Di Depan Gedung DPRD Sukabumi, Mahasiswa BEM FIS UMMI Gelar Mimbar Bebas Soroti Pengangguran Hingga Nasib Guru Honorer – SUKABUMI KINI

Rabu, 21 Oktober 2026

Di Depan Gedung DPRD Sukabumi, Mahasiswa BEM FIS UMMI Gelar Mimbar Bebas Soroti Pengangguran Hingga Nasib Guru Honorer

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Muhammadiyah Sukabumi menggelar aksi mimbar bebas di depan Kantor DPRD Kota Sukabumi, Sabtu (2/5/2026) sore. Aksi ini berlangsung dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan berbagai persoalan ketenagakerjaan dan pendidikan. Mereka mendesak pemerintah agar menghadirkan kebijakan yang tidak sekadar bersifat formalitas, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut pengangkatan guru honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) secara menyeluruh, adil, dan transparan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi para tenaga pendidik. Mereka turut mendorong perbaikan sistem jaminan sosial bagi pekerja, termasuk guru, guna menjamin kehidupan yang lebih bermartabat.

Tidak hanya itu, kebijakan pendidikan yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan guru dan kualitas pembelajaran juga menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Dalam aksinya, massa sempat membakar ban bekas di depan Kantor DPRD.

Gubernur BEM Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sukabumi Aldi Aqli mengatakan, aksi mimbar bebas ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

” Aksi ini momentum untuk memperingati Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional. Kami mengkritisi kebijakan pemerintah, terutama Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai belum berpihak pada buruh,” ujar Aldi. Ia juga menyoroti kondisi guru honorer yang hingga kini masih menghadapi persoalan kesejahteraan.

Menurut Aldi, masih banyak guru honorer yang menerima gaji di bawah upah minimum regional (UMR). Di tingkat daerah, mahasiswa menyoroti tingginya angka pengangguran di Kota Sukabumi yang mencapai 8,19 persen.

Angka tersebut lanjut Aldi, dinilai masih jauh dari target pemerintah daerah sebesar 6,9 persen. “Ini menunjukkan program pemerintah belum sepenuhnya berdampak. Kami melihat masih ada kecenderungan program yang bersifat seremonial dan belum menyentuh akar persoalan pengangguran,” katanya.

Melalui aksi ini tutur Aldi, mahasiswa berharap pemerintah dapat lebih responsif dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, baik di sektor ketenagakerjaan maupun pendidikan.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Di Depan Gedung DPRD Sukabumi, Mahasiswa BEM FIS UMMI Gelar Mimbar Bebas Soroti Pengangguran Hingga Nasib Guru Honorer

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Muhammadiyah Sukabumi menggelar aksi mimbar bebas di depan Kantor DPRD Kota Sukabumi, Sabtu (2/5/2026) sore. Aksi ini berlangsung dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan berbagai persoalan ketenagakerjaan dan pendidikan. Mereka mendesak pemerintah agar menghadirkan kebijakan yang tidak sekadar bersifat formalitas, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut pengangkatan guru honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) secara menyeluruh, adil, dan transparan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi para tenaga pendidik. Mereka turut mendorong perbaikan sistem jaminan sosial bagi pekerja, termasuk guru, guna menjamin kehidupan yang lebih bermartabat.

Tidak hanya itu, kebijakan pendidikan yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan guru dan kualitas pembelajaran juga menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Dalam aksinya, massa sempat membakar ban bekas di depan Kantor DPRD.

Gubernur BEM Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sukabumi Aldi Aqli mengatakan, aksi mimbar bebas ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

” Aksi ini momentum untuk memperingati Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional. Kami mengkritisi kebijakan pemerintah, terutama Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai belum berpihak pada buruh,” ujar Aldi. Ia juga menyoroti kondisi guru honorer yang hingga kini masih menghadapi persoalan kesejahteraan.

Menurut Aldi, masih banyak guru honorer yang menerima gaji di bawah upah minimum regional (UMR). Di tingkat daerah, mahasiswa menyoroti tingginya angka pengangguran di Kota Sukabumi yang mencapai 8,19 persen.

Angka tersebut lanjut Aldi, dinilai masih jauh dari target pemerintah daerah sebesar 6,9 persen. “Ini menunjukkan program pemerintah belum sepenuhnya berdampak. Kami melihat masih ada kecenderungan program yang bersifat seremonial dan belum menyentuh akar persoalan pengangguran,” katanya.

Melalui aksi ini tutur Aldi, mahasiswa berharap pemerintah dapat lebih responsif dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, baik di sektor ketenagakerjaan maupun pendidikan.

Berita Lainnya

IMG 20261021 WA0009
JNS Fest 2026 Sukabumi Pecah! Ngonten hingga Nyanyi Live Makin Lancar Berkat Indosat 5G
IMG 20261020 WA0021
PMI Kota Bandung Tingkatkan Standar Pertolongan Pertama Lewat Sertifikasi Kompetensi BNSP
Screenshot 20261020 172114 Instagram
Waspada Penularan TBC, Puskesmas Tipar Sukabumi Telusuri 100 Kontak Erat
Screenshot 20261020 140327 Gallery
Baru 4.000 dari Target 9.300 Orang, Tracing TBC di Sukabumi Terus Diperluas
IMG 20261019 WA0008
Perkuat Kompetensi Relawan, PMI Kota Sukabumi Gelar Uji Sertifikasi BNSP Pertolongan Pertama

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top