Simpul Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di Baznas Kabupaten Sukabumi – SUKABUMI KINI

Jumat, 21 Agustus 2026

Simpul Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di Baznas Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Puluhan massa yang tergabung dalam Solidaritas Independen Mahasiswa dan Pemuda Utilitarianisme (Simpul) Sukabumi menggelar aksi damai di depan kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi, Kamis (7/5/2026).  Mereka membawa sejumlah poster dan spanduk bertuliskan “Evaluasi BAZNAS Kabupaten Sukabumi” “Ke Mana Aliran Dana Umat?”,

Koordinator Simpul Sukabumi, Norman irawan mengatakan, aksi tersebut dipicu oleh meningkatnya keresahan publik terhadap mangkraknya pembangunan Rumah Sehat Baznas (RSB) Bebeza. Di mana, hingga saat ini dinilai belum menunjukkan kejelasan penyelesaian sebagaimana target yang sebelumnya direncanakan.

Aksi ini juga sebagai upaya kontrol sosial untuk menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta alokasi anggaran publik di lembaga tersebut. “Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan masyarakat terkait pengelolaan anggaran serta akuntabilitas penggunaan dana umat, yang digunakan dalam pembangunan fasilitas tersebut,” ujar Norman dalam keterangan persnya.


Simpul Sukabumi menilai, proyek yang sejak awal digadang sebagai fasilitas pelayanan kesehatan berbasis kepedulian sosial itu, seharusnya menjadi simbol manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menjadi polemik berkepanjangan akibat minimnya keterbukaan informasi kepada publik.

“Kami juga mempertanyakan transparansi penghimpunan zakat ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi serta penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang bersumber dari masyarakat,” tegasnya.

Menurut Norman, aksi yang dilakukannya ini bukan bentuk penolakan terhadap zakat maupun lembaga sosial keagamaan, melainkan bentuk kepedulian masyarakat sipil agar pengelolaan dana umat dilakukan secara terbuka, profesional, dan bertanggung jawab.

Mangkraknya pembangunan RSB Bebeza tidak bisa dipandang sebagai persoalan teknis semata, melainkan menyangkut kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana sosial keagamaan.  L Ia menegaskan bahwa ketika pembangunan yang bersumber dari dana umat tidak berjalan sesuai target, maka publik berhak mendapatkan penjelasan secara terbuka.

Selain itu, Simpul Sukabumi juga menyinggung adanya alokasi hibah sekitar Rp6 miliar yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan polemik maupun dugaan negatif di ruang publik.

Diungkapkan Norman, transparansi merupakan kewajiban moral lembaga publik, terlebih ketika anggaran yang dikelola bersumber dari masyarakat. “RSB Bebeza tidak boleh menjadi simbol gagalnya transparansi dana umat. Ketika pembangunan mangkrak dan publik tidak mendapatkan penjelasan yang utuh, maka wajar apabila kepercayaan masyarakat mulai dipertanyakan,” ungkapnya.

Aksi berlangsung dalam kondisi tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Simpul Sukabumi menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui jalur konstitusional serta mendorong adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat demi menjaga integritas pengelolaan dana sosial keagamaan di Kabupaten Sukabumi.

Adapun tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:

1. Mendesak Baznas Kabupaten Sukabumi membuka laporan penghimpunan dan penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah secara transparan kepada masyarakat.

2. Meminta keterbukaan terkait penghimpunan zakat ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, termasuk mekanisme pengelolaan dan distribusinya.

3. Mendesak penjelasan terbuka terkait mangkraknya pembangunan Rumah Sehat Baznas (RSB) Bebeza beserta penggunaan anggaran yang bersumber dari dana umat.

4. Meminta penjelasan terkait alokasi hibah sekitar Rp6 miliar yang dinilai perlu dipaparkan secara terbuka kepada masyarakat.

5. Mendesak Baznas Kabupaten Sukabumi membuka data dan daftar penerima manfaat program bantuan secara transparan dengan tetap memperhatikan ketentuan perlindungan data pribadi dan aspek kepatutan sosial.

6. Mendorong evaluasi tata kelola kelembagaan agar pengelolaan dana sosial keagamaan berjalan lebih akuntabel, profesional, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Simpul Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di Baznas Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Puluhan massa yang tergabung dalam Solidaritas Independen Mahasiswa dan Pemuda Utilitarianisme (Simpul) Sukabumi menggelar aksi damai di depan kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi, Kamis (7/5/2026).  Mereka membawa sejumlah poster dan spanduk bertuliskan “Evaluasi BAZNAS Kabupaten Sukabumi” “Ke Mana Aliran Dana Umat?”,

Koordinator Simpul Sukabumi, Norman irawan mengatakan, aksi tersebut dipicu oleh meningkatnya keresahan publik terhadap mangkraknya pembangunan Rumah Sehat Baznas (RSB) Bebeza. Di mana, hingga saat ini dinilai belum menunjukkan kejelasan penyelesaian sebagaimana target yang sebelumnya direncanakan.

