Gerakan Pangan Murah di Cibeureum, Pemkot Sukabumi Bidik Daya Beli Warga dan Tekan Inflasi – SUKABUMI KINI

Kamis, 25 Juni 2026

Gerakan Pangan Murah di Cibeureum, Pemkot Sukabumi Bidik Daya Beli Warga dan Tekan Inflasi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemerintah Kota Sukabumi kembali menggencarkan upaya pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini, kegiatan digelar di Kecamatan Cibeureum, Rabu (24/6/2026), hasil kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, GPM digelar untuk memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi pasar.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta menjadi salah satu upaya untuk mengendalikan laju inflasi,” kata Bobby.

Menurut dia, inflasi di Kota Sukabumi tidak semata dipengaruhi komoditas pangan, melainkan juga sektor lain seperti rokok, barang elektronik, hingga emas. Karena itu, pengendalian inflasi perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan mendorong perubahan pola transaksi masyarakat.

Bobby menambahkan, Pemkot Sukabumi juga terus mendorong pemanfaatan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi daerah. Dalam waktu dekat, kegiatan GPM akan kembali digelar di sejumlah titik lain di Kota Sukabumi agar dampaknya semakin luas dirasakan masyarakat.

Ia menyebut kondisi ketahanan pangan di Kota Sukabumi sejauh ini tergolong baik. Bahkan, pada 2025, Kota Sukabumi tercatat mengalami deflasi, yang dinilai menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi daerah.

Kepala DKP3 Kota Sukabumi Yadi Erlangga menjelaskan, berbagai kebutuhan pokok yang dijual dalam GPM ditawarkan dengan harga di bawah pasaran. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus menguatkan daya beli di tengah naik-turunnya harga bahan pokok.

“Mudah-mudahan ke depan kami masih bisa menyelenggarakan GPM ini di berbagai wilayah, khususnya pada waktu-waktu tertentu seperti menjelang bulan puasa. Saat kebutuhan masyarakat meningkat, biasanya harga ikut naik. Dengan GPM, kami berharap harga bisa ditekan sehingga masyarakat menikmati selisih harga yang lebih murah,” ujar Yadi.

Camat Cibeureum Yanwar Ridwan mengapresiasi pelaksanaan GPM di wilayahnya. Menurut dia, program tersebut sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Sangat membantu warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah. Mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut dan berkesinambungan,” katanya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Gerakan Pangan Murah di Cibeureum, Pemkot Sukabumi Bidik Daya Beli Warga dan Tekan Inflasi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemerintah Kota Sukabumi kembali menggencarkan upaya pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini, kegiatan digelar di Kecamatan Cibeureum, Rabu (24/6/2026), hasil kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, GPM digelar untuk memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi pasar.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta menjadi salah satu upaya untuk mengendalikan laju inflasi,” kata Bobby.

Menurut dia, inflasi di Kota Sukabumi tidak semata dipengaruhi komoditas pangan, melainkan juga sektor lain seperti rokok, barang elektronik, hingga emas. Karena itu, pengendalian inflasi perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan mendorong perubahan pola transaksi masyarakat.

Bobby menambahkan, Pemkot Sukabumi juga terus mendorong pemanfaatan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi daerah. Dalam waktu dekat, kegiatan GPM akan kembali digelar di sejumlah titik lain di Kota Sukabumi agar dampaknya semakin luas dirasakan masyarakat.

Ia menyebut kondisi ketahanan pangan di Kota Sukabumi sejauh ini tergolong baik. Bahkan, pada 2025, Kota Sukabumi tercatat mengalami deflasi, yang dinilai menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi daerah.

Kepala DKP3 Kota Sukabumi Yadi Erlangga menjelaskan, berbagai kebutuhan pokok yang dijual dalam GPM ditawarkan dengan harga di bawah pasaran. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus menguatkan daya beli di tengah naik-turunnya harga bahan pokok.

“Mudah-mudahan ke depan kami masih bisa menyelenggarakan GPM ini di berbagai wilayah, khususnya pada waktu-waktu tertentu seperti menjelang bulan puasa. Saat kebutuhan masyarakat meningkat, biasanya harga ikut naik. Dengan GPM, kami berharap harga bisa ditekan sehingga masyarakat menikmati selisih harga yang lebih murah,” ujar Yadi.

Camat Cibeureum Yanwar Ridwan mengapresiasi pelaksanaan GPM di wilayahnya. Menurut dia, program tersebut sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Sangat membantu warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah. Mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut dan berkesinambungan,” katanya.

Berita Lainnya

WhatsApp Image 2026 06 24 At 12.03
Gerakan Pangan Murah di Cibeureum, Pemkot Sukabumi Bidik Daya Beli Warga dan Tekan Inflasi
Video 20260624 101216(1)
Massa Aksi Dukung MBG di Sukabumi Tegaskan Turun ke Jalan Tanpa Bayaran
Screenshot 20260624 190924 Instagram
8.922 UMKM di Kota Sukabumi Sudah Bersertifikat Halal, Mendekati Target Wajib Halal 2026
IMG 20250812 WA0012
Medsos Dinas di Sukabumi Dinilai Bergeser dari Fungsi Pelayanan Publik
IMG 20260624 WA0013
Ribuan Massa di Sukabumi Dukung Program MBG, Minta Dilanjutkan dan Diperkuat lewat Payung Hukum

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top