Sambut HUT ke-81 RI, INTI-PINTI Sukabumi Gencarkan Aksi Sosial Cegah Kanker Serviks – SUKABUMI KINI

Minggu, 16 Agustus 2026

Sambut HUT ke-81 RI, INTI-PINTI Sukabumi Gencarkan Aksi Sosial Cegah Kanker Serviks

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) Kota Sukabumi mengajak perempuan tidak lagi takut melakukan pemeriksaan kanker serviks. Ajakan itu disampaikan melalui seminar dan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks secara gratis dalam rangkaian Gebyar Aksi Sosial INTI-PINTI 2026.

Kegiatan digelar di Aula Bersama Lima Perkumpulan Tionghoa, Kompleks Ruko Danalaga Square, Kota Sukabumi, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Ketua Panitia Gebyar Aksi Sosial INTI-PINTI, dr Lilih Lesmana, mengatakan pemeriksaan yang diberikan meliputi Pap Smear, HPV DNA, dan IVA Test. Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan Prodia. Menurutnya, pemeriksaan kanker serviks dipilih karena masih banyak perempuan yang enggan menjalani skrining lantaran takut atau merasa malu.

“Masih banyak wanita Indonesia yang tidak mau atau takut untuk melakukan Pap Smear,” kata Lilih. Padahal, kata dia, pemeriksaan deteksi dini sangat penting untuk mengetahui adanya risiko kanker serviks sedini mungkin.

Terlebih, pemeriksaan yang biasanya membutuhkan biaya cukup besar kali ini diberikan secara cuma-cuma. “Kalau berbayar memang mahal, sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per orang. Tapi kali ini semuanya gratis,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga cukup tinggi. Panitia awalnya menyiapkan kuota sekitar 100 peserta, tetapi jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 150 orang.

Lilih mengatakan seminar sengaja digelar bersamaan dengan pemeriksaan agar peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kanker serviks sekaligus menghilangkan ketakutan terhadap pemeriksaan organ reproduksi. “Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga seminar. Jadi perempuan yang masih ragu setelah mendengar penjelasan dokter diharapkan lebih yakin dan mau melakukan pemeriksaan,” katanya.

Pengurus INTI Sukabumi, Budiyanto Hukin Pramono atau Budi Cung mengatakan, edukasi mengenai kesehatan organ reproduksi perempuan menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan sosial tersebut. Ia menerangkan faktor malu dan enggan memeriksakan organ intim masih menjadi hambatan bagi sebagian perempuan, termasuk di kalangan masyarakat Asia.

“Bagaimana kita bisa mengedukasi, kemudian memberikan pelayanan tentang pemeriksaan kanker serviks ini supaya setiap wanita, khususnya yang di Sukabumi, sadar tentang kesehatan organ vitalnya,” ujar Budi. Seminar menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari IDI Kota Sukabumi, dr. Johana Carolina, Sp.OG. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai kaitan infeksi Human Papillomavirus (HPV) dengan kanker serviks serta pentingnya pencegahan, termasuk melalui vaksinasi HPV.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dena Yuliavina, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus mendukung program deteksi dini kanker leher rahim yang dikembangkan Pemerintah Kota Sukabumi. Program tersebut bernama SRIKANDI HPV DNA atau Screening Kanker Sejak Dini. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran perempuan agar melakukan skrining sebelum penyakit berkembang ke stadium yang lebih parah.

“Ini adalah upaya Pemerintah Kota Sukabumi dibantu INTI-PINTI untuk meningkatkan kewaspadaan perempuan melakukan skrining sejak dini agar tidak lanjut ke fase atau stadium yang lebih parah saat ditemukan,” kata Dena.
Dinkes Kota Sukabumi dalam kegiatan tersebut menurunkan dua tim dari Puskesmas Lembursitu dan Puskesmas Pabuaran. Pemeriksaan juga dilakukan melalui kolaborasi PINTI dengan Prodia.

Dena mengatakan terdapat tiga metode pemeriksaan yang disediakan, yakni IVA Test, Pap Smear, dan HPV DNA. Rangkaian Gebyar Aksi Sosial INTI-PINTI 2026 tidak berhenti pada pemeriksaan kanker serviks. Pada Ahad (16/8/2026), panitia akan melanjutkan kegiatan dengan pengobatan gratis dan donor darah yang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Palang Merah Indonesia (PMI), dan PDDI.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 08.00-12.00 WIB sebagai bagian dari aksi sosial menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui rangkaian kegiatan itu, INTI-PINTI berharap semakin banyak perempuan menyadari pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan pemeriksaan secara rutin.
“Harapannya kesadaran wanita terhadap bahaya kanker serviks ini meningkat dan mereka rutin memeriksakan serta merawat organ vitalnya,” kata Budi.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Sambut HUT ke-81 RI, INTI-PINTI Sukabumi Gencarkan Aksi Sosial Cegah Kanker Serviks

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) Kota Sukabumi mengajak perempuan tidak lagi takut melakukan pemeriksaan kanker serviks. Ajakan itu disampaikan melalui seminar dan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks secara gratis dalam rangkaian Gebyar Aksi Sosial INTI-PINTI 2026.

