Pasca Lebaran, Harga Ayam dan Telur di Pasar Tradisional Kota Sukabumi Turun – SUKABUMI KINI

Rabu, 13 Mei 2026

Pasca Lebaran, Harga Ayam dan Telur di Pasar Tradisional Kota Sukabumi Turun

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi— Harga sejumlah bahan pokok, khususnya daging ayam dan telur ayam, di pasar tradisional Kota Sukabumi mulai mengalami penurunan setelah Idulfitri 2026. Penurunan ini terpantau dalam program  di dua pasar utama, yakni Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede, pada Senin (6/4/2026).

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, harga daging ayam broiler turun dari Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 38.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam broiler juga mengalami penurunan dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 29.000 per kilogram.

Petugas Pengawasan Barang Strategis Diskumindag Kota Sukabumi, Rifki, mengatakan penurunan harga tersebut merupakan hasil pemantauan langsung di lapangan. “Hasil pantauan harga bahan pokok di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede menunjukkan adanya penurunan pada komoditas daging ayam broiler dan telur ayam,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah komoditas lainnya terpantau masih stabil tanpa perubahan harga. Daging sapi masih berada di angka Rp 140.000 per kilogram. Kemudian, cabai merah besar atau TW dijual Rp 40.000 per kilogram, cabai hijau besar Rp 30.000 per kilogram, dan cabai merah lokal Rp 40.000 per kilogram.

Selain itu, harga cabai keriting merah tercatat Rp 30.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp 25.000 per kilogram, serta cabai rawit hijau japlak masih berada di kisaran Rp 50.000 per kilogram.

Rifki menambahkan, stabilitas harga komoditas lainnya menunjukkan pasokan dan permintaan masih relatif seimbang pascalebaran. Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Pasca Lebaran, Harga Ayam dan Telur di Pasar Tradisional Kota Sukabumi Turun

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi— Harga sejumlah bahan pokok, khususnya daging ayam dan telur ayam, di pasar tradisional Kota Sukabumi mulai mengalami penurunan setelah Idulfitri 2026. Penurunan ini terpantau dalam program  di dua pasar utama, yakni Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede, pada Senin (6/4/2026).

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, harga daging ayam broiler turun dari Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 38.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam broiler juga mengalami penurunan dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 29.000 per kilogram.

Petugas Pengawasan Barang Strategis Diskumindag Kota Sukabumi, Rifki, mengatakan penurunan harga tersebut merupakan hasil pemantauan langsung di lapangan. “Hasil pantauan harga bahan pokok di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede menunjukkan adanya penurunan pada komoditas daging ayam broiler dan telur ayam,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah komoditas lainnya terpantau masih stabil tanpa perubahan harga. Daging sapi masih berada di angka Rp 140.000 per kilogram. Kemudian, cabai merah besar atau TW dijual Rp 40.000 per kilogram, cabai hijau besar Rp 30.000 per kilogram, dan cabai merah lokal Rp 40.000 per kilogram.

Selain itu, harga cabai keriting merah tercatat Rp 30.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp 25.000 per kilogram, serta cabai rawit hijau japlak masih berada di kisaran Rp 50.000 per kilogram.

Rifki menambahkan, stabilitas harga komoditas lainnya menunjukkan pasokan dan permintaan masih relatif seimbang pascalebaran. Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Berita Lainnya

Screenshot 20260513 200705 Instagram
Tongkat Komando Kodim 0607 Sukabumi Beralih ke Letkol Inf Beni Syafri
IMG 20260513 WA0012
Lazismu Kupas Tuntas Pengalihan DAM Haji ke Tanah Air, Solusi Atasi Ketimpangan Distribusi Daging Kurban
IMG 20260513 WA0009
Perpustakaan Kelurahan di Kota Sukabumi Didorong Jadi Ruang Belajar dan Pusat Inklusi Warga
1001073395
Wali Kota Ajak ASN Kota Sukabumi Menjadi Panutan Masyarakat Taat Bayar Pajak
1001073925
Sampah Kota Sukabumi Masuk Kategori Darurat, Pemkot Dorong Pemilahan dari Rumah Tangga

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top