SPMB 2026 Tingkat SMA di Kota Sukabumi Dimulai, Verifikasi Data Jadi Sorotan Utama – SUKABUMI KINI

Minggu, 23 Agustus 2026

SPMB 2026 Tingkat SMA di Kota Sukabumi Dimulai, Verifikasi Data Jadi Sorotan Utama

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan di Kota Sukabumi mulai mematangkan persiapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Sosialisasi SPMB sekaligus penandatanganan komitmen bersama digelar di Aula SMAN 1 Sukabumi, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para camat, lurah, kepala sekolah SMA, SMK, dan SLBN se-Kota Sukabumi, serta kepala sekolah dan komite sekolah SMP dan MTs. Forum itu menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak terkait pelaksanaan SPMB 2026.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat Lima Faudiamar menerangkan, SPMB 2026 merupakan momentum penting untuk memastikan proses penerimaan murid baru berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, inklusif, dan berintegritas.

Menurut dia, ketelitian dalam verifikasi dokumen menjadi perhatian utama pada pelaksanaan tahun ini. Operator sekolah, baik di jenjang SMP maupun SMA/SMK, diminta lebih cermat dalam memvalidasi data domisili, keabsahan prestasi, hingga kelengkapan administrasi peserta didik.

“Hal yang perlu diperhatikan adalah verifikasi dokumen dan validasi data. Ini harus benar-benar hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Lima. Ia mengatakan, keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan perangkat kewilayahan seperti camat dan lurah.

Sosialisasi kepada masyarakat dinilai penting agar orang tua dan calon peserta didik memahami seluruh jalur penerimaan secara utuh.“Kita bersama-sama, baik sekolah maupun perangkat kewilayahan, harus menyosialisasikan SPMB 2026 ini supaya proses berjalan tertib dan adil,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Lima juga mengungkapkan adanya program baru dalam SPMB 2026, yakni kehadiran Sekolah Manusia Unggul atau MAUNG. Di Kota Sukabumi, sekolah yang ditunjuk sebagai Sekolah MAUNG adalah SMA Negeri 2 Kota Sukabumi.

Program tersebut merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyiapkan generasi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi non-akademik, karakter kepemimpinan, dan daya saing di masa depan.

Lima berharap seluruh pihak memiliki pemahaman dan visi yang sama terhadap petunjuk pelaksanaan SPMB 2026 sehingga tidak terjadi multitafsir di lapangan.

”Pelaksanaan SPMB harus berjalan optimal, profesional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

SPMB 2026 Tingkat SMA di Kota Sukabumi Dimulai, Verifikasi Data Jadi Sorotan Utama

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan di Kota Sukabumi mulai mematangkan persiapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Sosialisasi SPMB sekaligus penandatanganan komitmen bersama digelar di Aula SMAN 1 Sukabumi, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para camat, lurah, kepala sekolah SMA, SMK, dan SLBN se-Kota Sukabumi, serta kepala sekolah dan komite sekolah SMP dan MTs. Forum itu menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak terkait pelaksanaan SPMB 2026.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat Lima Faudiamar menerangkan, SPMB 2026 merupakan momentum penting untuk memastikan proses penerimaan murid baru berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, inklusif, dan berintegritas.

Menurut dia, ketelitian dalam verifikasi dokumen menjadi perhatian utama pada pelaksanaan tahun ini. Operator sekolah, baik di jenjang SMP maupun SMA/SMK, diminta lebih cermat dalam memvalidasi data domisili, keabsahan prestasi, hingga kelengkapan administrasi peserta didik.

“Hal yang perlu diperhatikan adalah verifikasi dokumen dan validasi data. Ini harus benar-benar hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Lima. Ia mengatakan, keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan perangkat kewilayahan seperti camat dan lurah.

Sosialisasi kepada masyarakat dinilai penting agar orang tua dan calon peserta didik memahami seluruh jalur penerimaan secara utuh.“Kita bersama-sama, baik sekolah maupun perangkat kewilayahan, harus menyosialisasikan SPMB 2026 ini supaya proses berjalan tertib dan adil,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Lima juga mengungkapkan adanya program baru dalam SPMB 2026, yakni kehadiran Sekolah Manusia Unggul atau MAUNG. Di Kota Sukabumi, sekolah yang ditunjuk sebagai Sekolah MAUNG adalah SMA Negeri 2 Kota Sukabumi.

Program tersebut merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyiapkan generasi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi non-akademik, karakter kepemimpinan, dan daya saing di masa depan.

Lima berharap seluruh pihak memiliki pemahaman dan visi yang sama terhadap petunjuk pelaksanaan SPMB 2026 sehingga tidak terjadi multitafsir di lapangan.

”Pelaksanaan SPMB harus berjalan optimal, profesional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Berita Lainnya

IMG 20260822 WA0020
Retakan Perbaikan Jalan Prana Disorot, Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi Inggu Sudeni Minta Bongkar dan Ditangani
IMG 20260822 WA0018
Komisi II DPRD Kota Sukabumi Temukan Retakan dan Drainase Belum Ada di Perbaikan Jalan Prana
IMG 20260822 WA0026
Tinjau Perbaikan Jalan Prana, Wali Kota Sukabumi : Pengecoran Beton Rampung dan Akses Kembali Dibuka
FB IMG 1787372151712
Saat Air Bersih Mulai Langka, PMI Turun Tangan Pasok 5.000 Liter untuk Warga Sukabumi
IMG 20260821 WA0010
Sampah di Rumah Bisa Jadi Cuan, Bank Sammi Sukabumi Siap Angkut Gratis

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top