Sinergi Risert Medis, Jadikan RSUD R Syamsudin SH Naik Kelas jadi RS Rujukan Penyediaan Layanan Stem Cell – SUKABUMI KINI

Selasa, 19 Mei 2026

Sinergi Risert Medis, Jadikan RSUD R Syamsudin SH Naik Kelas jadi RS Rujukan Penyediaan Layanan Stem Cell

SUKABUMI–Penyediaan layanan stem cell (sel punca) makin mengukuhkan komitmen RSUD R Syamsudin, SH (RS Bunut) untuk naik kelas menjadi rumah sakit rujukan dengan kemampuan penanganan kasus medis kompleks. Kepastian tersebut setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama antara Direktur RS Bunut Yanyan Rusyandi, S.E., M.Kes., dengan Founder Stem Cell and Cancer Research (SCCR), Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med. di Laboratorium SCCR, Nongkosawit, Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2026).

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki yang ikut menyaksikan secara langsung proses penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut mengungkapkan, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan stem cell di RSUD R Syamsudin, SH guna melayani pasien di wilayah Sukabumi dengan teknologi terkini.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya RS Bunut untuk memperkuat sistem rujukan kanker yang terintegrasi, sejalan dengan peluncuran layanan kemoterapi yang resmi dimulai secara penuh pada tahun 2026,” ujar Ayep Zaki.

Wali Kota Sukabumi itu juga mengungkapkan, kerjasama SCCR dengan RS Bunut juga sekaligus mencerminkan komitmen kedua institusi dalam meningkatkan kapasitas medis daerah melalui inovasi teknologi sel punca dan penanganan kanker yang lebih komprehensif.

“Kolaborasi ini menunjukkan adanya penguatan layanan berbasis terapi stem cell (sel punca) dan riset kanker, karena SCCR sebagai industri farmasi riset dan pelayanan kesehatan yang berizin Kementerian Kesehatan serta bersertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM. Dan fokus kerjasama ini adalah untuk pengembangan terapi pengobatan regeneratif dan pemanfaatan teknologi stem cell dalam riset kanker,” papar Ayep Zaki.

Perlu diketahui, stem cell  atau sel punca adalah sel induk khusus dalam tubuh yang memiliki kemampuan unik untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel spesifik—seperti sel darah, saraf, atau otot—dan berfungsi memperbaiki jaringan yang rusak.

“Saya mengapresiasi yang tinggi kepada manajemen RS Bunut dan tim ilmuwan SCCR. Ini sekaligus menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendukung penuh inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan harapan hidup dan kesejahteraan warga,” pungkas Ayep Zaki.(*)

Berita Lainnya

Kategori Berita

Sinergi Risert Medis, Jadikan RSUD R Syamsudin SH Naik Kelas jadi RS Rujukan Penyediaan Layanan Stem Cell

SUKABUMI–Penyediaan layanan stem cell (sel punca) makin mengukuhkan komitmen RSUD R Syamsudin, SH (RS Bunut) untuk naik kelas menjadi rumah sakit rujukan dengan kemampuan penanganan kasus medis kompleks. Kepastian tersebut setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama antara Direktur RS Bunut Yanyan Rusyandi, S.E., M.Kes., dengan Founder Stem Cell and Cancer Research (SCCR), Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med. di Laboratorium SCCR, Nongkosawit, Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2026).

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki yang ikut menyaksikan secara langsung proses penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut mengungkapkan, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan stem cell di RSUD R Syamsudin, SH guna melayani pasien di wilayah Sukabumi dengan teknologi terkini.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya RS Bunut untuk memperkuat sistem rujukan kanker yang terintegrasi, sejalan dengan peluncuran layanan kemoterapi yang resmi dimulai secara penuh pada tahun 2026,” ujar Ayep Zaki.

Wali Kota Sukabumi itu juga mengungkapkan, kerjasama SCCR dengan RS Bunut juga sekaligus mencerminkan komitmen kedua institusi dalam meningkatkan kapasitas medis daerah melalui inovasi teknologi sel punca dan penanganan kanker yang lebih komprehensif.

“Kolaborasi ini menunjukkan adanya penguatan layanan berbasis terapi stem cell (sel punca) dan riset kanker, karena SCCR sebagai industri farmasi riset dan pelayanan kesehatan yang berizin Kementerian Kesehatan serta bersertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM. Dan fokus kerjasama ini adalah untuk pengembangan terapi pengobatan regeneratif dan pemanfaatan teknologi stem cell dalam riset kanker,” papar Ayep Zaki.

Perlu diketahui, stem cell  atau sel punca adalah sel induk khusus dalam tubuh yang memiliki kemampuan unik untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel spesifik—seperti sel darah, saraf, atau otot—dan berfungsi memperbaiki jaringan yang rusak.

“Saya mengapresiasi yang tinggi kepada manajemen RS Bunut dan tim ilmuwan SCCR. Ini sekaligus menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendukung penuh inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan harapan hidup dan kesejahteraan warga,” pungkas Ayep Zaki.(*)

Berita Lainnya

Screenshot 20260519 111259 Instagram
Menkomdigi Kecam Keras Penahanan Tiga Jurnalis Indonesia yang Ikut Misi Kemanusian Gaza
20260519 112508
Kapal Misi Gaza Dicegat Zionis Israel, Dua Jurnalis Republika Ikut Ditahan
IMG 20260519 WA0013
Golok Kala Petok ‘Road to School’, Warisan Budaya Sukabumi Dikenalkan ke 43 Sekolah
7b842c58 Cfd8 4e14 8f5c 3d3310bb3e2d 1779090749955
Dari Ramp hingga Video Call, Layanan Haji Lansia Indonesia di Makkah Kian Humanis
IMG 20260518 WA0013
Sosialisasi SPMB 2026 Tingkat SMA di Sukabumi Digencarkan, Sekolah Maung dan Tahap Pemetaan Jadi Pembeda Baru

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top