Apel Akbar GCP 08 di Sukabumi, Komitmen Pasang Badan dan Tak Biarkan Prabowo Berjuang Sendiri – SUKABUMI KINI

Senin, 10 Agustus 2026

Apel Akbar GCP 08 di Sukabumi, Komitmen Pasang Badan dan Tak Biarkan Prabowo Berjuang Sendiri

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Gerakan Cinta Prabowo (GCP) 08 menggelar Apel Akbar GCP 08 Kota dan Kabupaten Sukabumi di Grand Riung, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026). Apel tersebut dihadiri Ketua Umum GCP 08 H Kurniawan, Pembina DPP GCP 08 Mayjen TNI (Purn) Tatang Zenudin, serta jajaran pengurus GCP 08 Jawa Barat dan Sukabumi.

Kurniawan mengatakan, apel akbar tersebut menjadi bentuk konsolidasi sekaligus penegasan dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya. Menurut dia, kegiatan itu digelar sebagai respons atas berbagai kritik dan serangan yang ditujukan kepada Prabowo maupun kabinetnya.

“Apel akbar yang kami laksanakan di Sukabumi adalah jawaban atas serangan-serangan yang masif kepada Prabowo Subianto dan kabinetnya. Kami akan tunjukkan bahwa kami, pendukung Prabowo, selalu ada dan setia,” kata Kurniawan. Ia menegaskan, GCP 08 akan terus memberikan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo.

Kurniawan menyebut Apel Akbar di Sukabumi merupakan awal dari rangkaian kegiatan serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut dia, Jawa Barat dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki kontribusi besar terhadap perolehan suara dalam pemilihan presiden.”Ini adalah awal dari apel akbar yang kita laksanakan di Jawa Barat. Kita tahu Jawa Barat adalah penyumbang suara terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Setelah Sukabumi, GCP 08 berencana menggelar apel akbar di Indonesia bagian timur. Kendari, Sulawesi Tenggara, disebut menjadi lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat konsolidasi GCP 08 se-Indonesia Timur.
“Kita akan fokuskan di Kendari dengan menghadirkan seluruh anggota Gerakan Cinta Prabowo se-Indonesia Timur, di Kendari. Bulan September, paling lambat awal Oktober,” kata Kurniawan.

GCP 08 terang Kurniawan, telah mendorong anggotanya untuk lebih aktif menggunakan media sosial. Langkah tersebut dilakukan untuk menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah sekaligus merespons informasi yang dinilai merugikan Prabowo.

“Kami sudah membentuk seluruh anggota GCP untuk aktif bermedia sosial dan menyuarakan tentang kebenaran. Kami akan meng-counter berita-berita miring tentang Prabowo,” ujar Kurniawan. Ia menilai berbagai kebijakan tegas pemerintah berpotensi menimbulkan resistensi dari pihak-pihak yang selama ini merasa dirugikan.

Kurniawan menyebut pemberantasan korupsi, mafia, oligarki hitam, hingga kebijakan ekspor satu pintu sebagai sejumlah langkah yang menurutnya menjadi bagian dari agenda Prabowo. “Sebagus apa pun program Prabowo, di mata pembencinya adalah salah. Tapi apa yang sudah dilakukan Prabowo adalah yang sebenarnya,” katanya.

Meski demikian, Kurniawan menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo tetap perlu membuka ruang komunikasi dan evaluasi. Menurut dia, kritik dapat menjadi bagian dari proses perbaikan kebijakan pemerintah.

“Setiap kerja pasti ada evaluasi. Mana yang kurang bagus pasti akan diperbaiki, mana yang tidak perlu akan ditiadakan,” ujarnya. Ia menambahkan, GCP 08 mendukung komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah maupun dengan berbagai pihak.

“Pak Prabowo membuka ruang kepada siapa pun untuk mengkritik, untuk berkomunikasi. Komunikasi yang baik itu harus,” kata Kurniawan. Dalam kesempatan, ia juga menyampaikan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.

Ia mengatakan, berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG seharusnya menjadi bahan evaluasi tanpa harus menghentikan program tersebut. “Program MBG adalah program mulia yang diberikan oleh Pak Prabowo kepada rakyat Indonesia, terutama adik-adik kita, anak-anak kita yang kesulitan untuk mendapatkan sarapan,” katanya.

Kurniawan meyakini pemerintah telah menyiapkan berbagai formula untuk menghadapi persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tersebut. “Kalaupun terjadi kesalahan-kesalahan, kurang kesempurnaan, itu dikoreksi saja, dievaluasi. Bukan programnya yang dibatalkan, pelaksanaannya saja yang dievaluasi,” ujarnya.

GCP 08 lanjut Kurniawan akan terus memberikan dukungan kepada Prabowo selama menjalankan pemerintahan. “Kami pendukung Prabowo akan selalu pasang badan dan tidak pernah membiarkan Prabowo berjuang sendiri. Kami ada dan selalu setia,” jelasnya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Apel Akbar GCP 08 di Sukabumi, Komitmen Pasang Badan dan Tak Biarkan Prabowo Berjuang Sendiri

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Gerakan Cinta Prabowo (GCP) 08 menggelar Apel Akbar GCP 08 Kota dan Kabupaten Sukabumi di Grand Riung, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026). Apel tersebut dihadiri Ketua Umum GCP 08 H Kurniawan, Pembina DPP GCP 08 Mayjen TNI (Purn) Tatang Zenudin, serta jajaran pengurus GCP 08 Jawa Barat dan Sukabumi.

