Benteng Karakter di Era Digital : FPK Kota Sukabumi Mantap Suntikkan Mental Murid melalui Wawasan Kebangsaan – SUKABUMI KINI

Rabu, 22 Juli 2026

Benteng Karakter di Era Digital : FPK Kota Sukabumi Mantap Suntikkan Mental Murid melalui Wawasan Kebangsaan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Sukabumi terus berkomitmen menyuntik karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada ratusan murid baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 1 Kota Sukabumi dan SMK Negeri 3 Kota Sukabumi, Selasa (21/7/2026).

Langkah strategis ini merupakan aksi nyata FPK Kota Sukabumi untuk memperkuat mental, karakter, serta rasa cinta tanah air. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta tantangan global yang semakin kompleks, pembentukan karakter dinilai menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting dibandingkan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan.

Anggota Forum Pembauran Kebangsaan Kota Sukabumi sekaligus Statistisi Ahli Muda Diskominfo Kota Sukabumi, Zulkarnain, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan benteng utama membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa serta negara.

“Karakter bangsa harus dibangun sejak dini. Pelajar bukan hanya dipersiapkan menjadi lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi generasi yang memiliki integritas, cinta tanah air, menghargai keberagaman, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Zulkarnain.

Ia menjelaskan bahwa salah satu materi utama yang disampaikan adalah karakter bela negara. Bela negara tidak hanya dimaknai sebagai tugas aparat pertahanan atau militer, melainkan merupakan kewajiban seluruh warga negara sesuai profesi dan tanggung jawab masing-masing.

Bagi seorang pelajar, bela negara diwujudkan melalui tindakan sederhana namun memiliki dampak besar, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, mematuhi tata tertib sekolah, menghormati guru dan orang tua, menjaga nama baik sekolah, tidak melakukan perundungan, serta berpartisipasi dalam kegiatan positif yang membangun lingkungan pendidikan.

“Belajar dengan tekun, menjaga disiplin, menghormati sesama, dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab merupakan bentuk nyata bela negara bagi seorang pelajar. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” tambahnya.

Selain menanamkan semangat bela negara, juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan nasional yang harus dijaga bersama melalui sikap toleransi dan saling menghormati.

Zulkarnain mengajak para murid untuk menjadikan sekolah sebagai miniatur keberagaman Indonesia. Di lingkungan sekolah, murid berasal dari latar belakang yang berbeda, sehingga diperlukan sikap terbuka, menghargai perbedaan, serta membangun kerja sama tanpa membedakan suku, agama, maupun status sosial.

“Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman adalah modal bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang kuat apabila seluruh masyarakat mampu hidup rukun dan saling menghormati,” katanya.

Zulkarnain juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Salah satunya adalah tantangan digital yang berkembang sangat cepat seiring kemajuan teknologi informasi.

Menurutnya, internet dan media sosial memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan apabila digunakan secara bijak. Namun di sisi lain, teknologi juga dapat menjadi ancaman apabila tidak disertai kemampuan berpikir kritis dan literasi digital yang baik.

Ia mencontohkan maraknya penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, provokasi, hingga konten yang mengandung radikalisme maupun intoleransi melalui media sosial.

“Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Biasakan melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi kepada orang lain. Pelajar harus menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan gawai secara berlebihan juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit pelajar yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain gim daring atau berselancar di media sosial hingga mengabaikan kewajiban belajar maupun aktivitas bersama keluarga.Karena itu, peserta didik diajak untuk mampu mengatur waktu serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, meningkatkan kreativitas, dan mengembangkan kompetensi diri.

Selain tantangan digital, pembekalan juga membahas tantangan sosial yang dihadapi generasi muda. Bentuk tantangan tersebut antara lain perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, intoleransi, diskriminasi, hingga menurunnya kepedulian sosial akibat meningkatnya sikap individualisme.

“Kita harus menjadi generasi yang mampu menjadi solusi, bukan menjadi bagian dari persoalan. Jadilah pelajar yang membawa semangat persaudaraan, bukan permusuhan,” kata Zulkarnain.

Tantangan berikut nya adalah tantangan terhadap diri sendiri, yang sering kali menjadi faktor utama keberhasilan maupun kegagalan seseorang. Tantangan tersebut meliputi rasa malas, kurang percaya diri, tidak disiplin, mudah menyerah, serta sulit mengendalikan emosi.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta didik mengikuti materi dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta berbagi pandangan mengenai tantangan yang mereka hadapi sebagai generasi digital.

Melalui kegiatan ini, Forum Pembauran Kebangsaan Kota Sukabumi berharap para peserta didik baru mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, berintegritas, cinta tanah air, menghargai keberagaman, serta siap menjaga gawangnya tv persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Benteng Karakter di Era Digital : FPK Kota Sukabumi Mantap Suntikkan Mental Murid melalui Wawasan Kebangsaan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Sukabumi terus berkomitmen menyuntik karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada ratusan murid baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 1 Kota Sukabumi dan SMK Negeri 3 Kota Sukabumi, Selasa (21/7/2026).

