SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Sebanyak 50 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kota Sukabumi resmi dilepas untuk bekerja ke luar negeri oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (16/4/2025). Mereka akan diberangkatkan secara bertahap ke sejumlah negara tujuan, terutama Kuwait dan Turki, dengan berbagai jenis pekerjaan di sektor jasa.
Instruktur sekaligus Manajer Operasional penempatan Timur Tengah PT Dwitunggal Jaya Abadi, Asep Sugiharto, menjelaskan, mayoritas CPMI akan mengisi posisi di bidang hospitality dan layanan publik. Di Kuwait, misalnya, para pekerja akan ditempatkan di restoran dan hotel, dengan posisi seperti waitress, housekeeping, hingga spa terapis.
“Untuk spa terapis, sistemnya sudah diatur sesuai norma setempat. Laki-laki melayani laki-laki, perempuan melayani perempuan, jadi aman,” ujar Asep.
Selain itu, sektor perhotelan di Turki juga menjadi tujuan utama. Para CPMI akan bekerja di bagian dapur sebagai cook dan cook helper, hingga bagian operasional seperti cleaning service, waitress, dan housekeeping. Pekerjaan ini menuntut ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan standar layanan internasional.
Asep menuturkan, meskipun sebagian besar CPMI telah memiliki keterampilan dasar, pelatihan tetap diberikan untuk memperkuat kesiapan kerja, terutama dalam menghadapi lingkungan kerja multinasional.
“Di sana mereka akan bertemu pekerja dari berbagai negara, seperti Filipina, India, Bangladesh, hingga Eropa. Jadi bukan hanya skill, tapi mental dan kesiapan bersaing juga sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan, lima orang CPMI dijadwalkan berangkat lebih awal pada 20 April, sementara sisanya akan diberangkatkan secara bertahap hingga akhir bulan.
Ke depan, peluang kerja bagi CPMI Sukabumi diproyeksikan semakin terbuka. Selain Timur Tengah dan Turki, permintaan tenaga kerja juga datang dari negara-negara Eropa seperti Albania, Kroasia, dan Montenegro, serta kawasan Asia seperti Brunei dan Korea Selatan.
“Ini baru tahap awal. Ke depan akan ada penempatan lanjutan dengan jenis pekerjaan yang lebih beragam, termasuk sektor konstruksi dan keahlian teknis lainnya,” ujar Asep.
Dengan beragam pilihan pekerjaan tersebut, para CPMI diharapkan tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga pengalaman kerja internasional yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia asal Sukabumi.
Asep mengatakan dukungan pemerintah daerah sangat membantu kelancaran proses pemberangkatan. Salah satunya melalui kerja sama dengan perbankan, seperti Bank BJB dan Bank BNI.
“Dengan dukungan pemkot proses pembiayaan semakin terbantu. Para CPMI yang lolos seleksi dan memiliki BI checking yang baik bisa langsung melanjutkan ke tahap akad,” ujar Asep.
Ia menjelaskan, sebagian CPMI saat ini telah mengantongi tiket keberangkatan. Lima orang dijadwalkan berangkat lebih awal pada 20 April, sementara sisanya akan diberangkatkan secara bertahap hingga akhir bulan.
Ke depan, program ini akan terus berlanjut dengan pembukaan batch berikutnya. PT Dwitunggal Jaya Abadi juga mengaku telah menerima permintaan tenaga kerja dari sejumlah negara Eropa, seperti Albania, Kroasia, dan Montenegro, serta peluang dari kawasan Asia seperti Brunei dan Korea Selatan.
“Ini baru awal. Setelah penempatan 50 orang ini selesai, akan ada batch berikutnya dengan jangkauan yang lebih luas,” ujar Asep. Dengan pengalaman 24 tahun bekerja di Kuwait, Asep berharap para CPMI dapat memanfaatkan peluang ini secara optimal dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan keluarga serta daerah asal.
