Golok Kala Petok ‘Road to School’, Warisan Budaya Sukabumi Dikenalkan ke 43 Sekolah – SUKABUMI KINI

Senin, 19 Oktober 2026

Golok Kala Petok ‘Road to School’, Warisan Budaya Sukabumi Dikenalkan ke 43 Sekolah

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Warisan budaya tak benda asal Sukabumi, Golok Kala Petok, mulai diperkenalkan secara masif kepada pelajar melalui program sosialisasi dan pertunjukan budaya di sekolah-sekolah. Kegiatan pembukaan sosialisasi tampilan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat dan Indonesia digelar di SMAN 1 Sukabumi, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Pimpinan Ponpes Dzikir Alfath Sukabumi KH M Fajar Laksana, serta Ketua Asosiasi Museum Indonesia Daerah (Amida) Jawa Barat Erwin Hendarwin.

Ketua Panitia Erwin Hendarwin mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan seni budaya Golok Kala Petok sebagai warisan leluhur sejak era Pajajaran kepada generasi muda. “Alhamdulillah kegiatan ini mendapat hibah dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesia Raya. Kami merencanakan 43 tampilan sosialisasi di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Erwin menjelaskan, dari total 43 kegiatan, sebanyak 33 kegiatan digelar di Kota Sukabumi, meliputi 21 sekolah dasar di wilayah Gunungpuyuh, Warudoyong, Citamiang, Cikole, Cibeureum, Baros, dan Lembursitu. Selain itu, kegiatan juga menyasar delapan SMP dan lima sekolah tingkat SMA/SMK.

Program serupa juga akan digelar di sejumlah sekolah di Kabupaten Sukabumi, Cianjur, hingga perguruan tinggi di Bandung yang telah menjalin kerja sama dengan panitia.

Pimpinan Ponpes Dzikir Alfath Sukabumi KH M Fajar Laksana menegaskan, warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan pemerintah harus terus diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya pelajar di Jawa Barat. “Yang sudah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda harus ditampilkan ke sekolah-sekolah agar generasi muda mencintai budaya sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pihak ponpes juga menyerahkan replika Golok Kala Petok kepada pihak sekolah. Menurut Fajar, golok tersebut telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan tercatat resmi di Kementerian Hukum dan HAM.

“Golok ini memiliki nomor seri dan sudah dipatenkan. Replika yang diberikan ke sekolah ini nomor 185,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Sukabumi kepada generasi muda melalui pendekatan pendidikan. “Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesia, dan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath melalui program Road to School yang diawali di SMAN 1 Kota Sukabumi,” katanya.

Menurut Bobby, selain Golok Kala Petok, terdapat sejumlah warisan budaya lain yang turut diperkenalkan kepada siswa, seperti Silat Maung Modas, Boles, Ngagotong Lisung, dan Lisung Ngamuk yang masing-masing memiliki filosofi kehidupan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestarikan kebudayaannya dan belajar dari sejarah masa lalu,” ujarnya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Golok Kala Petok ‘Road to School’, Warisan Budaya Sukabumi Dikenalkan ke 43 Sekolah

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Warisan budaya tak benda asal Sukabumi, Golok Kala Petok, mulai diperkenalkan secara masif kepada pelajar melalui program sosialisasi dan pertunjukan budaya di sekolah-sekolah. Kegiatan pembukaan sosialisasi tampilan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat dan Indonesia digelar di SMAN 1 Sukabumi, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Pimpinan Ponpes Dzikir Alfath Sukabumi KH M Fajar Laksana, serta Ketua Asosiasi Museum Indonesia Daerah (Amida) Jawa Barat Erwin Hendarwin.

Ketua Panitia Erwin Hendarwin mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan seni budaya Golok Kala Petok sebagai warisan leluhur sejak era Pajajaran kepada generasi muda. “Alhamdulillah kegiatan ini mendapat hibah dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesia Raya. Kami merencanakan 43 tampilan sosialisasi di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Erwin menjelaskan, dari total 43 kegiatan, sebanyak 33 kegiatan digelar di Kota Sukabumi, meliputi 21 sekolah dasar di wilayah Gunungpuyuh, Warudoyong, Citamiang, Cikole, Cibeureum, Baros, dan Lembursitu. Selain itu, kegiatan juga menyasar delapan SMP dan lima sekolah tingkat SMA/SMK.

Program serupa juga akan digelar di sejumlah sekolah di Kabupaten Sukabumi, Cianjur, hingga perguruan tinggi di Bandung yang telah menjalin kerja sama dengan panitia.

Pimpinan Ponpes Dzikir Alfath Sukabumi KH M Fajar Laksana menegaskan, warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan pemerintah harus terus diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya pelajar di Jawa Barat. “Yang sudah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda harus ditampilkan ke sekolah-sekolah agar generasi muda mencintai budaya sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pihak ponpes juga menyerahkan replika Golok Kala Petok kepada pihak sekolah. Menurut Fajar, golok tersebut telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan tercatat resmi di Kementerian Hukum dan HAM.

“Golok ini memiliki nomor seri dan sudah dipatenkan. Replika yang diberikan ke sekolah ini nomor 185,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Sukabumi kepada generasi muda melalui pendekatan pendidikan. “Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesia, dan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath melalui program Road to School yang diawali di SMAN 1 Kota Sukabumi,” katanya.

Menurut Bobby, selain Golok Kala Petok, terdapat sejumlah warisan budaya lain yang turut diperkenalkan kepada siswa, seperti Silat Maung Modas, Boles, Ngagotong Lisung, dan Lisung Ngamuk yang masing-masing memiliki filosofi kehidupan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestarikan kebudayaannya dan belajar dari sejarah masa lalu,” ujarnya.

Berita Lainnya

Screenshot 20261018 142345 Gallery
Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo, Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat di Sukabumi
IMG 20261017 WA0004
PMI Kota Sukabumi Gelar Pelatihan Inklusi Digital, Tunanetra Belajar Akses Pertemuan Daring
IMG 20261017 WA0001
Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, PMI Kota Sukabumi Dorong Pembentukan Pokja Peringatan Dini Banjir
Screenshot 20261016 203933 Instagram
Kirab Pamit di Sukabumi, 1.161 Siswa SIP Angkatan ke-56 Akhiri Pendidikan dan Siap Jadi Perwira Polri
IMG 20261016 WA0028
Hari Ini, Harga Telur Ayam di Sukabumi Naik Jadi Rp 26.000 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top