Langkah strategis ini merupakan aksi nyata FPK Kota Sukabumi untuk memperkuat mental, karakter, serta rasa cinta tanah air. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta tantangan global yang semakin kompleks, pembentukan karakter dinilai menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting dibandingkan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan.

Anggota Forum Pembauran Kebangsaan Kota Sukabumi sekaligus Statistisi Ahli Muda Diskominfo Kota Sukabumi, Zulkarnain, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan benteng utama membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa serta negara.

“Karakter bangsa harus dibangun sejak dini. Pelajar bukan hanya dipersiapkan menjadi lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi generasi yang memiliki integritas, cinta tanah air, menghargai keberagaman, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Zulkarnain.

Ia menjelaskan bahwa salah satu materi utama yang disampaikan adalah karakter bela negara. Bela negara tidak hanya dimaknai sebagai tugas aparat pertahanan atau militer, melainkan merupakan kewajiban seluruh warga negara sesuai profesi dan tanggung jawab masing-masing.

Bagi seorang pelajar, bela negara diwujudkan melalui tindakan sederhana namun memiliki dampak besar, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, mematuhi tata tertib sekolah, menghormati guru dan orang tua, menjaga nama baik sekolah, tidak melakukan perundungan, serta berpartisipasi dalam kegiatan positif yang membangun lingkungan pendidikan.

“Belajar dengan tekun, menjaga disiplin, menghormati sesama, dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab merupakan bentuk nyata bela negara bagi seorang pelajar. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” tambahnya.

Selain menanamkan semangat bela negara, juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan nasional yang harus dijaga bersama melalui sikap toleransi dan saling menghormati.

Zulkarnain mengajak para murid untuk menjadikan sekolah sebagai miniatur keberagaman Indonesia. Di lingkungan sekolah, murid berasal dari latar belakang yang berbeda, sehingga diperlukan sikap terbuka, menghargai perbedaan, serta membangun kerja sama tanpa membedakan suku, agama, maupun status sosial.

“Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman adalah modal bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang kuat apabila seluruh masyarakat mampu hidup rukun dan saling menghormati,” katanya.

Zulkarnain juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Salah satunya adalah tantangan digital yang berkembang sangat cepat seiring kemajuan teknologi informasi.

Menurutnya, internet dan media sosial memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan apabila digunakan secara bijak. Namun di sisi lain, teknologi juga dapat menjadi ancaman apabila tidak disertai kemampuan berpikir kritis dan literasi digital yang baik.

Ia mencontohkan maraknya penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, provokasi, hingga konten yang mengandung radikalisme maupun intoleransi melalui media sosial.

“Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Biasakan melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi kepada orang lain. Pelajar harus menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan gawai secara berlebihan juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit pelajar yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain gim daring atau berselancar di media sosial hingga mengabaikan kewajiban belajar maupun aktivitas bersama keluarga.Karena itu, peserta didik diajak untuk mampu mengatur waktu serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, meningkatkan kreativitas, dan mengembangkan kompetensi diri.

Selain tantangan digital, pembekalan juga membahas tantangan sosial yang dihadapi generasi muda. Bentuk tantangan tersebut antara lain perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, intoleransi, diskriminasi, hingga menurunnya kepedulian sosial akibat meningkatnya sikap individualisme.

“Kita harus menjadi generasi yang mampu menjadi solusi, bukan menjadi bagian dari persoalan. Jadilah pelajar yang membawa semangat persaudaraan, bukan permusuhan,” kata Zulkarnain.

Tantangan berikut nya adalah tantangan terhadap diri sendiri, yang sering kali menjadi faktor utama keberhasilan maupun kegagalan seseorang. Tantangan tersebut meliputi rasa malas, kurang percaya diri, tidak disiplin, mudah menyerah, serta sulit mengendalikan emosi.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta didik mengikuti materi dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta berbagi pandangan mengenai tantangan yang mereka hadapi sebagai generasi digital.

Melalui kegiatan ini, Forum Pembauran Kebangsaan Kota Sukabumi berharap para peserta didik baru mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, berintegritas, cinta tanah air, menghargai keberagaman, serta siap menjaga gawangnya tv persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berita Lainnya

Screenshot 20260721 195016 Instagram
DPRD Kota Sukabumi Sahkan LPJ APBD 2025, Raih WTP ke-12 tetapi Ketergantungan pada Dana Pusat Masih Disorot
IMG 20260721 WA0032
Di Forum KUA-PPAS 2027, Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sukabumi Iwan Ridwan Kawal Tiga Aspirasi Strategis
IMG 20260721 WA0031
Benteng Karakter di Era Digital : FPK Kota Sukabumi Mantap Suntikkan Mental Murid melalui Wawasan Kebangsaan
WhatsApp Image 2026 07 21 At 11.36
Kemensos Gelar Monitoring dan Evaluasi ASN PPPK di Sukabumi, Ini Harapannya
Screenshot 20260721 120021 Instagram
Bappeda Kota Sukabumi Perkuat Kolaborasi Inovasi dengan Bandung Barat dan Subang

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top