Kurniawan mengatakan, apel akbar tersebut menjadi bentuk konsolidasi sekaligus penegasan dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya. Menurut dia, kegiatan itu digelar sebagai respons atas berbagai kritik dan serangan yang ditujukan kepada Prabowo maupun kabinetnya.

“Apel akbar yang kami laksanakan di Sukabumi adalah jawaban atas serangan-serangan yang masif kepada Prabowo Subianto dan kabinetnya. Kami akan tunjukkan bahwa kami, pendukung Prabowo, selalu ada dan setia,” kata Kurniawan. Ia menegaskan, GCP 08 akan terus memberikan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo.

Kurniawan menyebut Apel Akbar di Sukabumi merupakan awal dari rangkaian kegiatan serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut dia, Jawa Barat dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki kontribusi besar terhadap perolehan suara dalam pemilihan presiden.”Ini adalah awal dari apel akbar yang kita laksanakan di Jawa Barat. Kita tahu Jawa Barat adalah penyumbang suara terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Setelah Sukabumi, GCP 08 berencana menggelar apel akbar di Indonesia bagian timur. Kendari, Sulawesi Tenggara, disebut menjadi lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat konsolidasi GCP 08 se-Indonesia Timur.
“Kita akan fokuskan di Kendari dengan menghadirkan seluruh anggota Gerakan Cinta Prabowo se-Indonesia Timur, di Kendari. Bulan September, paling lambat awal Oktober,” kata Kurniawan.

GCP 08 terang Kurniawan, telah mendorong anggotanya untuk lebih aktif menggunakan media sosial. Langkah tersebut dilakukan untuk menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah sekaligus merespons informasi yang dinilai merugikan Prabowo.

“Kami sudah membentuk seluruh anggota GCP untuk aktif bermedia sosial dan menyuarakan tentang kebenaran. Kami akan meng-counter berita-berita miring tentang Prabowo,” ujar Kurniawan. Ia menilai berbagai kebijakan tegas pemerintah berpotensi menimbulkan resistensi dari pihak-pihak yang selama ini merasa dirugikan.

Kurniawan menyebut pemberantasan korupsi, mafia, oligarki hitam, hingga kebijakan ekspor satu pintu sebagai sejumlah langkah yang menurutnya menjadi bagian dari agenda Prabowo. “Sebagus apa pun program Prabowo, di mata pembencinya adalah salah. Tapi apa yang sudah dilakukan Prabowo adalah yang sebenarnya,” katanya.

Meski demikian, Kurniawan menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo tetap perlu membuka ruang komunikasi dan evaluasi. Menurut dia, kritik dapat menjadi bagian dari proses perbaikan kebijakan pemerintah.

“Setiap kerja pasti ada evaluasi. Mana yang kurang bagus pasti akan diperbaiki, mana yang tidak perlu akan ditiadakan,” ujarnya. Ia menambahkan, GCP 08 mendukung komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah maupun dengan berbagai pihak.

“Pak Prabowo membuka ruang kepada siapa pun untuk mengkritik, untuk berkomunikasi. Komunikasi yang baik itu harus,” kata Kurniawan. Dalam kesempatan, ia juga menyampaikan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.

Ia mengatakan, berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG seharusnya menjadi bahan evaluasi tanpa harus menghentikan program tersebut. “Program MBG adalah program mulia yang diberikan oleh Pak Prabowo kepada rakyat Indonesia, terutama adik-adik kita, anak-anak kita yang kesulitan untuk mendapatkan sarapan,” katanya.

Kurniawan meyakini pemerintah telah menyiapkan berbagai formula untuk menghadapi persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tersebut. “Kalaupun terjadi kesalahan-kesalahan, kurang kesempurnaan, itu dikoreksi saja, dievaluasi. Bukan programnya yang dibatalkan, pelaksanaannya saja yang dievaluasi,” ujarnya.

GCP 08 lanjut Kurniawan akan terus memberikan dukungan kepada Prabowo selama menjalankan pemerintahan. “Kami pendukung Prabowo akan selalu pasang badan dan tidak pernah membiarkan Prabowo berjuang sendiri. Kami ada dan selalu setia,” jelasnya.

Berita Lainnya

FB IMG 1786335424965
PKS Kota Sukabumi Dorong Penguatan Kualitas Demokrasi Substantif dan Partisipasi Aktif Masyarakat
IMG 20260810 WA0001
BIAS Dimulai di Sukabumi, Siswi SD-SMP Jadi Sasaran Imunisasi HPV Cegah Kanker Serviks
VID 20260809 WA0034(1)
Kebakaran Lahan di Simpenan Sukabumi, 5.000 Meter Persegi Terbakar dan 30 Rumah Terancam
IMG 20260809 WA0030
Raih Tiga Gelar Prestisius di Miss Bintang Indonesia 2026, Nadia Putri Ramadhani Harumkan Sukabumi di Pentas Nasional
Screenshot 20260809 202339 Instagram
Kebakaran Lahan Terjang Cikundul Sukabumi, BPBD dan Damkar Bergerak Padamkan Api

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top