumi Rawan Gempa Tektonik, Mitigasi dan Latihan Jadi Kunci Keselamatan – SUKABUMI KINI

Senin, 21 September 2026

BMKG: Sukabumi Rawan Gempa Tektonik, Mitigasi dan Latihan Jadi Kunci Keselamatan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan Sukabumi merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang memiliki potensi tinggi mengalami gempa bumi tektonik. Karena itu, penguatan mitigasi dan edukasi kebencanaan dinilai menjadi langkah paling penting untuk meminimalkan risiko korban saat bencana terjadi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, saat membuka Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) Kota Sukabumi Tahun 2026 di SMAN 3 Kota Sukabumi, Selasa (4/8/2026).

Menurut Rahayu, Sukabumi berada di kawasan yang dipengaruhi sejumlah sumber gempa, mulai dari zona megathrust di selatan Jawa hingga keberadaan Sesar Cimandiri yang memiliki beberapa segmen aktif. Kondisi tersebut membuat ancaman gempa tidak bisa diabaikan.

“Gempa bumi tidak bisa diprediksi kapan terjadi maupun berapa besar kekuatannya. Yang bisa kita lakukan adalah memperkuat mitigasi melalui edukasi dan latihan secara berkelanjutan,” ujar Rahayu. Ia menjelaskan, Sekolah Lapang Gempa Bumi bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi.

Menurutnya, latihan rutin penting dilakukan agar masyarakat tidak panik ketika menghadapi situasi darurat. “Ketika gempa terjadi banyak orang bisa mengalami blank karena tidak terbiasa menghadapi situasi tersebut. Karena itu simulasi harus terus dilatih,” katanya.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan peningkatan kesiapsiagaan warga menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, edukasi kebencanaan harus terus dilakukan melalui pelatihan, sekolah, hingga media sosial agar masyarakat memahami tindakan penyelamatan diri saat gempa terjadi.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana masyarakat siap. Kalau sudah pernah mendapatkan edukasi dan latihan, minimal saat gempa terjadi masyarakat tahu apa yang harus dilakukan,” kata Bobby. Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sukabumi melalui BPBD telah memberikan edukasi kebencanaan kepada para pelajar, termasuk saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Bobby berharap penyebaran informasi mengenai langkah-langkah penyelamatan diri terus digencarkan. Menurutnya, manfaat edukasi kebencanaan sering kali baru dirasakan ketika bencana benar-benar terjadi sehingga upaya sosialisasi tidak boleh berhenti.

Berita Lainnya

Kategori Berita

BMKG: Sukabumi Rawan Gempa Tektonik, Mitigasi dan Latihan Jadi Kunci Keselamatan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan Sukabumi merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang memiliki potensi tinggi mengalami gempa bumi tektonik. Karena itu, penguatan mitigasi dan edukasi kebencanaan dinilai menjadi langkah paling penting untuk meminimalkan risiko korban saat bencana terjadi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, saat membuka Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) Kota Sukabumi Tahun 2026 di SMAN 3 Kota Sukabumi, Selasa (4/8/2026).

Menurut Rahayu, Sukabumi berada di kawasan yang dipengaruhi sejumlah sumber gempa, mulai dari zona megathrust di selatan Jawa hingga keberadaan Sesar Cimandiri yang memiliki beberapa segmen aktif. Kondisi tersebut membuat ancaman gempa tidak bisa diabaikan.

“Gempa bumi tidak bisa diprediksi kapan terjadi maupun berapa besar kekuatannya. Yang bisa kita lakukan adalah memperkuat mitigasi melalui edukasi dan latihan secara berkelanjutan,” ujar Rahayu. Ia menjelaskan, Sekolah Lapang Gempa Bumi bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi.

Menurutnya, latihan rutin penting dilakukan agar masyarakat tidak panik ketika menghadapi situasi darurat. “Ketika gempa terjadi banyak orang bisa mengalami blank karena tidak terbiasa menghadapi situasi tersebut. Karena itu simulasi harus terus dilatih,” katanya.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan peningkatan kesiapsiagaan warga menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, edukasi kebencanaan harus terus dilakukan melalui pelatihan, sekolah, hingga media sosial agar masyarakat memahami tindakan penyelamatan diri saat gempa terjadi.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana masyarakat siap. Kalau sudah pernah mendapatkan edukasi dan latihan, minimal saat gempa terjadi masyarakat tahu apa yang harus dilakukan,” kata Bobby. Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sukabumi melalui BPBD telah memberikan edukasi kebencanaan kepada para pelajar, termasuk saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Bobby berharap penyebaran informasi mengenai langkah-langkah penyelamatan diri terus digencarkan. Menurutnya, manfaat edukasi kebencanaan sering kali baru dirasakan ketika bencana benar-benar terjadi sehingga upaya sosialisasi tidak boleh berhenti.

Berita Lainnya

IMG 20260920 WA0025
PKS Kota Sukabumi Kumpulkan Dewan Penasehat dan Pakar, Ada Apa?
IMG 20260920 WA0020
Kebiasaan Anak Gunakan HP Jadi Sorotan di Momen HUT Himpaudi Sukabumi
IMG 20260920 WA0017
Ratusan Guru PAUD Ikuti Edukasi Satuan Pendidikan Aman Bencana dalam Rangkaian HUT Himpaudi ke-21
IMG 20260920 WA0015
World Cleanup Day 2026 di Sukabumi, Pemuda Diajak Bergerak Bersihkan Lingkungan
IMG 20260919 WA0024
Terbatas Fasilitas dan Anggaran, Skateboard Sukabumi Tetap Bidik Porprov 2026

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top