SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Upaya pencegahan kanker serviks di Kota Sukabumi terus digencarkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mendorong perempuan untuk melakukan skrining sejak dini, sekaligus memperluas cakupan vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan kanker leher rahim.
Pesan tersebut mengemuka dalam Gebyar Aksi Sosial INTI-PINTI 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) Sukabumi di Aula Bersama Lima Perkumpulan Tionghoa, Kompleks Ruko Danalaga Square, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut diisi seminar kanker serviks serta pemeriksaan IVA Test, Pap Smear, dan HPV DNA. Dinkes Kota Sukabumi menurunkan dua tim dari Puskesmas Lembursitu dan Puskesmas Pabuaran untuk mendukung kegiatan pemeriksaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi Dena Yuliavina mengatakan, kegiatan yang melibatkan INTI-PINTI tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran perempuan agar tidak menunggu munculnya gejala untuk memeriksakan diri. Menurut dia, Dinkes juga telah mengembangkan inovasi SRIKANDI HPV DNA, akronim dari Screening Kanker Sejak Dini, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat deteksi dini kanker leher rahim.
“Ini adalah upaya dari Pemerintah Kota Sukabumi dibantu oleh INTI-PINTI untuk meningkatkan kewaspadaan perempuan agar melakukan skrining sejak dini,” ujar Dena. Ia menilai tingginya partisipasi perempuan dalam kegiatan INTI-PINTI dapat menjadi contoh bagi berbagai pihak dalam menggerakkan masyarakat mengikuti program deteksi dini kanker serviks.

Dena mengungkapkan, program penanggulangan kanker leher rahim dirancang dalam rentang 2023-2030. Salah satu targetnya adalah menekan kasus kanker serviks hingga terjadi penurunan yang signifikan pada 2030.
Hal itu penting karena sebagian besar kasus kanker leher rahim baru ditemukan ketika sudah memasuki stadium lanjut.
“70 persen itu ditemukan ketika fase stadium 4. Jadi pengobatan dan pembiayaannya itu sangat mahal, sehingga diupayakan kita mencegah dulu daripada mengobati,” kata Dena. Pada 2026, Dinkes Kota Sukabumi menargetkan 3.700 perempuan menjalani pemeriksaan kanker leher rahim.
Hingga saat ini baru sekitar 1.300 perempuan yang telah menjalani pemeriksaan. Dinkes menyiapkan 15 puskesmas sebagai tempat masyarakat Kota Sukabumi mendapatkan pemeriksaan secara gratis. Dengan demikian, perempuan yang belum sempat mengikuti pemeriksaan dalam kegiatan INTI-PINTI tetap dapat memanfaatkan layanan tersebut di puskesmas.
Dari sekitar 1.300 perempuan yang telah diperiksa, sekitar 10 persen terdeteksi positif HPV DNA. Dena memastikan, pemerintah daerah telah menyiapkan tata laksana bagi warga yang memperoleh hasil positif. Untuk penanganan lebih lanjut, Rumah Sakit Syamsudin menjadi rumah sakit rujukan kanker leher rahim di Kota Sukabumi.
Dena menegaskan, penanggulangan kanker serviks tidak hanya mengandalkan pemeriksaan atau skrining. Dinkes menerapkan tiga pilar utama, yakni vaksinasi, skrining, dan pengobatan bagi pasien yang dinyatakan positif.
Pilar pertama dilakukan melalui vaksinasi HPV. Saat ini, program pemerintah menyasar anak perempuan kelas 5 dan 6 SD serta remaja SMP. Ke depan, Kementerian Kesehatan juga akan memperluas vaksinasi HPV kepada remaja laki-laki.
“Jadi ada tiga pilar dalam pelaksanaan program, tidak hanya deteksi saja. Tapi yang pertama vaksinasi, yang kedua screening atau pemeriksaan, ketiga treatment kalau yang positif hasilnya,” tutur Dena. Pelaksanaan vaksinasi HPV juga terintegrasi dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang berlangsung pada Agustus hingga November.
Dena memastikan vaksinasi tersebut diberikan secara gratis. Melalui strategi tersebut, Dinkes berharap pencegahan kanker serviks tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
