Di Sukabumi, Pagelaran Teater Jadi Media Pelestarian Budaya – SUKABUMI KINI

Rabu, 16 September 2026

Di Sukabumi, Pagelaran Teater Jadi Media Pelestarian Budaya

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi akan menggiatkan pertunjukan kesenian berbasis teater sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendorong sekolah-sekolah menghadirkan pagelaran seni dan budaya secara rutin.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana di sela kegiatan sosialisasi tampilan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat dan Indonesia di SMAN 1 Kota Sukabumi, Selasa (19/5/2026).

Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan surat edaran kepada sekolah-sekolah agar aktif menyelenggarakan pertunjukan seni teater sebagai sarana pendidikan budaya bagi generasi muda.
<span;>“Nanti gubernur juga akan membuat surat edaran kepada sekolah-sekolah di Jawa Barat untuk membuat pagelaran-pagelaran kesenian teater,” ujarnya.

Bobby mengatakan, Kota Sukabumi memiliki potensi besar dalam pengembangan seni pertunjukan. Salah satunya terlihat dari kiprah teater di SMAN 1 Kota Sukabumi yang telah dikenal hingga tingkat provinsi.

” SMAN 1 teaternya sudah punya nama di tingkat provinsi. Jadi ini satu bentuk pelestarian budaya yang baik melalui pertunjukan,” kata Bobby. Ia menilai, pertunjukan teater dapat menjadi medium pembelajaran sejarah dan budaya yang lebih dekat dengan generasi muda.

Melalui pementasan, masyarakat dapat memahami kembali berbagai peristiwa masa lalu tanpa kehilangan semangat untuk menjaga warisan budaya. “Yang penting esensinya dan sikap optimistis itu tidak berkurang sama sekali untuk melestarikan budaya,” ujarnya.

Di sisi lain Bobby menyebutkan, kegiatan sosialisasi WBTB tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Sukabumi melalui pendekatan pendidikan. Program itu merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesia, dan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath melalui program “Road to School” yang dimulai di SMAN 1 Kota Sukabumi.

Selain memperkenalkan Golok Kala Petok, kegiatan tersebut juga menampilkan berbagai warisan budaya lain khas Sukabumi, seperti Silat Maung Modas, Boles, Ngagotong Lisung, dan Lisung Ngamuk yang sarat nilai filosofi kehidupan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestarikan kebudayaannya dan belajar dari sejarah masa lalu,” kata Bobby.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Di Sukabumi, Pagelaran Teater Jadi Media Pelestarian Budaya

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi akan menggiatkan pertunjukan kesenian berbasis teater sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendorong sekolah-sekolah menghadirkan pagelaran seni dan budaya secara rutin.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana di sela kegiatan sosialisasi tampilan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat dan Indonesia di SMAN 1 Kota Sukabumi, Selasa (19/5/2026).

Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan surat edaran kepada sekolah-sekolah agar aktif menyelenggarakan pertunjukan seni teater sebagai sarana pendidikan budaya bagi generasi muda.
<span;>“Nanti gubernur juga akan membuat surat edaran kepada sekolah-sekolah di Jawa Barat untuk membuat pagelaran-pagelaran kesenian teater,” ujarnya.

Bobby mengatakan, Kota Sukabumi memiliki potensi besar dalam pengembangan seni pertunjukan. Salah satunya terlihat dari kiprah teater di SMAN 1 Kota Sukabumi yang telah dikenal hingga tingkat provinsi.

” SMAN 1 teaternya sudah punya nama di tingkat provinsi. Jadi ini satu bentuk pelestarian budaya yang baik melalui pertunjukan,” kata Bobby. Ia menilai, pertunjukan teater dapat menjadi medium pembelajaran sejarah dan budaya yang lebih dekat dengan generasi muda.

Melalui pementasan, masyarakat dapat memahami kembali berbagai peristiwa masa lalu tanpa kehilangan semangat untuk menjaga warisan budaya. “Yang penting esensinya dan sikap optimistis itu tidak berkurang sama sekali untuk melestarikan budaya,” ujarnya.

Di sisi lain Bobby menyebutkan, kegiatan sosialisasi WBTB tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Sukabumi melalui pendekatan pendidikan. Program itu merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesia, dan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath melalui program “Road to School” yang dimulai di SMAN 1 Kota Sukabumi.

Selain memperkenalkan Golok Kala Petok, kegiatan tersebut juga menampilkan berbagai warisan budaya lain khas Sukabumi, seperti Silat Maung Modas, Boles, Ngagotong Lisung, dan Lisung Ngamuk yang sarat nilai filosofi kehidupan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestarikan kebudayaannya dan belajar dari sejarah masa lalu,” kata Bobby.

Berita Lainnya

Screenshot 20260915 182219 Instagram
Pemkot Sukabumi Ambil Langkah Strategis Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Siapkan Program Bankesda demi Perlindungan Warga Rentan
Screenshot 20260915 174458 WhatsApp
Hearing dengan Pemkot, BPS dan BPJS, Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Soroti Data Desil Penerima Bansos
IMG 20260914 WA0001
Ketua DPRD Kota Sukabumi Bersama Forkopimda Bertemu Kapolda Jabar, Ini yang Dibahas
FB IMG 1789379715112
PMI Sukabumi Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Data Iklim
IMG 20260914 WA0020
Harga Kedelai Impor di Sukabumi Naik, Kini Rp 11.200 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top