Sosialisasi SPMB 2026 Tingkat SMA di Sukabumi Digencarkan, Sekolah Maung dan Tahap Pemetaan Jadi Pembeda Baru – SUKABUMI KINI

Rabu, 16 September 2026

Sosialisasi SPMB 2026 Tingkat SMA di Sukabumi Digencarkan, Sekolah Maung dan Tahap Pemetaan Jadi Pembeda Baru

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi--Dinas Pendidikan Jawa Barat menggencarkan sosialisasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan menekankan sejumlah perubahan penting dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu yang paling menonjol ialah hadirnya program Sekolah Maung dan tahapan pemetaan calon murid baru yang wajib diikuti seluruh peserta.

Sosialisasi SPMB dan penandatanganan komitmen bersama digelar di SMAN 1 Sukabumi, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi kick-off pelaksanaan SPMB Sekolah Maung dan SPMB Reguler serentak di 13 Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui siaran langsung dari tingkat provinsi.

Koordinator Pengawas KCD V sekaligus Ketua Panitia SPMB KCD V, Iwan Setiawan, mengatakan sosialisasi dilakukan secara masif agar seluruh perubahan mekanisme penerimaan siswa baru dapat dipahami masyarakat hingga tingkat paling bawah.

“Kami ingin seluruh informasi terkait SPMB tahun ini sampai ke grassroot. Karena ada pembeda yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya,” ujar Iwan. Ia menjelaskan, sosialisasi tingkat cabang dinas dimulai di Kota Sukabumi, kemudian dilanjutkan di wilayah Sukabumi Utara di SMAN 1 Cibadak dan wilayah Sukabumi Selatan di SMAN 1 Palabuhanratu. Selain itu, seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah KCD V juga diwajibkan menggelar sosialisasi tingkat sekolah dengan melibatkan RT, RW, hingga orang tua siswa.

Menurut Iwan, perubahan pertama yang paling menonjol adalah hadirnya Sekolah Maung, program sekolah khusus bagi siswa berprestasi akademik maupun non-akademik yang sebelumnya belum ada dalam sistem penerimaan siswa baru di Jawa Barat.

Di wilayah KCD V, terdapat tiga sekolah yang diusulkan menjadi Sekolah Maung, yakni SMAN 2 Sukabumi, SMAN 1 Palabuhanratu, dan SMKN 1 Cibadak. “Sekolah Maung ini khusus untuk anak-anak berprestasi dan mekanisme SPMB-nya terpisah dengan reguler. Pendaftarannya dimulai tanggal 25 Mei sampai 29 Mei,” katanya.
Ia menuturkan, siswa dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat dapat bersaing masuk Sekolah Maung selama memenuhi syarat prestasi dan potensi akademik yang ditentukan.

Perubahan kedua ialah diberlakukannya Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Tahapan ini dilakukan sebelum SPMB tahap 1 dan menjadi dasar pemetaan pilihan sekolah serta jalur pendaftaran siswa.

Tahap pemetaan dijadwalkan berlangsung mulai 29 Mei hingga 8 Juni 2026. Setelah itu, SPMB tahap 1 untuk jalur prestasi dan mutasi dimulai pada 12 Juni, sedangkan tahap kedua diperuntukkan bagi jalur domisili dan afirmasi.

Iwan menerangkan, masyarakat tidak boleh menganggap pendaftaran baru dimulai pada tahap 1. Sebab, seluruh calon siswa lulusan SMP, MTs, maupun Paket B diwajibkan mengikuti tahapan pemetaan terlebih dahulu.
“Jangan sampai ada yang mengira pendaftaran itu nanti tanggal 12 Juni. Yang wajib diketahui masyarakat, pemetaan dimulai tanggal 29 Mei dan semua calon murid harus ikut,” ujarnya.

Siswa yang tidak lolos seleksi Sekolah Maung lanjut Iwan tetap dapat mengikuti SPMB reguler maupun mendaftar ke sekolah swasta kerja sama (SSK) yang berada di sekitar Sekolah Maung.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Sosialisasi SPMB 2026 Tingkat SMA di Sukabumi Digencarkan, Sekolah Maung dan Tahap Pemetaan Jadi Pembeda Baru

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi--Dinas Pendidikan Jawa Barat menggencarkan sosialisasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan menekankan sejumlah perubahan penting dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu yang paling menonjol ialah hadirnya program Sekolah Maung dan tahapan pemetaan calon murid baru yang wajib diikuti seluruh peserta.

