SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—<span;>Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi pemerintah dan DPRD Kota Sukabumi untuk merefleksikan perjalanan bangsa sekaligus memperkuat peran daerah dalam pembangunan nasional. Hal itu mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Tahun 2026 di hadapan Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi, Jumat (14/8/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, serta Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri. Rangkaian agenda diawali dengan pidato pengantar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 yang disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Sidang tahunan tersebut menjadi salah satu agenda penting kenegaraan, terlebih tahun ini Indonesia memasuki usia 81 tahun kemerdekaan dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Dalam rangkaian sidang, isu penguatan daerah turut menjadi perhatian. Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan pentingnya daerah yang kuat sebagai fondasi bagi terwujudnya Indonesia yang berdaulat. Pesan tersebut dinilai memiliki relevansi dengan peran pemerintah daerah dan lembaga legislatif dalam menjalankan pembangunan di tingkat daerah.
Penguatan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan kesejahteraan, hingga daya saing daerah menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Setelah rangkaian pidato pimpinan lembaga negara, perhatian peserta rapat kemudian tertuju pada Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Melalui agenda tersebut, DPRD Kota Sukabumi bersama pemerintah daerah turut mengikuti arah kebijakan nasional yang disampaikan Presiden sebagai bahan refleksi dan pijakan dalam memperkuat pembangunan daerah.
Momentum peringatan kemerdekaan pun tidak hanya menjadi seremoni kenegaraan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan nasional membutuhkan kontribusi daerah yang kuat, mandiri, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
