Kota Sukabumi Dilanda 186 Bencana dalam 7 Bulan, Kerugian Tembus Rp 6,69 Miliar – SUKABUMI KINI

Senin, 10 Agustus 2026

Kota Sukabumi Dilanda 186 Bencana dalam 7 Bulan, Kerugian Tembus Rp 6,69 Miliar

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 186 kejadian bencana terjadi di wilayah tersebut sepanjang 1 Januari hingga 31 Juli 2026. Data yang dihimpun melalui Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) BPBD Kota Sukabumi itu menunjukkan, bencana tersebar di tujuh kecamatan dengan total nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 6,6925 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabaruddin mengatakan, berbagai kejadian tersebut juga berdampak terhadap masyarakat dan bangunan. “Secara agregat tercatat 186 kejadian yang tersebar di tujuh kecamatan,” katanya.

Dari rangkaian kejadian tersebut, tercatat 180 unit bangunan mengalami kerusakan, terdiri dari 24 unit rusak berat, 36 unit rusak sedang, dan 118 unit rusak ringan. Selain itu, sebanyak 180 kepala keluarga atau 431 orang tercatat terdampak. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 4.503 hektar.

Berdasarkan jenis kejadian, cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling sering terjadi di Kota Sukabumi sepanjang periode tersebut, yakni sebanyak 149 kejadian. Selanjutnya, kebakaran permukiman tercatat 22 kejadian, tanah longsor tujuh kejadian, banjir lima kejadian, dan gempa bumi tiga kejadian.

Cuaca ekstrem juga menjadi bencana dengan nilai kerugian terbesar, yakni ditaksir mencapai Rp 3,573 miliar. “Nilai kerugian terbesar berasal dari bencana cuaca ekstrem, kemudian kebakaran permukiman,” ujar Yoseph.

Kebakaran permukiman menempati posisi kedua dengan nilai kerugian sekitar Rp 2,8025 miliar. Sementara kerugian akibat tanah longsor diperkirakan Rp 252 juta dan gempa bumi Rp 64,5 juta.

Jika dilihat berdasarkan waktu kejadian, Maret menjadi bulan dengan frekuensi bencana tertinggi, yakni 46 kasus. Januari berada di posisi berikutnya dengan 44 kasus, disusul Mei sebanyak 31 kasus, Februari 28 kasus, April 20 kasus, Juni 10 kasus, dan Juli tujuh kasus.

“Untuk sementara, bulan Maret merupakan frekuensi tertinggi yang dilaporkan masyarakat, tercatat 46 kasus,” kata Yoseph. Adapun khusus Juli 2026, BPBD Kota Sukabumi mencatat tujuh kejadian. Rinciannya, empat kejadian berupa cuaca ekstrem dan tiga kejadian kebakaran permukiman.

Berdasarkan wilayah, Kecamatan Warudoyong menjadi daerah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak, yakni 37 kejadian. Kasus terbanyak di kecamatan tersebut berasal dari Kelurahan Sukakarya dengan 11 kejadian.

Berikutnya Kecamatan Citamiang mencatat 30 kejadian, dengan Kelurahan Gedong Panjang menjadi wilayah terbanyak dengan delapan kasus. Kecamatan Baros berada di urutan selanjutnya dengan 29 kejadian, dengan Kelurahan Baros menyumbang 17 kasus. Kecamatan Cikole tercatat 27 kejadian, dengan Kelurahan Subangjaya sebanyak sembilan kasus.

Kecamatan Lembursitu mencatat 23 kejadian, dengan Kelurahan Cikundul sebanyak delapan kasus. Kemudian Kecamatan Cibeureum mencatat 22 kejadian, dengan Kelurahan Limusnunggal sebanyak sembilan kasus.

Sementara itu, Kecamatan Gunung Puyuh menjadi wilayah dengan jumlah kejadian paling sedikit, yakni 18 kasus. Namun, Kelurahan Karang Tengah di kecamatan tersebut tercatat sebagai salah satu kelurahan dengan jumlah kejadian cukup tinggi, yakni 14 kasus.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Kota Sukabumi Dilanda 186 Bencana dalam 7 Bulan, Kerugian Tembus Rp 6,69 Miliar

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 186 kejadian bencana terjadi di wilayah tersebut sepanjang 1 Januari hingga 31 Juli 2026. Data yang dihimpun melalui Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) BPBD Kota Sukabumi itu menunjukkan, bencana tersebar di tujuh kecamatan dengan total nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 6,6925 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabaruddin mengatakan, berbagai kejadian tersebut juga berdampak terhadap masyarakat dan bangunan. “Secara agregat tercatat 186 kejadian yang tersebar di tujuh kecamatan,” katanya.

