Ratusan Pelajar se-Jabar Ramaikan Lomba 3M di Ponpes Dzikir Alfath Sukabumi, Angkat Budaya Sunda dan Kreativitas Anak – SUKABUMI KINI

Selasa, 20 Oktober 2026

Ratusan Pelajar se-Jabar Ramaikan Lomba 3M di Ponpes Dzikir Alfath Sukabumi, Angkat Budaya Sunda dan Kreativitas Anak

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Sebanyak 202 peserta tingkat TK/PAUD, SD/MI, hingga SLTP se-Jawa Barat mengikuti Perlombaan 3M (Mewarnai, Menggambar, dan Melukis) yang digelar di Ponpes Dzikir Al Fath Kota Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Ajang seni yang memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat itu menjadi ruang pengembangan kreativitas sekaligus pengenalan budaya Sunda bagi generasi muda.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath Kota Sukabumi, KH Fajar Laksana, mengatakan lomba 3M bukan sekadar kompetisi seni, melainkan sarana membentuk karakter dan potensi anak melalui olah rasa, olah pikir, dan olah tubuh. Menurut dia, mewarnai melatih olah rasa anak agar mampu mengenal seni, beradaptasi, dan bersosialisasi.

Sementara menggambar melatih olah pikir, kreativitas, dan kemampuan berinovasi. Adapun melukis menjadi media melatih keterampilan atau skill yang memadukan pikiran, rasa, dan kemampuan teknis.

“Anak-anak dilatih supaya potensi dirinya keluar. Yang dilatih tiga hal, yaitu olah rasa, olah pikir, dan olah tubuh. Kalau terbiasa, mereka akan menjadi anak yang kreatif, produktif, dan inovatif,” ujar Fajar. Ia menilai pengenalan budaya Sunda melalui seni menjadi bagian penting untuk membangun kecintaan generasi muda terhadap identitas daerah dan bangsa.

Karena itu, tema lomba diarahkan pada kekayaan budaya Sunda agar lahir generasi yang memiliki local genius dan tetap mencintai tanah air meski kelak sukses di tingkat nasional maupun internasional.

” Kalau anak-anak tidak diberi panggung, tidak diberi ruang berkarya, maka kreativitas mereka tidak akan terlatih. Karena itu kegiatan seperti ini penting untuk mengasah daya pikir, rasa, dan kemampuan berkarya sejak dini,” katanya.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan Kota Sukabumi sejak lama dikenal sebagai daerah yang memiliki kreativitas tinggi. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pengembangan talenta generasi muda, termasuk di bidang seni.

Menurut Ayep, kreativitas harus terus ditumbuhkan agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu berkarya dan memiliki kompetensi sesuai bakat masing-masing.

“Semua masyarakat harus dibangun talentanya. Bisa di olahraga, seni, pertanian, peternakan, maupun bidang lainnya. Yang penting punya kompetensi dan keahlian,” ujar Ayep. Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan seniman dan budayawan muda berbakat dari Sukabumi untuk Indonesia.

Pemkot Sukabumi, lanjut dia, akan terus mendukung aktivitas kreatif generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang aktif, inovatif, dan produktif. “Seni membuka cakrawala berpikir. Dengan seni, anak-anak belajar berpikir kreatif dan menciptakan sesuatu,” katanya.

Bunda PAUD Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, menilai kegiatan tersebut sangat positif terutama bagi anak usia emas atau golden age 5-6 tahun. Menurut dia, pengalaman mengikuti lomba menjadi sarana penting untuk meningkatkan kreativitas dan keberanian anak sejak usia dini.