Aksi ini juga sebagai upaya kontrol sosial untuk menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta alokasi anggaran publik di lembaga tersebut. “Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan masyarakat terkait pengelolaan anggaran serta akuntabilitas penggunaan dana umat, yang digunakan dalam pembangunan fasilitas tersebut,” ujar Norman dalam keterangan persnya.


Simpul Sukabumi menilai, proyek yang sejak awal digadang sebagai fasilitas pelayanan kesehatan berbasis kepedulian sosial itu, seharusnya menjadi simbol manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menjadi polemik berkepanjangan akibat minimnya keterbukaan informasi kepada publik.

“Kami juga mempertanyakan transparansi penghimpunan zakat ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi serta penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang bersumber dari masyarakat,” tegasnya.

Menurut Norman, aksi yang dilakukannya ini bukan bentuk penolakan terhadap zakat maupun lembaga sosial keagamaan, melainkan bentuk kepedulian masyarakat sipil agar pengelolaan dana umat dilakukan secara terbuka, profesional, dan bertanggung jawab.

Mangkraknya pembangunan RSB Bebeza tidak bisa dipandang sebagai persoalan teknis semata, melainkan menyangkut kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana sosial keagamaan.  L Ia menegaskan bahwa ketika pembangunan yang bersumber dari dana umat tidak berjalan sesuai target, maka publik berhak mendapatkan penjelasan secara terbuka.

Selain itu, Simpul Sukabumi juga menyinggung adanya alokasi hibah sekitar Rp6 miliar yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan polemik maupun dugaan negatif di ruang publik.

Diungkapkan Norman, transparansi merupakan kewajiban moral lembaga publik, terlebih ketika anggaran yang dikelola bersumber dari masyarakat. “RSB Bebeza tidak boleh menjadi simbol gagalnya transparansi dana umat. Ketika pembangunan mangkrak dan publik tidak mendapatkan penjelasan yang utuh, maka wajar apabila kepercayaan masyarakat mulai dipertanyakan,” ungkapnya.

Aksi berlangsung dalam kondisi tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Simpul Sukabumi menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui jalur konstitusional serta mendorong adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat demi menjaga integritas pengelolaan dana sosial keagamaan di Kabupaten Sukabumi.

Adapun tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:

1. Mendesak Baznas Kabupaten Sukabumi membuka laporan penghimpunan dan penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah secara transparan kepada masyarakat.

2. Meminta keterbukaan terkait penghimpunan zakat ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, termasuk mekanisme pengelolaan dan distribusinya.

3. Mendesak penjelasan terbuka terkait mangkraknya pembangunan Rumah Sehat Baznas (RSB) Bebeza beserta penggunaan anggaran yang bersumber dari dana umat.

4. Meminta penjelasan terkait alokasi hibah sekitar Rp6 miliar yang dinilai perlu dipaparkan secara terbuka kepada masyarakat.

5. Mendesak Baznas Kabupaten Sukabumi membuka data dan daftar penerima manfaat program bantuan secara transparan dengan tetap memperhatikan ketentuan perlindungan data pribadi dan aspek kepatutan sosial.

6. Mendorong evaluasi tata kelola kelembagaan agar pengelolaan dana sosial keagamaan berjalan lebih akuntabel, profesional, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Berita Lainnya

IMG 20260820 WA0044
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi H Iwan Ridwan Pimpin Kunjungan Kerja Pengawasan ke PT Indocement Cicantayan
Unnamed
Pengurus RT/RW Cisarua Kota Sukabumi Diminta Jadi Motor UMKM hingga Penjaga Lingkungan
IMG 20260820 WA0035
Kader PKK dan Posyandu di Kota Sukabumi Didorong Jadi Penggerak Hidup Sehat
IMG 20260820 WA0033
Di Momen Jadi Provinsi Jabar, Kota Sukabumi Dukung Penuh Kolaborasi Antardaerah dalam Pembangunan
IMG 20260820 WA0019
Bimtek Sadar Hukum di Baros, Wali Kota Sukabumi Dorong RT-RW Aktif Kawal Pajak hingga Pekerja Migran

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top