Wali Kota Sukabumi Tegas Soal Judi Online ASN: PPPK Tak Diperpanjang, PNS Terancam Turun Pangkat – SUKABUMI KINI

Jumat, 4 September 2026

Wali Kota Sukabumi Tegas Soal Judi Online ASN: PPPK Tak Diperpanjang, PNS Terancam Turun Pangkat

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi tengah melakukan pemeriksaan terhadap ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang diduga terkait aktivitas judi online. Pemeriksaan dilakukan setelah data transaksi diturunkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, pemeriksaan saat ini dilakukan secara bertahap oleh Inspektorat Kota Sukabumi. Setiap hari, sekitar 15 hingga 20 orang diperiksa untuk memastikan keterkaitan mereka dengan aktivitas judi online. “Sekarang sudah dalam proses pemeriksaan kurang lebih per hari 20 orang, 15 sampai 20 orang. Dan kurang lebih sudah 80 atau 100 orang yang sudah diperiksa,” katanya, Kamis (3/8/2026).

Menurut Ayep, pemeriksaan tersebut akan menghasilkan pemetaan tingkat pelanggaran ASN, mulai dari kategori ringan hingga sangat berat. Ia mengatakan, nominal transaksi atau deposit judi online yang ditemukan sangat beragam.

Ada ASN yang hanya tercatat melakukan deposit sekitar Rp20.000, tetapi terdapat pula transaksi dengan nilai mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. “Yang biasa saja kan hanya Rp20.000. Tapi yang sangat berat ini kan yang Rp140 juta, yang Rp10 juta, Rp20 juta,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kata Ayep, nilai deposit judi online yang teridentifikasi dari sekitar 497 ASN pada 2025 mencapai Rp1,7 miliar. “Iya, total deposit judi online itu Rp1,7 miliar,” kata dia.

Ayep menegaskan, aktivitas judi online tidak dapat ditoleransi bagi ASN. Menurut dia, ASN memiliki tanggung jawab sebagai pelayan sekaligus contoh bagi masyarakat.

“Itu sangat dilarang, tidak boleh pegawai ASN ini judi online. Karena ASN ini pamong praja, pelayan masyarakat, contoh,” jelas Ayep. Ia memastikan Pemkot Sukabumi akan mengambil tindakan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Ayep meminta Inspektorat segera menyusun rekapitulasi hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya. “Saya langsung tegakkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan,” ujarnya.

Selain pemeriksaan, Ayep menyebut terdapat konsekuensi berbeda bagi ASN berdasarkan status kepegawaiannya dan tingkat pelanggaran. Untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang terbukti melakukan pelanggaran, Pemkot Sukabumi tidak akan memperpanjang masa kerjanya.“Yang PPPK yang memang terbukti, ini enggak mungkin diperpanjang. Kita enggak akan perpanjang,” tegas Ayep. Sementara bagi ASN berstatus pegawai negeri sipil (PNS), sanksi akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran dan aturan kepegawaian yang berlaku.

Menurut Ayep, sanksi terhadap PNS dapat berupa penurunan jabatan, penurunan pangkat atau golongan, maupun bentuk hukuman disiplin lainnya sesuai ketentuan. “Kalau PNS bisa turun jabatan, bisa golongan, dan lain sebagainya. Kita lihat saja. Dan itu ada rambu-rambunya, aturannya,” imbuhnya.

Ayep menegaskan, dirinya tidak akan melakukan intervensi terhadap proses pemberian sanksi. Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aturan yang berlaku.

