SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Politeknik Sukabumi resmi dibuka pada Senin (24/8/2026). LPK tersebut hadir dengan program pelatihan bahasa dan keterampilan bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI), dengan peluang penempatan kerja, khususnya ke Jepang.
Grand opening LPK Politeknik Sukabumi turut dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, keberadaan LPK Politeknik Sukabumi menjadi bagian dari upaya pemerintah menjawab persoalan pengangguran melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan masyarakat.
Menurut Ayep, pelatihan yang disediakan LPK tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Kota Sukabumi. Peserta dari berbagai daerah juga dapat mengikuti program pelatihan sehingga akses untuk memperoleh keterampilan dan peluang kerja semakin terbuka.
“Program wali kota konsen terhadap menyelesaikan masalah pengangguran di Kota Sukabumi. Karena ini Politeknik lebih umum dan luas, bukan hanya Kota Sukabumi yang menerima, tetapi juga dari berbagai daerah,” ujar Ayep. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan menjadi salah satu langkah penting dalam menekan angka pengangguran.
Kehadiran LPK, lanjut Ayep, diharapkan tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga membantu peserta memperoleh sertifikasi dan akses menuju dunia kerja. Peluang tersebut mencakup pasar kerja di dalam negeri maupun kesempatan bekerja sebagai PMI di luar negeri.
LPK Politeknik Sukabumi juga menjalin kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang penempatan pekerja migran. Kerja sama itu diarahkan untuk membuka peluang bagi tenaga kerja terampil dari Sukabumi bekerja di berbagai negara, salah satunya Jepang.
Ayep berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas pelatihan tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja. Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri dan kemampuan bahasa, masyarakat dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, termasuk di luar negeri.
