SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi —Di dalam kobdisi musim kemarau yang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Sukabumi, aksi kemanusiaan kembali dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi. Bukan sekadar memberikan bantuan, PMI menghadirkan harapan melalui sedekah air bagi ratusan keluarga yang kesulitan memperoleh pasokan air bersih.
Dikutip dari website PMI Kota Sukabumi, pada Jumat (7/8/2026) PMI Kota Sukabumi bersama PMI Kecamatan Cibeureum mendistribusikan air bersih kepada warga di RW 07 dan RW 02, Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum. Sejak pagi, warga tampak mengantre dengan membawa galon, ember, jeriken, hingga berbagai wadah penampung air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.
Bagi warga yang sumber airnya mulai mengering, setiap tetes air memiliki arti penting. Air bersih tersebut akan digunakan untuk kebutuhan minum, memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga sanitasi keluarga selama musim kemarau berlangsung.
Distribusi kali ini menjangkau sedikitnya 360 kepala keluarga. Sebanyak 230 kepala keluarga berada di RW 07 yang meliputi RT 01, RT 02, dan RT 03, sedangkan 130 kepala keluarga lainnya berada di RW 02 yang meliputi RT 03, RT 04, dan RT 05.
Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad mengatakan, pihaknya terus meningkatkan respons terhadap wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan. Hingga Jumat, total air bersih yang telah disalurkan PMI Kota Sukabumi bersama Perumda Air Minum mencapai sekitar 80.000 liter.
“Sampai hari ini, total air bersih yang sudah didistribusikan PMI Kota Sukabumi bersama PDAM mencapai sekitar 80.000 liter. Distribusi ini akan terus kami lakukan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Dinar.
Menurutnya, bantuan air bersih bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mengedukasi warga agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat. Air yang kami distribusikan diprioritaskan untuk kebutuhan dasar. Karena itu, masyarakat juga kami imbau menggunakan air secara hemat dan menjaga kebersihan tempat penyimpanan,” katanya.
PMI Kota Sukabumi juga terus melakukan asesmen di sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan lokasi prioritas penyaluran bantuan berikutnya agar masyarakat yang paling membutuhkan dapat segera memperoleh akses air bersih.
Di tengah kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata terhadap warga. Bagi ratusan keluarga di Cibeureum Hilir, bantuan tersebut bukan sekadar pasokan air, melainkan juga harapan agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan meski sumber air di lingkungan mereka mulai menipis.