Kegiatan digelar di Aula Bersama Lima Perkumpulan Tionghoa, Kompleks Ruko Danalaga Square, Kota Sukabumi, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Ketua Panitia Gebyar Aksi Sosial INTI-PINTI, dr Lilih Lesmana, mengatakan pemeriksaan yang diberikan meliputi Pap Smear, HPV DNA, dan IVA Test. Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan Prodia. Menurutnya, pemeriksaan kanker serviks dipilih karena masih banyak perempuan yang enggan menjalani skrining lantaran takut atau merasa malu.

“Masih banyak wanita Indonesia yang tidak mau atau takut untuk melakukan Pap Smear,” kata Lilih. Padahal, kata dia, pemeriksaan deteksi dini sangat penting untuk mengetahui adanya risiko kanker serviks sedini mungkin.

Terlebih, pemeriksaan yang biasanya membutuhkan biaya cukup besar kali ini diberikan secara cuma-cuma. “Kalau berbayar memang mahal, sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per orang. Tapi kali ini semuanya gratis,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga cukup tinggi. Panitia awalnya menyiapkan kuota sekitar 100 peserta, tetapi jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 150 orang.

Lilih mengatakan seminar sengaja digelar bersamaan dengan pemeriksaan agar peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kanker serviks sekaligus menghilangkan ketakutan terhadap pemeriksaan organ reproduksi. “Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga seminar. Jadi perempuan yang masih ragu setelah mendengar penjelasan dokter diharapkan lebih yakin dan mau melakukan pemeriksaan,” katanya.

Pengurus INTI Sukabumi, Budiyanto Hukin Pramono atau Budi Cung mengatakan, edukasi mengenai kesehatan organ reproduksi perempuan menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan sosial tersebut. Ia menerangkan faktor malu dan enggan memeriksakan organ intim masih menjadi hambatan bagi sebagian perempuan, termasuk di kalangan masyarakat Asia.

“Bagaimana kita bisa mengedukasi, kemudian memberikan pelayanan tentang pemeriksaan kanker serviks ini supaya setiap wanita, khususnya yang di Sukabumi, sadar tentang kesehatan organ vitalnya,” ujar Budi. Seminar menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari IDI Kota Sukabumi, dr. Johana Carolina, Sp.OG. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai kaitan infeksi Human Papillomavirus (HPV) dengan kanker serviks serta pentingnya pencegahan, termasuk melalui vaksinasi HPV.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dena Yuliavina, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus mendukung program deteksi dini kanker leher rahim yang dikembangkan Pemerintah Kota Sukabumi. Program tersebut bernama SRIKANDI HPV DNA atau Screening Kanker Sejak Dini. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran perempuan agar melakukan skrining sebelum penyakit berkembang ke stadium yang lebih parah.

“Ini adalah upaya Pemerintah Kota Sukabumi dibantu INTI-PINTI untuk meningkatkan kewaspadaan perempuan melakukan skrining sejak dini agar tidak lanjut ke fase atau stadium yang lebih parah saat ditemukan,” kata Dena.
Dinkes Kota Sukabumi dalam kegiatan tersebut menurunkan dua tim dari Puskesmas Lembursitu dan Puskesmas Pabuaran. Pemeriksaan juga dilakukan melalui kolaborasi PINTI dengan Prodia.

Dena mengatakan terdapat tiga metode pemeriksaan yang disediakan, yakni IVA Test, Pap Smear, dan HPV DNA. Rangkaian Gebyar Aksi Sosial INTI-PINTI 2026 tidak berhenti pada pemeriksaan kanker serviks. Pada Ahad (16/8/2026), panitia akan melanjutkan kegiatan dengan pengobatan gratis dan donor darah yang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Palang Merah Indonesia (PMI), dan PDDI.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 08.00-12.00 WIB sebagai bagian dari aksi sosial menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui rangkaian kegiatan itu, INTI-PINTI berharap semakin banyak perempuan menyadari pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan pemeriksaan secara rutin.
“Harapannya kesadaran wanita terhadap bahaya kanker serviks ini meningkat dan mereka rutin memeriksakan serta merawat organ vitalnya,” kata Budi.

Berita Lainnya

Screenshot 20260815 220713 Instagram
Wali Kota Sukabumi Pastikan Penanganan Korban Keracunan Makanan di Lembursitu Bergerak Cepat
IMG 20260815 WA0031
KUA-PPAS 2027 Bukan Pengesahan Pinjaman Daerah, Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi : Jika Tak Disetujui, Dicoret dari APBD
IMG 20260815 WA0027
Cegah Kanker Serviks, Dinkes Kota Sukabumi Gencarkan Skrining dan Vaksinasi HPV
IMG 20260815 WA0025
Sambut HUT ke-81 RI, INTI-PINTI Sukabumi Gencarkan Aksi Sosial Cegah Kanker Serviks
Screenshot 20260815 140746 WhatsApp
Pemkot Sukabumi Kembali Kirim Pekerja Migran Ke Timur Tengah

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top