Demi Ngebul Terus, Sopir Angkot di Sukabumi Ini Akali BBM Pakai LPG 3 Kg, Hemat hingga Rp50 Ribu Sehari – SUKABUMI KINI

Selasa, 22 September 2026

Demi Ngebul Terus, Sopir Angkot di Sukabumi Ini Akali BBM Pakai LPG 3 Kg, Hemat hingga Rp50 Ribu Sehari

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Di tengah tekanan biaya operasional yang kian menghimpit, cara tak biasa dan kreatif ditempuh Hendra Irawan (53 tahum), sopir angkutan kota (angkot) jurusan Sukaraja–Sukabumi. Ia memodifikasi kendaraannya agar dapat melaju menggunakan gas LPG 3 kilogram, sebuah langkah sederhana yang berdampak signifikan pada penghasilannya.

Pagi itu, seperti hari-hari sebelumnya, Hendra tetap setia mengemudi menyusuri rute Sukaraja menuju pusat Kota Sukabumi. Namun, ada yang berbeda dari suara mesin angkotnya. Lebih halus, nyaris tanpa getaran kasar.

Di balik itu, tersimpan keputusan berani yang ia ambil beberapa waktu lalu meninggalkan ketergantungan penuh pada bensin.

“Awalnya ikut teman saja. Dia sudah pasang duluan, saya lihat-lihat, tanya-tanya soal kendala. Setelah dipertimbangkan, akhirnya saya coba,” ujar Hendra kepada wartawan, Selasa (14/4/2026). Keputusan itu bukan tanpa alasan.

Dalam sehari, Hendra bisa menghemat hingga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu dibandingkan saat masih menggunakan bensin sepenuhnya. Jika sebelumnya biaya bahan bakar untuk empat kali perjalanan (rit) bisa mencapai Rp50 ribu, kini cukup dengan satu tabung LPG 3 kg seharga sekitar Rp19 ribu.

“Satu tabung bisa buat empat rit. Sehari paling banyak habis dua tabung. Jadi ada selisih lumayan dari pendapatan,” kata Hendra. Efisiensi tersebut memberi ruang napas baginya di tengah pendapatan yang tidak selalu stabil.

Penghematan harian itu, jika dikalkulasikan dalam sebulan, menjadi tambahan yang cukup berarti untuk kebutuhan rumah tangga. Menariknya, perubahan bahan bakar ini tidak diikuti dengan penurunan performa kendaraan.

Hendra justru merasakan mesin angkotnya bekerja lebih stabil. Ia mengaku tidak menemukan kendala berarti sejak beralih ke LPG.

”Sejauh ini tidak ada masalah. Karburator aman, tidak perlu sering servis. Pembakaran juga bagus, busi tidak cepat kotor seperti pakai bensin,” tuturnya.

Meski demikian, Hendra tetap mempertahankan penggunaan bensin sebagai cadangan. Baginya, langkah ini adalah bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kendala di perjalanan.

Inovasi sederhana yang dilakukan Hendra menjadi gambaran bagaimana para pelaku transportasi informal beradaptasi di tengah tekanan ekonomi. Dengan kreativitas dan keberanian mencoba hal baru, ia tak hanya menjaga roda kendaraannya tetap berputar, tetapi juga memastikan dapur tetap mengepul. R.Ahmad

Berita Lainnya

Kategori Berita

Demi Ngebul Terus, Sopir Angkot di Sukabumi Ini Akali BBM Pakai LPG 3 Kg, Hemat hingga Rp50 Ribu Sehari

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Di tengah tekanan biaya operasional yang kian menghimpit, cara tak biasa dan kreatif ditempuh Hendra Irawan (53 tahum), sopir angkutan kota (angkot) jurusan Sukaraja–Sukabumi. Ia memodifikasi kendaraannya agar dapat melaju menggunakan gas LPG 3 kilogram, sebuah langkah sederhana yang berdampak signifikan pada penghasilannya.

Pagi itu, seperti hari-hari sebelumnya, Hendra tetap setia mengemudi menyusuri rute Sukaraja menuju pusat Kota Sukabumi. Namun, ada yang berbeda dari suara mesin angkotnya. Lebih halus, nyaris tanpa getaran kasar.

Di balik itu, tersimpan keputusan berani yang ia ambil beberapa waktu lalu meninggalkan ketergantungan penuh pada bensin.

“Awalnya ikut teman saja. Dia sudah pasang duluan, saya lihat-lihat, tanya-tanya soal kendala. Setelah dipertimbangkan, akhirnya saya coba,” ujar Hendra kepada wartawan, Selasa (14/4/2026). Keputusan itu bukan tanpa alasan.

Dalam sehari, Hendra bisa menghemat hingga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu dibandingkan saat masih menggunakan bensin sepenuhnya. Jika sebelumnya biaya bahan bakar untuk empat kali perjalanan (rit) bisa mencapai Rp50 ribu, kini cukup dengan satu tabung LPG 3 kg seharga sekitar Rp19 ribu.

“Satu tabung bisa buat empat rit. Sehari paling banyak habis dua tabung. Jadi ada selisih lumayan dari pendapatan,” kata Hendra. Efisiensi tersebut memberi ruang napas baginya di tengah pendapatan yang tidak selalu stabil.

Penghematan harian itu, jika dikalkulasikan dalam sebulan, menjadi tambahan yang cukup berarti untuk kebutuhan rumah tangga. Menariknya, perubahan bahan bakar ini tidak diikuti dengan penurunan performa kendaraan.

Hendra justru merasakan mesin angkotnya bekerja lebih stabil. Ia mengaku tidak menemukan kendala berarti sejak beralih ke LPG.

”Sejauh ini tidak ada masalah. Karburator aman, tidak perlu sering servis. Pembakaran juga bagus, busi tidak cepat kotor seperti pakai bensin,” tuturnya.

Meski demikian, Hendra tetap mempertahankan penggunaan bensin sebagai cadangan. Baginya, langkah ini adalah bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kendala di perjalanan.

Inovasi sederhana yang dilakukan Hendra menjadi gambaran bagaimana para pelaku transportasi informal beradaptasi di tengah tekanan ekonomi. Dengan kreativitas dan keberanian mencoba hal baru, ia tak hanya menjaga roda kendaraannya tetap berputar, tetapi juga memastikan dapur tetap mengepul. R.Ahmad

Berita Lainnya

IMG 20260921 WA0013
Perkuat Penanganan Penyakit TBC, Kota Sukabumi Peroleh 977 Paket OAT Anak
IMG 20260921 WA0001
Hari Ini, Harga Daging Ayam di Pasar Sukabumi Rp 40 Ribu Per Kg dan Telur Ayam Rp 27 Ribu Per Kg
IMG 20260920 WA0025
PKS Kota Sukabumi Kumpulkan Dewan Penasehat dan Pakar, Ada Apa?
IMG 20260920 WA0020
Kebiasaan Anak Gunakan HP Jadi Sorotan di Momen HUT Himpaudi Sukabumi
IMG 20260920 WA0017
Ratusan Guru PAUD Ikuti Edukasi Satuan Pendidikan Aman Bencana dalam Rangkaian HUT Himpaudi ke-21

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top