Massa Aksi Dukung MBG di Sukabumi Tegaskan Turun ke Jalan Tanpa Bayaran – SUKABUMI KINI

Senin, 12 Oktober 2026

Massa Aksi Dukung MBG di Sukabumi Tegaskan Turun ke Jalan Tanpa Bayaran

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Sukabumi Raya di Kota Sukabumi, Rabu (24/6/2026), diwarnai penegasan dari massa bahwa kehadiran mereka bukan karena imbalan uang, melainkan bentuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Massa aksi sebelumnya berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi untuk menggelar istighosah bersama. Setelah itu, mereka bergerak menuju Gedung DPRD Kota Sukabumi sambil menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.

Tim Hukum Aliansi, M Rafi Nasution, menepis isu yang menyebut massa demonstrasi mendapat bayaran. Menurut dia, tudingan tersebut tidak terjadi dalam aksi yang digelar di Sukabumi Raya.

“Kalau ada pertanyaan soal massa yang dibayar, itu bukan di daerah kita. Kita tidak bisa membuktikan apakah itu settingan atau benar dibayar. Tapi kami pastikan, hari ini di Sukabumi Raya, massa yang hadir bukan massa bayaran,” kata Rafi.

Ia menyebut peserta aksi datang bukan hanya dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, tetapi juga dari sejumlah daerah sekitar seperti Cianjur, Bandung, dan Bogor. Kehadiran mereka, kata dia, didorong oleh kesamaan pandangan untuk mengawal program MBG yang dinilai membawa manfaat bagi masyarakat.

Menurut Rafi, program MBG tidak hanya
menyasar pemenuhan gizi bagi masyarakat, tetapi juga memberi efek ekonomi berantai bagi banyak pihak. Ia mencontohkan, keberadaan dapur MBG dapat menggerakkan sektor jasa transportasi, pemasok bahan pangan, petani, hingga nelayan.

“Dengan adanya dapur MBG, semua diuntungkan. Tukang ojek diuntungkan karena mengantar relawan ke dapur. Supplier, petani, nelayan, semua ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Dalam momen itu, Rafi juga menyoroti adanya dugaan penyimpangan atau praktik korupsi yang dinilai mencederai pelaksanaan program tersebut. Namun, ia menegaskan persoalan itu seharusnya diarahkan kepada oknum yang menyalahgunakan kewenangan, bukan pada program MBG itu sendiri.

“Kalau ada masalah, yang dibenahi adalah oknum yang korupsi, bukan programnya. Program ini baik dan harus tetap dijaga,” ucapnya. Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan terbuka masyarakat terhadap program MBG yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Massa berharap program itu tetap berjalan dengan pengawasan ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Massa Aksi Dukung MBG di Sukabumi Tegaskan Turun ke Jalan Tanpa Bayaran

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Sukabumi Raya di Kota Sukabumi, Rabu (24/6/2026), diwarnai penegasan dari massa bahwa kehadiran mereka bukan karena imbalan uang, melainkan bentuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Massa aksi sebelumnya berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi untuk menggelar istighosah bersama. Setelah itu, mereka bergerak menuju Gedung DPRD Kota Sukabumi sambil menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.

Tim Hukum Aliansi, M Rafi Nasution, menepis isu yang menyebut massa demonstrasi mendapat bayaran. Menurut dia, tudingan tersebut tidak terjadi dalam aksi yang digelar di Sukabumi Raya.

“Kalau ada pertanyaan soal massa yang dibayar, itu bukan di daerah kita. Kita tidak bisa membuktikan apakah itu settingan atau benar dibayar. Tapi kami pastikan, hari ini di Sukabumi Raya, massa yang hadir bukan massa bayaran,” kata Rafi.

Ia menyebut peserta aksi datang bukan hanya dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, tetapi juga dari sejumlah daerah sekitar seperti Cianjur, Bandung, dan Bogor. Kehadiran mereka, kata dia, didorong oleh kesamaan pandangan untuk mengawal program MBG yang dinilai membawa manfaat bagi masyarakat.

Menurut Rafi, program MBG tidak hanya
menyasar pemenuhan gizi bagi masyarakat, tetapi juga memberi efek ekonomi berantai bagi banyak pihak. Ia mencontohkan, keberadaan dapur MBG dapat menggerakkan sektor jasa transportasi, pemasok bahan pangan, petani, hingga nelayan.

“Dengan adanya dapur MBG, semua diuntungkan. Tukang ojek diuntungkan karena mengantar relawan ke dapur. Supplier, petani, nelayan, semua ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Dalam momen itu, Rafi juga menyoroti adanya dugaan penyimpangan atau praktik korupsi yang dinilai mencederai pelaksanaan program tersebut. Namun, ia menegaskan persoalan itu seharusnya diarahkan kepada oknum yang menyalahgunakan kewenangan, bukan pada program MBG itu sendiri.

“Kalau ada masalah, yang dibenahi adalah oknum yang korupsi, bukan programnya. Program ini baik dan harus tetap dijaga,” ucapnya. Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan terbuka masyarakat terhadap program MBG yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Massa berharap program itu tetap berjalan dengan pengawasan ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Berita Lainnya

Screenshot 20261011 185922 Instagram
Menaker Yassierli Buka Pelatihan Vokasi di Sukabumi, Penyandang Disabilitas Turut Dilibatkan
IMG 20261011 WA0010
Lima Pengunjung Terseret Ombak di Pantai Cibuaya Sukabumi, Dua Masih Dicari
Screenshot 20261011 104953 Instagram
Gempa M 5,7 Guncang Sukabumi, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Screenshot 20261010 142049 Google
PMI Kota Sukabumi Gelar Webinar Bulan PRB 2026, Kupas Peran AI untuk Kesiapsiagaan Bencana
IMG 20261009 WA0018
Harga Daging Ayam di Pasar Sukabumi Naik Jadi Rp 40.000 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top