Dari rangkaian kejadian tersebut, tercatat 180 unit bangunan mengalami kerusakan, terdiri dari 24 unit rusak berat, 36 unit rusak sedang, dan 118 unit rusak ringan. Selain itu, sebanyak 180 kepala keluarga atau 431 orang tercatat terdampak. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 4.503 hektar.

Berdasarkan jenis kejadian, cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling sering terjadi di Kota Sukabumi sepanjang periode tersebut, yakni sebanyak 149 kejadian. Selanjutnya, kebakaran permukiman tercatat 22 kejadian, tanah longsor tujuh kejadian, banjir lima kejadian, dan gempa bumi tiga kejadian.

Cuaca ekstrem juga menjadi bencana dengan nilai kerugian terbesar, yakni ditaksir mencapai Rp 3,573 miliar. “Nilai kerugian terbesar berasal dari bencana cuaca ekstrem, kemudian kebakaran permukiman,” ujar Yoseph.

Kebakaran permukiman menempati posisi kedua dengan nilai kerugian sekitar Rp 2,8025 miliar. Sementara kerugian akibat tanah longsor diperkirakan Rp 252 juta dan gempa bumi Rp 64,5 juta.

Jika dilihat berdasarkan waktu kejadian, Maret menjadi bulan dengan frekuensi bencana tertinggi, yakni 46 kasus. Januari berada di posisi berikutnya dengan 44 kasus, disusul Mei sebanyak 31 kasus, Februari 28 kasus, April 20 kasus, Juni 10 kasus, dan Juli tujuh kasus.

“Untuk sementara, bulan Maret merupakan frekuensi tertinggi yang dilaporkan masyarakat, tercatat 46 kasus,” kata Yoseph. Adapun khusus Juli 2026, BPBD Kota Sukabumi mencatat tujuh kejadian. Rinciannya, empat kejadian berupa cuaca ekstrem dan tiga kejadian kebakaran permukiman.

Berdasarkan wilayah, Kecamatan Warudoyong menjadi daerah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak, yakni 37 kejadian. Kasus terbanyak di kecamatan tersebut berasal dari Kelurahan Sukakarya dengan 11 kejadian.

Berikutnya Kecamatan Citamiang mencatat 30 kejadian, dengan Kelurahan Gedong Panjang menjadi wilayah terbanyak dengan delapan kasus. Kecamatan Baros berada di urutan selanjutnya dengan 29 kejadian, dengan Kelurahan Baros menyumbang 17 kasus. Kecamatan Cikole tercatat 27 kejadian, dengan Kelurahan Subangjaya sebanyak sembilan kasus.

Kecamatan Lembursitu mencatat 23 kejadian, dengan Kelurahan Cikundul sebanyak delapan kasus. Kemudian Kecamatan Cibeureum mencatat 22 kejadian, dengan Kelurahan Limusnunggal sebanyak sembilan kasus.

Sementara itu, Kecamatan Gunung Puyuh menjadi wilayah dengan jumlah kejadian paling sedikit, yakni 18 kasus. Namun, Kelurahan Karang Tengah di kecamatan tersebut tercatat sebagai salah satu kelurahan dengan jumlah kejadian cukup tinggi, yakni 14 kasus.

Berita Lainnya

IMG 20260810 WA0005
Kota Sukabumi Dilanda 186 Bencana dalam 7 Bulan, Kerugian Tembus Rp 6,69 Miliar
Screenshot 20260810 122819 Instagram
Pemkot Sukabumi Perketat Pengawasan Objek Pajak
FB IMG 1786335424965
PKS Kota Sukabumi Dorong Penguatan Kualitas Demokrasi Substantif dan Partisipasi Aktif Masyarakat
IMG 20260810 WA0001
BIAS Dimulai di Sukabumi, Siswi SD-SMP Jadi Sasaran Imunisasi HPV Cegah Kanker Serviks
VID 20260809 WA0034(1)
Kebakaran Lahan di Simpenan Sukabumi, 5.000 Meter Persegi Terbakar dan 30 Rumah Terancam

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top