Stadion Suryakencana Terdampak Usai Konser, Disporapar Sukabumi Janji Evaluasi: PAD Diklaim Naik, Venue Minim – SUKABUMI KINI

Selasa, 28 Juli 2026

Stadion Suryakencana Terdampak Usai Konser, Disporapar Sukabumi Janji Evaluasi: PAD Diklaim Naik, Venue Minim

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Kondisi Stadion Suryakencana (Surken) Kota Sukabumi menjadi sorotan setelah digunakan untuk kegiatan konser pada Ahad (19/4/2026). Tumpukan sampah hingga kondisi lapangan yang dinilai “ledok” mendorong Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, mengatakan pihaknya tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan. Evaluasi akan dilakukan melalui survei langsung di lapangan, sebelum kemudian dibahas bersama event organizer (EO) penyelenggara konser.

“Baik sampah yang menumpuk maupun kondisi lapangan yang ledok, kami akan survei dan evaluasi terlebih dahulu. Hasilnya nanti akan dibicarakan dengan pihak EO. Insya Allah ada solusi kalau dibicarakan dengan baik,” ujar Rahmat, Rabu (22/4/2026). Ia menegaskan, kegiatan hiburan seperti konser tetap menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Sukabumi.

Menurut Rahmat, sektor entertainment merupakan salah satu subsektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, ia mengakui keterbatasan fasilitas menjadi tantangan tersendiri.

Saat ini, Kota Sukabumi dinilai masih minim lokasi yang representatif untuk menggelar kegiatan berskala besar. “Kita memang masih terbatas venue. Saat ini hanya ada Lapang Merdeka, Gedung Aher, dan kemarin kita gunakan Surken. Ke depan mudah-mudahan kita punya lebih banyak pilihan,” katanya.

Di sisi lain, pemanfaatan Stadion Suryakencana untuk kegiatan non-olahraga justru memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Rahmat mengungkapkan adanya lonjakan pendapatan yang cukup tajam dalam waktu singkat.

“Dari sisi PAD, Alhamdulillah ada peningkatan besar. Tahun 2025 hanya sekitar Rp1,2 juta. Sekarang baru empat bulan berjalan sudah mencapai sekitar Rp51 juta. Ini peningkatan yang sangat signifikan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Rahmat juga menyoroti efek domino dari kegiatan konser yang dinilai melampaui hitungan finansial langsung. Mulai dari meningkatnya kunjungan ke Kota Sukabumi, okupansi hotel, hingga perputaran ekonomi pelaku UMKM.

“Kunjungan meningkat, Sukabumi makin dikenal, hotel terisi, UMKM bergerak. Banyak dampak yang tidak bisa dinilai dengan angka,” ucap Rahmat.

Sebagai langkah ke depan, Pemkot Sukabumi tengah menyiapkan rencana pengembangan infrastruktur untuk mendukung industri hiburan. Salah satunya melalui usulan renovasi Stadion Suryakencana ke pemerintah pusat.

“Kita akan usulkan renovasi ke Kemenpora, Kementerian PU, atau kementerian terkait lainnya. Ini sedang kita upayakan,” katanya. Selain itu, Pemkot juga berencana membangun kawasan baru sebagai pusat kegiatan hiburan, yakni Lapang Dekade (Lapdek) jilid dua di wilayah Cibeureum.

Tahap awal pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini. “Mudah-mudahan tahun ini kita bisa mulai dari pembangunan jembatannya dulu. Ke depan konser-konser akan kita pusatkan di sana,” ujar Rahmat.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Stadion Suryakencana Terdampak Usai Konser, Disporapar Sukabumi Janji Evaluasi: PAD Diklaim Naik, Venue Minim

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Kondisi Stadion Suryakencana (Surken) Kota Sukabumi menjadi sorotan setelah digunakan untuk kegiatan konser pada Ahad (19/4/2026). Tumpukan sampah hingga kondisi lapangan yang dinilai “ledok” mendorong Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, mengatakan pihaknya tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan. Evaluasi akan dilakukan melalui survei langsung di lapangan, sebelum kemudian dibahas bersama event organizer (EO) penyelenggara konser.

“Baik sampah yang menumpuk maupun kondisi lapangan yang ledok, kami akan survei dan evaluasi terlebih dahulu. Hasilnya nanti akan dibicarakan dengan pihak EO. Insya Allah ada solusi kalau dibicarakan dengan baik,” ujar Rahmat, Rabu (22/4/2026). Ia menegaskan, kegiatan hiburan seperti konser tetap menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Sukabumi.

Menurut Rahmat, sektor entertainment merupakan salah satu subsektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, ia mengakui keterbatasan fasilitas menjadi tantangan tersendiri.

Saat ini, Kota Sukabumi dinilai masih minim lokasi yang representatif untuk menggelar kegiatan berskala besar. “Kita memang masih terbatas venue. Saat ini hanya ada Lapang Merdeka, Gedung Aher, dan kemarin kita gunakan Surken. Ke depan mudah-mudahan kita punya lebih banyak pilihan,” katanya.

Di sisi lain, pemanfaatan Stadion Suryakencana untuk kegiatan non-olahraga justru memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Rahmat mengungkapkan adanya lonjakan pendapatan yang cukup tajam dalam waktu singkat.

“Dari sisi PAD, Alhamdulillah ada peningkatan besar. Tahun 2025 hanya sekitar Rp1,2 juta. Sekarang baru empat bulan berjalan sudah mencapai sekitar Rp51 juta. Ini peningkatan yang sangat signifikan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Rahmat juga menyoroti efek domino dari kegiatan konser yang dinilai melampaui hitungan finansial langsung. Mulai dari meningkatnya kunjungan ke Kota Sukabumi, okupansi hotel, hingga perputaran ekonomi pelaku UMKM.

“Kunjungan meningkat, Sukabumi makin dikenal, hotel terisi, UMKM bergerak. Banyak dampak yang tidak bisa dinilai dengan angka,” ucap Rahmat.

Sebagai langkah ke depan, Pemkot Sukabumi tengah menyiapkan rencana pengembangan infrastruktur untuk mendukung industri hiburan. Salah satunya melalui usulan renovasi Stadion Suryakencana ke pemerintah pusat.

“Kita akan usulkan renovasi ke Kemenpora, Kementerian PU, atau kementerian terkait lainnya. Ini sedang kita upayakan,” katanya. Selain itu, Pemkot juga berencana membangun kawasan baru sebagai pusat kegiatan hiburan, yakni Lapang Dekade (Lapdek) jilid dua di wilayah Cibeureum.

Tahap awal pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini. “Mudah-mudahan tahun ini kita bisa mulai dari pembangunan jembatannya dulu. Ke depan konser-konser akan kita pusatkan di sana,” ujar Rahmat.

Berita Lainnya

IMG 20260727 WA0013
Menteri P2MI Pastikan Negara Hadir, Jenazah PMI Asal Sukabumi yang Meninggal di Arab Saudi Akan Dipulangkan
IMG 20260727 WA0033
Update Penanganan Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi: 160 Jiwa Mengungsi, Mayoritas Tinggal di Rumah Sanak Saudara
IMG 20260727 WA0020
Wali Kota Sukabumi Jadikan Penempatan Pekerja Migran Strategi Tekan Pengangguran
IMG 20260727 WA0018
International Job Fair di Sukabumi Dibuka Menteri P2MI, Pekerja Migran Didorong Naik Kelas ke Sektor Formal Global
IMG 20260726 WA0039
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi : 51 Unit Rumah Rusak Berat, 159 Warga Mengungsi dan Hanguskan 49 Leuit

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top