“Saya akan meminta aturan saja yang bicara. Kalau aturan begini, ya,” ujarnya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Wali Kota Sukabumi Tegas Soal Judi Online ASN: PPPK Tak Diperpanjang, PNS Terancam Turun Pangkat

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi tengah melakukan pemeriksaan terhadap ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang diduga terkait aktivitas judi online. Pemeriksaan dilakukan setelah data transaksi diturunkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, pemeriksaan saat ini dilakukan secara bertahap oleh Inspektorat Kota Sukabumi. Setiap hari, sekitar 15 hingga 20 orang diperiksa untuk memastikan keterkaitan mereka dengan aktivitas judi online. “Sekarang sudah dalam proses pemeriksaan kurang lebih per hari 20 orang, 15 sampai 20 orang. Dan kurang lebih sudah 80 atau 100 orang yang sudah diperiksa,” katanya, Kamis (3/8/2026).

Menurut Ayep, pemeriksaan tersebut akan menghasilkan pemetaan tingkat pelanggaran ASN, mulai dari kategori ringan hingga sangat berat. Ia mengatakan, nominal transaksi atau deposit judi online yang ditemukan sangat beragam.

Ada ASN yang hanya tercatat melakukan deposit sekitar Rp20.000, tetapi terdapat pula transaksi dengan nilai mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. “Yang biasa saja kan hanya Rp20.000. Tapi yang sangat berat ini kan yang Rp140 juta, yang Rp10 juta, Rp20 juta,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kata Ayep, nilai deposit judi online yang teridentifikasi dari sekitar 497 ASN pada 2025 mencapai Rp1,7 miliar. “Iya, total deposit judi online itu Rp1,7 miliar,” kata dia.

Ayep menegaskan, aktivitas judi online tidak dapat ditoleransi bagi ASN. Menurut dia, ASN memiliki tanggung jawab sebagai pelayan sekaligus contoh bagi masyarakat.

“Itu sangat dilarang, tidak boleh pegawai ASN ini judi online. Karena ASN ini pamong praja, pelayan masyarakat, contoh,” jelas Ayep. Ia memastikan Pemkot Sukabumi akan mengambil tindakan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Ayep meminta Inspektorat segera menyusun rekapitulasi hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya. “Saya langsung tegakkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan,” ujarnya.

Selain pemeriksaan, Ayep menyebut terdapat konsekuensi berbeda bagi ASN berdasarkan status kepegawaiannya dan tingkat pelanggaran. Untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang terbukti melakukan pelanggaran, Pemkot Sukabumi tidak akan memperpanjang masa kerjanya.“Yang PPPK yang memang terbukti, ini enggak mungkin diperpanjang. Kita enggak akan perpanjang,” tegas Ayep. Sementara bagi ASN berstatus pegawai negeri sipil (PNS), sanksi akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran dan aturan kepegawaian yang berlaku.

Menurut Ayep, sanksi terhadap PNS dapat berupa penurunan jabatan, penurunan pangkat atau golongan, maupun bentuk hukuman disiplin lainnya sesuai ketentuan. “Kalau PNS bisa turun jabatan, bisa golongan, dan lain sebagainya. Kita lihat saja. Dan itu ada rambu-rambunya, aturannya,” imbuhnya.

Ayep menegaskan, dirinya tidak akan melakukan intervensi terhadap proses pemberian sanksi. Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aturan yang berlaku.

“Saya akan meminta aturan saja yang bicara. Kalau aturan begini, ya,” ujarnya.

Berita Lainnya

Screenshot 20260901 162249 Instagram
Wali Kota Sukabumi Tegas Soal Judi Online ASN: PPPK Tak Diperpanjang, PNS Terancam Turun Pangkat
IMG 20260903 WA0011
Kejar Pembangunan, DPRD Kota Sukabumi Percepat Pembahasan APBD Perubahan 2026
IMG 20260903 WA0010
Jalan Umum Diklaim sebagai Lahan Pribadi, Anggota DPRD Sukabumi Kang Danny Desak Penertiban
IMG 20260902 WA0022
Menunggu Kepastian TKD, Defisit Perubahan APBD Kota Sukabumi Berpotensi Tembus Rp 40,7 Miliar
IMG 20260902 WA0018
DPRD Kota Sukabumi Ubah Propemperda 2026, RTRW Masuk dan Aturan Investasi Jadi Prioritas

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top