Putri Bung Hatta Saksikan Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir di Sukabumi Resmi Jadi Museum – SUKABUMI KINI

Minggu, 13 September 2026

Putri Bung Hatta Saksikan Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir di Sukabumi Resmi Jadi Museum

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Peresmian Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Jalan Bhayangkara Nomor 166, Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Sabtu (12/9/2026). Momen bersejarah tersebut terasa semakin istimewa dengan hadirnya Meutia Farida Hatta Swasono, putri Mohammad Hatta, yang menyaksikan langsung peresmian museum yang menyimpan jejak perjalanan dua tokoh penting bangsa tersebut.

Museum itu diresmikan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon. Hadir pula keluarga Sutan Sjahrir, unsur Forkopimda Kota Sukabumi Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda, serta jajaran pimpinan Setukpa Lemdiklat Polri. Peresmian museum menjadi bagian penting dari upaya melestarikan sejarah sekaligus menghidupkan kembali rumah yang pernah menjadi tempat pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir sebagai ruang edukasi bagi masyarakat.

Fadli Zon mengapresiasi revitalisasi dan pembukaan Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Menurut dia, keberadaan bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Rumah pengasingan ini merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Tempat ini menjadi saksi perjalanan dan dinamika sejarah yang penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan,” ujar Fadli. Ia mengatakan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir merupakan dua tokoh besar yang memiliki peran penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Masa pengasingan keduanya menjadi bagian dari perjalanan sejarah yang penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda. Ia menjelaskan, rumah tersebut tidak hanya berkaitan dengan kisah pengasingan, tetapi juga menjadi saksi dinamika politik Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan.

Kala itu, terjadi perubahan kekuasaan yang sangat dinamis, mulai dari pemerintahan kolonial Belanda hingga pendudukan Jepang. Di tengah situasi tersebut, para tokoh bangsa tetap memikirkan masa depan Indonesia.

Fadli mengatakan masih banyak bagian dari sejarah Indonesia yang perlu ditelusuri dan dilengkapi. Ia mengibaratkan sejarah bangsa sebagai sebuah puzzle yang belum seluruhnya tersusun.

Karena itu, penelitian, dokumentasi, dan penguatan narasi sejarah dinilai perlu terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai perjalanan bangsa. “Rumah ini bukan sekadar bangunan, tetapi saksi dari berbagai peristiwa penting dalam perjalanan bangsa,” katanya.

Fadli menegaskan, pelestarian cagar budaya tidak boleh berhenti pada pemugaran bangunan. Museum harus dihidupkan melalui berbagai kegiatan agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Peresmian hari ini bukan hanya memugar bangunan. Kita berharap tempat ini menjadi bagian yang hidup di tengah masyarakat, terutama untuk menghadirkan nilai dan keteladanan dari para pendahulu kita,” ungkapnya.

Ia berharap Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir dapat berkembang menjadi pusat kegiatan kebudayaan sekaligus ruang pembelajaran sejarah. Berbagai kegiatan juga diharapkan terus digelar di museum tersebut sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya datang untuk melihat bangunan dan koleksi, tetapi juga terdorong untuk memahami sejarah yang tersimpan di baliknya.

Dengan semakin aktifnya museum, Fadli berharap tempat tersebut mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan untuk datang ke Sukabumi sekaligus mengenal lebih dekat jejak perjuangan para tokoh bangsa.
<span;>Peresmian museum juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi dalam menjaga warisan sejarah.

Fadli mengapresiasi sinergi antara Kementerian Kebudayaan, Pemkot Sukabumi, Setukpa Lemdiklat Polri, keluarga Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, serta berbagai pihak yang terlibat dalam proses revitalisasi.

Kehadiran Meutia Farida Hatta Swasono dalam peresmian tersebut turut memberikan makna tersendiri. Sebagai putri Mohammad Hatta, kehadirannya menjadi pengingat bahwa sejarah yang kini dirawat di dalam museum bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan warisan yang perlu terus disampaikan kepada generasi berikutnya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Putri Bung Hatta Saksikan Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir di Sukabumi Resmi Jadi Museum

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Peresmian Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Jalan Bhayangkara Nomor 166, Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Sabtu (12/9/2026). Momen bersejarah tersebut terasa semakin istimewa dengan hadirnya Meutia Farida Hatta Swasono, putri Mohammad Hatta, yang menyaksikan langsung peresmian museum yang menyimpan jejak perjalanan dua tokoh penting bangsa tersebut.

