Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Menyebar, Jangkau Jakarta hingga Jawa Barat – SUKABUMI KINI

Rabu, 14 Oktober 2026

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Menyebar, Jangkau Jakarta hingga Jawa Barat

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi— Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau terdeteksi meluas ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda. Berdasarkan analisis cuaca dan citra satelit, abu vulkanik terpantau menyebar pada dua ketinggian berbeda dengan arah pergerakan yang tidak sama.

Informasi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pembaruan informasi cuaca Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026) pukul 07.00 WIB.

BMKG mengacu pada informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta analisis citra RGB satelit Himawari-9. Hasil pemantauan menunjukkan terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pada ketinggian hingga 20.000 kaki, abu vulkanik teridentifikasi bergerak ke arah timur hingga selatan. Sebaran ini mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Sementara itu, pada ketinggian hingga 50.000 kaki, sebaran abu terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Perbedaan arah sebaran tersebut dipengaruhi kondisi angin pada lapisan atmosfer yang berbeda. BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk periode 6-8 September 2026 secara umum berada dalam kondisi cerah hingga berawan.

Angin diprakirakan dominan bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 31-37 kilometer per jam. BMKG mengimbau masyarakat dan pengguna transportasi, khususnya yang berada di sekitar wilayah yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik, untuk tetap waspada.

Masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi resmi dari BMKG, PVMBG, serta instansi terkait lainnya untuk mengetahui kondisi terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik.

Sebaran abu vulkanik juga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas transportasi, terutama penerbangan dan pelayaran di wilayah yang berada dalam jalur sebaran abu.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Menyebar, Jangkau Jakarta hingga Jawa Barat

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi— Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau terdeteksi meluas ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda. Berdasarkan analisis cuaca dan citra satelit, abu vulkanik terpantau menyebar pada dua ketinggian berbeda dengan arah pergerakan yang tidak sama.

Informasi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pembaruan informasi cuaca Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026) pukul 07.00 WIB.

BMKG mengacu pada informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta analisis citra RGB satelit Himawari-9. Hasil pemantauan menunjukkan terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pada ketinggian hingga 20.000 kaki, abu vulkanik teridentifikasi bergerak ke arah timur hingga selatan. Sebaran ini mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Sementara itu, pada ketinggian hingga 50.000 kaki, sebaran abu terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Perbedaan arah sebaran tersebut dipengaruhi kondisi angin pada lapisan atmosfer yang berbeda. BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk periode 6-8 September 2026 secara umum berada dalam kondisi cerah hingga berawan.

Angin diprakirakan dominan bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 31-37 kilometer per jam. BMKG mengimbau masyarakat dan pengguna transportasi, khususnya yang berada di sekitar wilayah yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik, untuk tetap waspada.

Masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi resmi dari BMKG, PVMBG, serta instansi terkait lainnya untuk mengetahui kondisi terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik.

Sebaran abu vulkanik juga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas transportasi, terutama penerbangan dan pelayaran di wilayah yang berada dalam jalur sebaran abu.

Berita Lainnya

IMG 20261013 WA0009
Dua Remaja Terseret Ombak di Pantai Cibuaya Sukabumi Ditemukan Meninggal
IMG 20261012 WA0022
Peringatan Bulan PRB 2026, PMI Kota Sukabumi Angkat Sistem Peringatan Dini melalui ORC dan AWS
Screenshot 20261012 163341 ChatGPT
Cabai Merah Makin Pedas di Sukabumi, Harga Beras Justru Turun
Screenshot 20261012 082213 ChatGPT
Waspada! Sukabumi Berpotensi Hujan Mulai Siang, Ini Prakiraan BMKG
Screenshot 20261011 185922 Instagram
Menaker Yassierli Buka Pelatihan Vokasi di Sukabumi, Penyandang Disabilitas Turut Dilibatkan

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top