Inflasi Sukabumi Lampaui Nasional, Belanja Non Primer Mulai Mobil dan Smartphone Picu Kenaikan – SUKABUMI KINI

Rabu, 21 Oktober 2026

Inflasi Sukabumi Lampaui Nasional, Belanja Non Primer Mulai Mobil dan Smartphone Picu Kenaikan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Tingkat inflasi di Kota Sukabumi pada 2026 tercatat melampaui angka nasional maupun Provinsi Jawa Barat. Kondisi ini dinilai tidak lazim karena kenaikan harga bukan dipicu oleh komoditas pangan, melainkan oleh tingginya konsumsi masyarakat pada sektor sekunder dan tersier.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dalam peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (2/5/2026).

“Inflasi di Kota Sukabumi tahun 2026 ini tertinggi, di atas nasional dan Provinsi Jawa Barat, yakni mencapai 3,74 persen. Namun yang menjadi perhatian, kenaikan ini bukan berasal dari komoditas pangan,” ujar Bobby. Ia menjelaskan, lonjakan inflasi justru dipicu oleh meningkatnya pembelian barang-barang nonprimer.

Misalnya seperti kendaraan, perangkat elektronik, hingga aset properti dan logam mulia. “Yang mendorong inflasi adalah sektor sekunder dan tersier, seperti pembelian mobil, motor, smartphone, harga tanah, bangunan, emas, hingga listrik,” katanya.

Menurut Bobby, fenomena tersebut mencerminkan pola konsumsi masyarakat Kota Sukabumi yang cenderung tinggi, terutama pada kebutuhan di luar kebutuhan pokok. “Apa yang bisa kita simpulkan? Artinya masyarakat Kota Sukabumi konsumtif sekali. Tingkat konsumsi tinggi ini menjadi salah satu faktor pendorong inflasi,” jelasnya.

Selain itu, Bobby menyoroti masih tingginya peredaran uang tunai di masyarakat sebagai faktor lain yang memperkuat laju inflasi. Hal ini disebabkan belum meratanya penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS.

“Penggunaan transaksi digital masih belum merata, sehingga uang yang beredar di masyarakat masih cukup besar. Ini juga menjadi indikator tingginya aktivitas konsumsi,” kata Bobby.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Inflasi Sukabumi Lampaui Nasional, Belanja Non Primer Mulai Mobil dan Smartphone Picu Kenaikan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Tingkat inflasi di Kota Sukabumi pada 2026 tercatat melampaui angka nasional maupun Provinsi Jawa Barat. Kondisi ini dinilai tidak lazim karena kenaikan harga bukan dipicu oleh komoditas pangan, melainkan oleh tingginya konsumsi masyarakat pada sektor sekunder dan tersier.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dalam peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (2/5/2026).

“Inflasi di Kota Sukabumi tahun 2026 ini tertinggi, di atas nasional dan Provinsi Jawa Barat, yakni mencapai 3,74 persen. Namun yang menjadi perhatian, kenaikan ini bukan berasal dari komoditas pangan,” ujar Bobby. Ia menjelaskan, lonjakan inflasi justru dipicu oleh meningkatnya pembelian barang-barang nonprimer.

Misalnya seperti kendaraan, perangkat elektronik, hingga aset properti dan logam mulia. “Yang mendorong inflasi adalah sektor sekunder dan tersier, seperti pembelian mobil, motor, smartphone, harga tanah, bangunan, emas, hingga listrik,” katanya.

Menurut Bobby, fenomena tersebut mencerminkan pola konsumsi masyarakat Kota Sukabumi yang cenderung tinggi, terutama pada kebutuhan di luar kebutuhan pokok. “Apa yang bisa kita simpulkan? Artinya masyarakat Kota Sukabumi konsumtif sekali. Tingkat konsumsi tinggi ini menjadi salah satu faktor pendorong inflasi,” jelasnya.

Selain itu, Bobby menyoroti masih tingginya peredaran uang tunai di masyarakat sebagai faktor lain yang memperkuat laju inflasi. Hal ini disebabkan belum meratanya penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS.

“Penggunaan transaksi digital masih belum merata, sehingga uang yang beredar di masyarakat masih cukup besar. Ini juga menjadi indikator tingginya aktivitas konsumsi,” kata Bobby.

Berita Lainnya

IMG 20261021 WA0009
JNS Fest 2026 Sukabumi Pecah! Ngonten hingga Nyanyi Live Makin Lancar Berkat Indosat 5G
IMG 20261020 WA0021
PMI Kota Bandung Tingkatkan Standar Pertolongan Pertama Lewat Sertifikasi Kompetensi BNSP
Screenshot 20261020 172114 Instagram
Waspada Penularan TBC, Puskesmas Tipar Sukabumi Telusuri 100 Kontak Erat
Screenshot 20261020 140327 Gallery
Baru 4.000 dari Target 9.300 Orang, Tracing TBC di Sukabumi Terus Diperluas
IMG 20261019 WA0008
Perkuat Kompetensi Relawan, PMI Kota Sukabumi Gelar Uji Sertifikasi BNSP Pertolongan Pertama

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top