Museum itu diresmikan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon. Hadir pula keluarga Sutan Sjahrir, unsur Forkopimda Kota Sukabumi Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda, serta jajaran pimpinan Setukpa Lemdiklat Polri. Peresmian museum menjadi bagian penting dari upaya melestarikan sejarah sekaligus menghidupkan kembali rumah yang pernah menjadi tempat pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir sebagai ruang edukasi bagi masyarakat.

Fadli Zon mengapresiasi revitalisasi dan pembukaan Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Menurut dia, keberadaan bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Rumah pengasingan ini merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Tempat ini menjadi saksi perjalanan dan dinamika sejarah yang penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan,” ujar Fadli. Ia mengatakan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir merupakan dua tokoh besar yang memiliki peran penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Masa pengasingan keduanya menjadi bagian dari perjalanan sejarah yang penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda. Ia menjelaskan, rumah tersebut tidak hanya berkaitan dengan kisah pengasingan, tetapi juga menjadi saksi dinamika politik Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan.

Kala itu, terjadi perubahan kekuasaan yang sangat dinamis, mulai dari pemerintahan kolonial Belanda hingga pendudukan Jepang. Di tengah situasi tersebut, para tokoh bangsa tetap memikirkan masa depan Indonesia.

Fadli mengatakan masih banyak bagian dari sejarah Indonesia yang perlu ditelusuri dan dilengkapi. Ia mengibaratkan sejarah bangsa sebagai sebuah puzzle yang belum seluruhnya tersusun.

Karena itu, penelitian, dokumentasi, dan penguatan narasi sejarah dinilai perlu terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai perjalanan bangsa. “Rumah ini bukan sekadar bangunan, tetapi saksi dari berbagai peristiwa penting dalam perjalanan bangsa,” katanya.

Fadli menegaskan, pelestarian cagar budaya tidak boleh berhenti pada pemugaran bangunan. Museum harus dihidupkan melalui berbagai kegiatan agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Peresmian hari ini bukan hanya memugar bangunan. Kita berharap tempat ini menjadi bagian yang hidup di tengah masyarakat, terutama untuk menghadirkan nilai dan keteladanan dari para pendahulu kita,” ungkapnya.

Ia berharap Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir dapat berkembang menjadi pusat kegiatan kebudayaan sekaligus ruang pembelajaran sejarah. Berbagai kegiatan juga diharapkan terus digelar di museum tersebut sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya datang untuk melihat bangunan dan koleksi, tetapi juga terdorong untuk memahami sejarah yang tersimpan di baliknya.

Dengan semakin aktifnya museum, Fadli berharap tempat tersebut mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan untuk datang ke Sukabumi sekaligus mengenal lebih dekat jejak perjuangan para tokoh bangsa.
<span;>Peresmian museum juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi dalam menjaga warisan sejarah.

Fadli mengapresiasi sinergi antara Kementerian Kebudayaan, Pemkot Sukabumi, Setukpa Lemdiklat Polri, keluarga Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, serta berbagai pihak yang terlibat dalam proses revitalisasi.

Kehadiran Meutia Farida Hatta Swasono dalam peresmian tersebut turut memberikan makna tersendiri. Sebagai putri Mohammad Hatta, kehadirannya menjadi pengingat bahwa sejarah yang kini dirawat di dalam museum bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan warisan yang perlu terus disampaikan kepada generasi berikutnya.

Berita Lainnya

Screenshot 20260912 191016 Instagram
Anggota DPRD Sukabumi Inggu Sudeni Soroti Informasi Anak yang Ditolak Beberapa Kali di Rumah Sakit
IMG 20260912 WA0017
Putri Bung Hatta Saksikan Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir di Sukabumi Resmi Jadi Museum
IMG 20260911 WA0024
Harga Telur Ayam di Sukabumi Naik, Tembus Rp 27.000 per Kilogram
IMG 20260911 WA0000
Diskominfo Kota Sukabumi : SADA Jabar Permudah Intervensi Program
IMG 20260911 WA0017
Bidang Pemuda DPD PKS Sukabumi Minta Pemkot Tindaklanjuti Laporan PPATK soal Ratusan ASN Terindikasi Judol

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top