Sukabumi Gencarkan Sosialiasi Pengelolaan Sampah dari Rumah – SUKABUMI KINI

Senin, 20 Juli 2026

Sukabumi Gencarkan Sosialiasi Pengelolaan Sampah dari Rumah

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Upaya menekan volume sampah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan terus dilakukan di Kota Sukabumi. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang diinisiasi Komunitas Restoe Boemi di Kantor Kecamatan Citamiang, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang didukung Bank Syariah Indonesia (BSI) tersebut dihadiri para ketua RT dan RW serta perwakilan masyarakat dari berbagai kelurahan di Kecamatan Citamiang.

Camat Citamiang Aries Ariandi mengatakan, sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai mengelola sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. Menurut dia, pihak kecamatan selama ini telah melakukan berbagai upaya edukasi dan sosialisasi, termasuk mendorong lahirnya inovasi pengelolaan sampah di setiap kelurahan.

“Tanpa dukungan masyarakat, Sukabumi yang sehat, bersih, dan nyaman tidak akan terwujud. Mari kita bersama-sama mewujudkan Sukabumi yang sehat, nyaman, dan bersih,” ujar Aries.
Ia menjelaskan, sejumlah kelurahan di Kecamatan Citamiang telah memiliki program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Di Kelurahan Tipar misalnya, terdapat kegiatan Jumbara yang menggabungkan senam bersama, kerja bakti membersihkan lingkungan, pemilahan sampah, pemeriksaan kesehatan, hingga forum dialog warga dengan lurah. Sementara di Kelurahan Cikondang, warga dan kader secara rutin mengikuti kegiatan senam bersama dengan membawa sampah yang kemudian dikelola lebih lanjut.

Ketua Komunitas Restoe Boemi, Kia Florita, mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan menggerakkan masyarakat agar mulai memilah sampah sejak dari rumah. Dalam kegiatan itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai berbagai metode pengolahan sampah yang dapat diterapkan secara sederhana, seperti pemanfaatan lubang biopori dan budidaya maggot untuk mengolah sampah organik.

Menurut Kia, kegiatan tersebut juga sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Sukabumi yang secara bertahap menutup tempat pembuangan sampah (TPS) liar di sejumlah wilayah. “Di Kecamatan Citamiang sebenarnya sudah banyak inovasi pengelolaan sampah di tingkat kelurahan, hanya saja belum menyeluruh. Akibatnya masih banyak sampah yang dibuang ke TPS atau menumpuk di pinggir jalan. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat menyelesaikan persoalan sampah dari hulunya sehingga sampah tidak lagi keluar ke TPS,” jelasnya.

Kia menuturkan, Komunitas Restoe Boemi telah bergerak selama beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, salah satunya dengan tersedianya lubang biopori di berbagai sekolah sebagai sarana pengolahan sampah organik.

Ke depan, Kia berharap setiap lingkungan RT memiliki lubang biopori sehingga masyarakat terbiasa memilah sampah dan mengolah sampah organik secara mandiri. “Harapan saya, di setiap RT nantinya ada lubang biopori. Dengan begitu masyarakat sudah memilah sampah dari rumah dan sampah organiknya bisa langsung dimasukkan ke lubang biopori,” ujarnya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Sukabumi Gencarkan Sosialiasi Pengelolaan Sampah dari Rumah

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Upaya menekan volume sampah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan terus dilakukan di Kota Sukabumi. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang diinisiasi Komunitas Restoe Boemi di Kantor Kecamatan Citamiang, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang didukung Bank Syariah Indonesia (BSI) tersebut dihadiri para ketua RT dan RW serta perwakilan masyarakat dari berbagai kelurahan di Kecamatan Citamiang.

Camat Citamiang Aries Ariandi mengatakan, sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai mengelola sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. Menurut dia, pihak kecamatan selama ini telah melakukan berbagai upaya edukasi dan sosialisasi, termasuk mendorong lahirnya inovasi pengelolaan sampah di setiap kelurahan.

“Tanpa dukungan masyarakat, Sukabumi yang sehat, bersih, dan nyaman tidak akan terwujud. Mari kita bersama-sama mewujudkan Sukabumi yang sehat, nyaman, dan bersih,” ujar Aries.
Ia menjelaskan, sejumlah kelurahan di Kecamatan Citamiang telah memiliki program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Di Kelurahan Tipar misalnya, terdapat kegiatan Jumbara yang menggabungkan senam bersama, kerja bakti membersihkan lingkungan, pemilahan sampah, pemeriksaan kesehatan, hingga forum dialog warga dengan lurah. Sementara di Kelurahan Cikondang, warga dan kader secara rutin mengikuti kegiatan senam bersama dengan membawa sampah yang kemudian dikelola lebih lanjut.

Ketua Komunitas Restoe Boemi, Kia Florita, mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan menggerakkan masyarakat agar mulai memilah sampah sejak dari rumah. Dalam kegiatan itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai berbagai metode pengolahan sampah yang dapat diterapkan secara sederhana, seperti pemanfaatan lubang biopori dan budidaya maggot untuk mengolah sampah organik.

Menurut Kia, kegiatan tersebut juga sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Sukabumi yang secara bertahap menutup tempat pembuangan sampah (TPS) liar di sejumlah wilayah. “Di Kecamatan Citamiang sebenarnya sudah banyak inovasi pengelolaan sampah di tingkat kelurahan, hanya saja belum menyeluruh. Akibatnya masih banyak sampah yang dibuang ke TPS atau menumpuk di pinggir jalan. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat menyelesaikan persoalan sampah dari hulunya sehingga sampah tidak lagi keluar ke TPS,” jelasnya.

Kia menuturkan, Komunitas Restoe Boemi telah bergerak selama beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, salah satunya dengan tersedianya lubang biopori di berbagai sekolah sebagai sarana pengolahan sampah organik.

Ke depan, Kia berharap setiap lingkungan RT memiliki lubang biopori sehingga masyarakat terbiasa memilah sampah dan mengolah sampah organik secara mandiri. “Harapan saya, di setiap RT nantinya ada lubang biopori. Dengan begitu masyarakat sudah memilah sampah dari rumah dan sampah organiknya bisa langsung dimasukkan ke lubang biopori,” ujarnya.

Berita Lainnya

IMG 20260719 WA0004
Di FGD Harganas 2026, DPD PKS Kota Sukabumi Soroti Lonjakan Perceraian dan Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga
Screenshot 20260718 183449 Instagram
BPBD Kota Sukabumi Kenalkan Simulasi Vertical Rescue hingga Animal Rescue ke Santri
FB IMG 1784373593607
Disdukcapil Dekatkan Layanan, 120 Lebih Siswa SMAN 1 Sukabumi Rekam KTP-el
IMG 20260718 WA0016
Peduli UMKM, DPD PKS Kota Sukabumi Mulai Program Inkubator Bisnis 2026
IMG 20260717 WA0028
PMI Kota Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Ratusan Keluarga Terdampak Kekeringan di Cikundul Hilir

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top