Saat Jejak Masa Lalu Sukabumi Kembali Menyapa Lewat Soekaboemi Tempo Doeloe – SUKABUMI KINI

Selasa, 6 Oktober 2026

Saat Jejak Masa Lalu Sukabumi Kembali Menyapa Lewat Soekaboemi Tempo Doeloe

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Suasana Wisma Wisnu Wardhani, Kota Sukabumi, berubah menjadi ruang bernostalgia sekaligus belajar sejarah. Pameran dan Festival Soekaboemi Tempo Doeloe yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 mengajak masyarakat menelusuri jejak masa lalu melalui beragam pertunjukan seni, pameran sejarah, hingga tradisi budaya yang masih lestari.

Kegiatan yang digagas Yayasan Dapuran Kipahare dengan tema “Jejak Masa Pusaka Sukabumi” itu resmi dibuka pada Sabtu (4/7/2026). Sejak awal acara, pengunjung disuguhkan beragam atraksi budaya, mulai dari upacara adat, barongsai, debus, pencak silat, boles, lisung ngamuk, hingga pameran yang menampilkan berbagai koleksi sejarah kesukabumian.

Pembukaan acara dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi Rahmat Sukandar, <span;>Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty, Anggota DPR RI Dewi Asmara, dan Ketua Yayasan Dapuran Kipahare adalah Irman Firmansyah.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar yang hadir dalam pembukaan acaea mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut. Menurut dia, Soekaboemi Tempo Doeloe menjadi salah satu upaya nyata menjaga warisan budaya dan sejarah lokal di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenal akar sejarah dan budaya daerahnya. Ini menjadi ruang yang penting untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus kecintaan terhadap Sukabumi,” ujar Rahmat. Ia berharap Soekaboemi Tempo Doeloe terus berkembang sebagai ruang budaya yang inklusif, tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami perjalanan sejarah daerahnya.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty, menilai penyelenggaraan festival tersebut menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem kebudayaan yang semakin kuat di Kota Sukabumi.

Menurut Retno, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi kesejahteraan para pelaku budaya.

Karena itu, kegiatan seperti Soekaboemi Tempo Doeloe diharapkan terus berlanjut dan menjadi pemicu berkembangnya aktivitas kebudayaan di Sukabumi. Selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini menjadi ruang pertemuan antara sejarah, seni, dan masyarakat.

Pengunjung tidak hanya menikmati berbagai pertunjukan tradisional, tetapi juga diajak memahami kekayaan warisan budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Sukabumi.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Saat Jejak Masa Lalu Sukabumi Kembali Menyapa Lewat Soekaboemi Tempo Doeloe

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Suasana Wisma Wisnu Wardhani, Kota Sukabumi, berubah menjadi ruang bernostalgia sekaligus belajar sejarah. Pameran dan Festival Soekaboemi Tempo Doeloe yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 mengajak masyarakat menelusuri jejak masa lalu melalui beragam pertunjukan seni, pameran sejarah, hingga tradisi budaya yang masih lestari.

Kegiatan yang digagas Yayasan Dapuran Kipahare dengan tema “Jejak Masa Pusaka Sukabumi” itu resmi dibuka pada Sabtu (4/7/2026). Sejak awal acara, pengunjung disuguhkan beragam atraksi budaya, mulai dari upacara adat, barongsai, debus, pencak silat, boles, lisung ngamuk, hingga pameran yang menampilkan berbagai koleksi sejarah kesukabumian.

Pembukaan acara dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi Rahmat Sukandar, <span;>Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty, Anggota DPR RI Dewi Asmara, dan Ketua Yayasan Dapuran Kipahare adalah Irman Firmansyah.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar yang hadir dalam pembukaan acaea mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut. Menurut dia, Soekaboemi Tempo Doeloe menjadi salah satu upaya nyata menjaga warisan budaya dan sejarah lokal di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenal akar sejarah dan budaya daerahnya. Ini menjadi ruang yang penting untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus kecintaan terhadap Sukabumi,” ujar Rahmat. Ia berharap Soekaboemi Tempo Doeloe terus berkembang sebagai ruang budaya yang inklusif, tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami perjalanan sejarah daerahnya.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty, menilai penyelenggaraan festival tersebut menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem kebudayaan yang semakin kuat di Kota Sukabumi.

Menurut Retno, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi kesejahteraan para pelaku budaya.

Karena itu, kegiatan seperti Soekaboemi Tempo Doeloe diharapkan terus berlanjut dan menjadi pemicu berkembangnya aktivitas kebudayaan di Sukabumi. Selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini menjadi ruang pertemuan antara sejarah, seni, dan masyarakat.

Pengunjung tidak hanya menikmati berbagai pertunjukan tradisional, tetapi juga diajak memahami kekayaan warisan budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Sukabumi.

Berita Lainnya

Screenshot 20261005 124600 Instagram
Upacara Peringatan HUT Ke-81 TNI Tingkat Kota Sukabumi Digelar di Lapang Merdeka
Screenshot 20261005 122248 Google
Pemkot Sukabumi Perpanjang Penghapusan Denda PBB-P2 hingga Desember 2026
IMG 20261004 WA0002
Dua Hari Pencarian, Remaja yang Terseret Arus di Pantai Istiqomah Sukabumi Belum Ditemukan
Screenshot 20261004 155959 Instagram
Operasi Penanganan Kebakaran TPA Cikundul Sukabumi Ditutup
Screenshot 20261004 155020 Instagram
Mahasiswa di Sukabumi Didorong Jadi Tenaga Kerja Siap Pakai dan Wirausaha

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top