Saat Jejak Masa Lalu Sukabumi Kembali Menyapa Lewat Soekaboemi Tempo Doeloe – SUKABUMI KINI

Kamis, 20 Agustus 2026

Saat Jejak Masa Lalu Sukabumi Kembali Menyapa Lewat Soekaboemi Tempo Doeloe

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Suasana Wisma Wisnu Wardhani, Kota Sukabumi, berubah menjadi ruang bernostalgia sekaligus belajar sejarah. Pameran dan Festival Soekaboemi Tempo Doeloe yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 mengajak masyarakat menelusuri jejak masa lalu melalui beragam pertunjukan seni, pameran sejarah, hingga tradisi budaya yang masih lestari.

Kegiatan yang digagas Yayasan Dapuran Kipahare dengan tema “Jejak Masa Pusaka Sukabumi” itu resmi dibuka pada Sabtu (4/7/2026). Sejak awal acara, pengunjung disuguhkan beragam atraksi budaya, mulai dari upacara adat, barongsai, debus, pencak silat, boles, lisung ngamuk, hingga pameran yang menampilkan berbagai koleksi sejarah kesukabumian.

Pembukaan acara dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi Rahmat Sukandar, <span;>Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty, Anggota DPR RI Dewi Asmara, dan Ketua Yayasan Dapuran Kipahare adalah Irman Firmansyah.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar yang hadir dalam pembukaan acaea mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut. Menurut dia, Soekaboemi Tempo Doeloe menjadi salah satu upaya nyata menjaga warisan budaya dan sejarah lokal di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenal akar sejarah dan budaya daerahnya. Ini menjadi ruang yang penting untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus kecintaan terhadap Sukabumi,” ujar Rahmat. Ia berharap Soekaboemi Tempo Doeloe terus berkembang sebagai ruang budaya yang inklusif, tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami perjalanan sejarah daerahnya.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty, menilai penyelenggaraan festival tersebut menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem kebudayaan yang semakin kuat di Kota Sukabumi.

Menurut Retno, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi kesejahteraan para pelaku budaya.

Karena itu, kegiatan seperti Soekaboemi Tempo Doeloe diharapkan terus berlanjut dan menjadi pemicu berkembangnya aktivitas kebudayaan di Sukabumi. Selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini menjadi ruang pertemuan antara sejarah, seni, dan masyarakat.

Pengunjung tidak hanya menikmati berbagai pertunjukan tradisional, tetapi juga diajak memahami kekayaan warisan budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Sukabumi.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Saat Jejak Masa Lalu Sukabumi Kembali Menyapa Lewat Soekaboemi Tempo Doeloe

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Suasana Wisma Wisnu Wardhani, Kota Sukabumi, berubah menjadi ruang bernostalgia sekaligus belajar sejarah. Pameran dan Festival Soekaboemi Tempo Doeloe yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 mengajak masyarakat menelusuri jejak masa lalu melalui beragam pertunjukan seni, pameran sejarah, hingga tradisi budaya yang masih lestari.

Kegiatan yang digagas Yayasan Dapuran Kipahare dengan tema “Jejak Masa Pusaka Sukabumi” itu resmi dibuka pada Sabtu (4/7/2026). Sejak awal acara, pengunjung disuguhkan beragam atraksi budaya, mulai dari upacara adat, barongsai, debus, pencak silat, boles, lisung ngamuk, hingga pameran yang menampilkan berbagai koleksi sejarah kesukabumian.

Pembukaan acara dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi Rahmat Sukandar, <span;>Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty, Anggota DPR RI Dewi Asmara, dan Ketua Yayasan Dapuran Kipahare adalah Irman Firmansyah.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar yang hadir dalam pembukaan acaea mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut. Menurut dia, Soekaboemi Tempo Doeloe menjadi salah satu upaya nyata menjaga warisan budaya dan sejarah lokal di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenal akar sejarah dan budaya daerahnya. Ini menjadi ruang yang penting untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus kecintaan terhadap Sukabumi,” ujar Rahmat. Ia berharap Soekaboemi Tempo Doeloe terus berkembang sebagai ruang budaya yang inklusif, tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami perjalanan sejarah daerahnya.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty, menilai penyelenggaraan festival tersebut menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem kebudayaan yang semakin kuat di Kota Sukabumi.

Menurut Retno, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi kesejahteraan para pelaku budaya.

Karena itu, kegiatan seperti Soekaboemi Tempo Doeloe diharapkan terus berlanjut dan menjadi pemicu berkembangnya aktivitas kebudayaan di Sukabumi. Selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini menjadi ruang pertemuan antara sejarah, seni, dan masyarakat.

Pengunjung tidak hanya menikmati berbagai pertunjukan tradisional, tetapi juga diajak memahami kekayaan warisan budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Sukabumi.

Berita Lainnya

Screenshot 20260819 204341 Instagram
Posyandu Sukabumi Bertransformasi, Tak Lagi Sekadar Timbang Balita
IMG 20260819 WA0006
Korban Tenggelam di Pantai Karangnaya Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia
Image1787114404
Pemkot Sukabumi Raih Penghargaan Kementerian Hukum Jabar, Berkat Konsisten Harmonisasi Perda dan Perwal
IMG 20260818 WA0038
Basarnas Lanjutkan Pencarian Pemuda Hilang Tenggelam di Pantai Karangnaya Sukabumi
WhatsApp Image 2026 08 18 At 17.12
Melihat Persiapan 60 Siswa Terpilih Masuk Sekolah Rakyat Sukabumi, Ini Pesan Sekda

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top