“Kegiatan ini sangat baik untuk menambah pengalaman dan mengembangkan kreativitas anak-anak,” ujarnya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Ratusan Pelajar se-Jabar Ramaikan Lomba 3M di Ponpes Dzikir Alfath Sukabumi, Angkat Budaya Sunda dan Kreativitas Anak

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Sebanyak 202 peserta tingkat TK/PAUD, SD/MI, hingga SLTP se-Jawa Barat mengikuti Perlombaan 3M (Mewarnai, Menggambar, dan Melukis) yang digelar di Ponpes Dzikir Al Fath Kota Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Ajang seni yang memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat itu menjadi ruang pengembangan kreativitas sekaligus pengenalan budaya Sunda bagi generasi muda.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath Kota Sukabumi, KH Fajar Laksana, mengatakan lomba 3M bukan sekadar kompetisi seni, melainkan sarana membentuk karakter dan potensi anak melalui olah rasa, olah pikir, dan olah tubuh. Menurut dia, mewarnai melatih olah rasa anak agar mampu mengenal seni, beradaptasi, dan bersosialisasi.

Sementara menggambar melatih olah pikir, kreativitas, dan kemampuan berinovasi. Adapun melukis menjadi media melatih keterampilan atau skill yang memadukan pikiran, rasa, dan kemampuan teknis.

“Anak-anak dilatih supaya potensi dirinya keluar. Yang dilatih tiga hal, yaitu olah rasa, olah pikir, dan olah tubuh. Kalau terbiasa, mereka akan menjadi anak yang kreatif, produktif, dan inovatif,” ujar Fajar. Ia menilai pengenalan budaya Sunda melalui seni menjadi bagian penting untuk membangun kecintaan generasi muda terhadap identitas daerah dan bangsa.

Karena itu, tema lomba diarahkan pada kekayaan budaya Sunda agar lahir generasi yang memiliki local genius dan tetap mencintai tanah air meski kelak sukses di tingkat nasional maupun internasional.

” Kalau anak-anak tidak diberi panggung, tidak diberi ruang berkarya, maka kreativitas mereka tidak akan terlatih. Karena itu kegiatan seperti ini penting untuk mengasah daya pikir, rasa, dan kemampuan berkarya sejak dini,” katanya.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan Kota Sukabumi sejak lama dikenal sebagai daerah yang memiliki kreativitas tinggi. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pengembangan talenta generasi muda, termasuk di bidang seni.

Menurut Ayep, kreativitas harus terus ditumbuhkan agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu berkarya dan memiliki kompetensi sesuai bakat masing-masing.

“Semua masyarakat harus dibangun talentanya. Bisa di olahraga, seni, pertanian, peternakan, maupun bidang lainnya. Yang penting punya kompetensi dan keahlian,” ujar Ayep. Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan seniman dan budayawan muda berbakat dari Sukabumi untuk Indonesia.

Pemkot Sukabumi, lanjut dia, akan terus mendukung aktivitas kreatif generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang aktif, inovatif, dan produktif. “Seni membuka cakrawala berpikir. Dengan seni, anak-anak belajar berpikir kreatif dan menciptakan sesuatu,” katanya.

Bunda PAUD Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, menilai kegiatan tersebut sangat positif terutama bagi anak usia emas atau golden age 5-6 tahun. Menurut dia, pengalaman mengikuti lomba menjadi sarana penting untuk meningkatkan kreativitas dan keberanian anak sejak usia dini.

“Kegiatan ini sangat baik untuk menambah pengalaman dan mengembangkan kreativitas anak-anak,” ujarnya.

Berita Lainnya

IMG 20261019 WA0008
Perkuat Kompetensi Relawan, PMI Kota Sukabumi Gelar Uji Sertifikasi BNSP Pertolongan Pertama
Screenshot 20261019 113609 Instagram
Atasi Pengangguran, 44 Warga Sukabumi Siap Menembus Pasar Kerja Jepang hingga Turki
Screenshot 20261018 142345 Gallery
Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo, Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat di Sukabumi
IMG 20261017 WA0004
PMI Kota Sukabumi Gelar Pelatihan Inklusi Digital, Tunanetra Belajar Akses Pertemuan Daring
IMG 20261017 WA0001
Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, PMI Kota Sukabumi Dorong Pembentukan Pokja Peringatan Dini Banjir

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top