Sosialisasi SPMB dan penandatanganan komitmen bersama digelar di SMAN 1 Sukabumi, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi kick-off pelaksanaan SPMB Sekolah Maung dan SPMB Reguler serentak di 13 Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui siaran langsung dari tingkat provinsi.

Koordinator Pengawas KCD V sekaligus Ketua Panitia SPMB KCD V, Iwan Setiawan, mengatakan sosialisasi dilakukan secara masif agar seluruh perubahan mekanisme penerimaan siswa baru dapat dipahami masyarakat hingga tingkat paling bawah.

“Kami ingin seluruh informasi terkait SPMB tahun ini sampai ke grassroot. Karena ada pembeda yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya,” ujar Iwan. Ia menjelaskan, sosialisasi tingkat cabang dinas dimulai di Kota Sukabumi, kemudian dilanjutkan di wilayah Sukabumi Utara di SMAN 1 Cibadak dan wilayah Sukabumi Selatan di SMAN 1 Palabuhanratu. Selain itu, seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah KCD V juga diwajibkan menggelar sosialisasi tingkat sekolah dengan melibatkan RT, RW, hingga orang tua siswa.

Menurut Iwan, perubahan pertama yang paling menonjol adalah hadirnya Sekolah Maung, program sekolah khusus bagi siswa berprestasi akademik maupun non-akademik yang sebelumnya belum ada dalam sistem penerimaan siswa baru di Jawa Barat.

Di wilayah KCD V, terdapat tiga sekolah yang diusulkan menjadi Sekolah Maung, yakni SMAN 2 Sukabumi, SMAN 1 Palabuhanratu, dan SMKN 1 Cibadak. “Sekolah Maung ini khusus untuk anak-anak berprestasi dan mekanisme SPMB-nya terpisah dengan reguler. Pendaftarannya dimulai tanggal 25 Mei sampai 29 Mei,” katanya.
Ia menuturkan, siswa dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat dapat bersaing masuk Sekolah Maung selama memenuhi syarat prestasi dan potensi akademik yang ditentukan.

Perubahan kedua ialah diberlakukannya Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Tahapan ini dilakukan sebelum SPMB tahap 1 dan menjadi dasar pemetaan pilihan sekolah serta jalur pendaftaran siswa.

Tahap pemetaan dijadwalkan berlangsung mulai 29 Mei hingga 8 Juni 2026. Setelah itu, SPMB tahap 1 untuk jalur prestasi dan mutasi dimulai pada 12 Juni, sedangkan tahap kedua diperuntukkan bagi jalur domisili dan afirmasi.

Iwan menerangkan, masyarakat tidak boleh menganggap pendaftaran baru dimulai pada tahap 1. Sebab, seluruh calon siswa lulusan SMP, MTs, maupun Paket B diwajibkan mengikuti tahapan pemetaan terlebih dahulu.
“Jangan sampai ada yang mengira pendaftaran itu nanti tanggal 12 Juni. Yang wajib diketahui masyarakat, pemetaan dimulai tanggal 29 Mei dan semua calon murid harus ikut,” ujarnya.

Siswa yang tidak lolos seleksi Sekolah Maung lanjut Iwan tetap dapat mengikuti SPMB reguler maupun mendaftar ke sekolah swasta kerja sama (SSK) yang berada di sekitar Sekolah Maung.

Berita Lainnya

Screenshot 20260915 182219 Instagram
Pemkot Sukabumi Ambil Langkah Strategis Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Siapkan Program Bankesda demi Perlindungan Warga Rentan
Screenshot 20260915 174458 WhatsApp
Hearing dengan Pemkot, BPS dan BPJS, Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Soroti Data Desil Penerima Bansos
IMG 20260914 WA0001
Ketua DPRD Kota Sukabumi Bersama Forkopimda Bertemu Kapolda Jabar, Ini yang Dibahas
FB IMG 1789379715112
PMI Sukabumi Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Data Iklim
IMG 20260914 WA0020
Harga Kedelai Impor di Sukabumi Naik, Kini Rp 11.200 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top